Ultimatum Keras Polisi Untuk 2 Orang FPI Pengeroyok Relawan Ahok Yang Kabur, Ini Identitas Keduanya

75ff59fa-bf23-4568-95cd-a6aa11c144e6_169KLIKKIU.NET – Dua dari sepuluh orang yang diduga mengeroyok Widodo, kader PDIP teridentifikasi sebagai anggota sebuah ormas.

Polisi mengimbau para pelaku untuk menyerahkan diri.

“Diduga pelakunya sepuluh orang, dua orang diketahui berinisial I dan F. Menurut korban mereka diduga anggota FPI,” ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie kepada detikcom, Sabtu (7/1/2017).

Roycke mengatakan, dua pelaku teridentifikasi identitasnya karena masih bertetangga dengan Widodo.

“Korban dan pelaku ini bertetangga, jadi korban tahu dua orang itu anggota FPI,” imbuhnya.

Pengeroyokan ini menurut Roycke bermula ketika cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat melakukan kampanye di Jelambar, Jakarta Barat pada Jumat (6/1/17) sore.

Saat berkampanye, kedua pelaku ini berteriak-teriak.

“Mereka teriak-teriak haram…haram,” imbuh Roycke.

Mendengar hal itu, Widodo menegur keduanya. Namun saat itu tidak ada reaksi dari kedua pelaku.

Hingga pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, Widodo yang sedang berada di depan rumahnya didatangi oleh 2 pelaku dan 8 orang lainnya.

Para pelaku langsung mengeroyok Widodo hingga babak belur.

Widodo kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

“Ini pidana murni dan tidak ada kaitannya dengan kampanye. Kami imbau kedua pelaku untuk menyerahkan diri,” kata Roycke

FPI mengelak pelaku pengeroyokan relawan ahok anggota FPI

Sekjen Dewan Syuro DPD FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin menyebut pelaku pengeroyokan kader PDIP Widodo bukan dari pihaknya.

“Itu nggak begitu jelas (informasinya), tadi ada informasi pagi kalau ada anggota yang ngeroyok, tapi bukan anggota FPI. Memang mungkin ada FPI di sekitar lokasi itu, tapi bukan anggota FPI pelakunya,” ujar Novel saat dikonfirmasi detikcom Sabtu (7/12/2017) pukul 17.18 WIB.

Novel menyebut tidak benar jika ada anggotanya yang melakukan pengeroyokan tersebut. Dia berharap kepolisian melakukan penelusuran agar informasi soal terduga pelaku akurat.

“Yang I itu saya dengar, tapi bukan FPI. Itu informasi salah jika dilakukan anggota FPI, jadi polisi cari data anggota dan kronologis dulu lah, nggak ada anggota FPI,” tegasnya.

Pelaku dengan inisial I terkadang sering duduk bersama dengan anggota FPI. Meskipun dekat dengan anggota FPI lainnya, Novel menegaskan jika I bukan anggotanya.

“Itu informasi salah, emang si inisial I ini sering nongkrong sama FPI, ya sukalah, emang sudah sering nongkrong, tapi bukan anggota kami. Saya juga kagak kenal,” jelasnya

Novel awalnya mendengar kabar pelaku pengeroyokan hanya dilakukan satu orang. Dia memastikan jika inisial I yang diduga sebagai pelaku bukan anggota FPI.

“Saya dapat kabar tadi siang cuma 1 orang itu yang mukul, yang I, kalau yang F saya baru dengar dan belum saya pastikan,” pungkasnya.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie sebelumnya menyebut dua terduga pelaku pengeroyokan yang berinisial I dan F. Pengeroyokan yang terjadi pada Jumat (6/1/7) malam diduga berawal dari singgungan saat Djarot berkampanye di Jelambar.

Saat berkampanye, kedua pelaku ini menurut Roycke berteriak-teriak. Widodo yang mendengar langsung menegur keduanya. “Mereka (pelaku) teriak-teriak haram…haram,” imbuh Roycke.

Hingga pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, Widodo yang sedang berada di depan rumahnya didatangi oleh 2 pelaku dan 8 orang lainnya. Para pelaku langsung mengeroyok Widodo hingga babak belur.

 

https://kenikmatanpria.wordpress.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s