Tengku Zulkarnain Raib Bak Ditelan Bumi Usai Dihadang Pemuda Dayak Di Sintang Kalimantan Barat

15780864_1853245581585659_1642214021164884172_nKLIKKIU.NET – Dewan adat Dayak Sintang menolak kedatangan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, Kamis (12/1/17).

Penolakan ini membuat Zulkarnain mengurungkan niatnya untuk turun dari pesawat. Zulakrnain bersama rombongan kemudian dikabarkan langsung meninggalkan Sintang menuju Pontianak.

Pemicu aksi penolakan ini karena pernyataan Zulkarnain yang disebut-sebut telah melecehkan suku Dayak dan menyinggung SARA.

 

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid telah memeriksa sejumlah dokumen pidato Zulkarnain.

“Saya cari pidato beliau, tidak menemukan yang menyinggung salah satu etnis,” ujar Zainut saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (13/1/17).

Meski begitu, Zainut memandang perlunya dilakukan klarifikasi agar persoalan ini tidak menjadi besar.

Zulkarnain perlu melakukan tatap muka dan bertemu langsung dengan suku Dayak Sintang untuk menjelaskan duduk perkaranya.

“Akan lebih baik bertemu dan klarifikasi supaya tidak salah paham. Ada klarifikasi dari masing-masing pihak,” katanya.

Zainut mengaku belum mengetahui persis pernyataan Zulkarnain yang dinilai melecehkan suku Dayak Sintang.

Sampai saat ini dia belum bisa meminta penjelasan dari Zulkarnain. Pengurus pusat MUI juga belum memutuskan langkah selanjutnya untuk mengurai ketegangan ini.

Dia hanya berharap masyarakat tidak mudah terpancing emosi yang akhirnya berujung persoalan lebih besar.

“Saya belum bisa kontak beliau (Zulkarnain). Belum ada rencana rapat dan bahas soal itu. Pak Ketum masih ada di luar kota. Yang penting, dengan situasi ini semua jangan terpancing dan harus bisa menahan diri,” harapnya.

Zainut mengatakan, kedatangan Zulkarnain ke Kalimantan Barat bukan dalam rangka tugas dari MUI, melainkan urusan pribadi.

“Yang pasti sudah saya cek di kantor. Tidak ada tugas MUI ke wilayah tersebut. Yang saya dapat informasi beliau diundang bupati kan beliau dai, mungkin untuk acara Maulid, jadi pribadi,” jelasnya.

Merdeka.com mencoba menghubungi Zulkarnain untuk meminta konfirmasi terkait penolakan suku Dayak Sintang. Namun telepon genggamnya tidak aktif.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Suhadi mengatakan, aksi penolakan bermula saat sekitar 30 orang tergabung dalam dewan adat Dayak Kabupaten Sintang akan menjemput Ketua DAD Kalbar, Cornelis, yang juga merupakan Gubernur Kalbar, di Bandara Susilo, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Mereka datang menggunakan 4 unit mobil koordinator dewan adat Dayak, Andreas.

“Pada saat menunggu kedatangan Ketua DAD Provinsi Kalbar Cornelis dan rombongan para forum Pemuda Dayak DAD Kabupaten Sintang mendapatkan informasi tentang adanya kedatangan Tengku Zulkarnain sehingga kelompok forum pemuda Dayak tersebut langsung melakukan penolakan dengan menyampaikan beberapa hal,” kata Suhadi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta.

Penolakan ini membuat Zulkarnain mengurungkan niatnya untuk turun dari pesawat. Zulkarnain bersama rombongan kemudian dikabarkan langsung meninggalkan Sintang menuju Pontianak..

 

 

https://kenikmatanpria.wordpress.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s