Cerita Seks Pembantu Pura Pura Tidur Yang Mau Diberi Kepuasan

16174610_1267495873317452_6591288280444148640_nKLIKKIU.NET – Aku 16174610_1267495873317452_6591288280444148640_nberumur 35 tahun, istriku 32 tahun guru SMA. kisah ini terjadi dua tahun lalu, tepatnya satu bulan sebelum puasa. Aku mempunyai pembantu namanya Dian. orangnya cukup tinggi hampir setinggi aku yaitu kira-kira 165cm, semampai, badanya langsing dengan kedua tetek yang masih sekal dan mencuat dengan ukuran tetek nya kira2 34. saya hanya kira-kira aja, karena belum pernah melihatnya.

Dina sudah bekerja di rumah sejak empat tahun yang lalu, yaitu sejak anak kedua saya lahir. ia sangat sayang sama anak saya. istri saya pun percaya ama dia. karena istri saya bekerja maka semua urusan pengurusan rumah tangga diserahkan kepada si Dina. Dina ini hanya tamat SD sekarang umurnya sudah 17 tahun. lagi segarnya memang.

Sering Dina ini ketiduran di Sofa keluarga sambil mengendong anak saya sementara istri saya telah tertidur pulas.. dekat sofa atau didepan nya ada TV ukuran 34 Inc.. disamping sofa keluarga ada meja makan. saya biasanya suka mengetik hasil transaksi bisnis di meja makan itu sampai larut malam. karean seringnya Dina ketiduran di atas sofa depan TV, lama2 saya memperhatikan ia juga.

Cantik dan sensual juga si Dina ini pikirku. Dengan kulit bersih sawo matang, rambut terurai panjang sebahu, dan kaki jenjang… selayaknya si Dina tidak pantas jadi pembantu. saya tipe suami yang setia. belum pernah merasakan memek dan harumnya gadis lain selain istri ku. oya istriku cukup cantik dengan kulit putih mulus dan bodi bahenol. kalo sedang hubungan intim ia sangat liar sekali. nafsu sex nya sangat kuat. kembali ke DIna. kadang2 waktu ia ketiduran di sofa, belahan dadanya sedikit mengintip.

pada suatu malam saya lagi pengen maen, namun istri ku lagi dapet bulan. dan seperti biasa si Dian pembantuku, ketiduran dekat sofa yang menghadap ke arah saya. saya iseng menghamprinya, dengan tangan gemetar, takut istri saya bangun.. saya belai rambutnya. ia diam aja. trus saya usap2 pipinya,..

eh..eh.. ia diem aja..trus saya mulai raba2 dadanya yang masih dalam bungkus bajunya, sementara anaknya ia peluk sambil tidur..saya mulai curiga ia ketiduran atau pura2 tidur.. kemudian saya kecup keningnya terus matanya dan mendarat di bibirnya.. eh,,ia diam aja.

saya penasaran… saya mulai isep mulutnya.. dan ia bergerak pelan..saya kaget..kemudian saya lepas ciuman saya… ia tertidur lagi. trus saya cium lagi bibirnya sambil tangan saya membelai-belai tetek nya masih dalam bungkus bajunya… saya jadi penasaran., ia betul2 tidur atau tidak..saya takut juga..terus saya duduk di kursi makan menenangkan diri..saya lihat si DIna masih terpenjam matanya..tiba-tiba ia bangun karena anaknya saya dipelukkan bangun minta susu… trus si dian bikinkan susu anak saya (laki).

setelah menyuapin anak saya dengan susu, anak saya tertidur lagi,.. si Dina minta pamit ke saya untuk nidurin anak saya ke kamar anak saya yang nomor satu… saya mengangguk sambil sibuk kerja. setelah satu jam saya lihat si Dina tidak keluar dari kamar anaknya saya. saya penasaran, kenapa ia ngak keluar dari kamar anak saya.

saya dekati kamar anak saya… dan saya buka pintu pelan2 takut ketahuan istri saya…tiba saya kaget ternyata si Dina tertidur pulas bersama anak saya.. dan yang lebih saya panas dingin adalah roknya tersingkap membuat paha nya mulus terbentang dalam kondisi mengangkang. saya masuk kekamar pelan2. trus saya berdiri disamping ranjang..

saya liaht wajah dina ia betul2 tertidur pulas… saya usap pelan-pelan celana dalam dekat memeknya pelan-pelan, sambil tangan kiri saya mengusap2 tetek nya yang menonjol seksi… saya terus mengusap2 memeknya,,dan setekah cukup lama saya merasakan celana dalamnya basah.

saya kaget ternyata ia menikmati usapan tangan saya. saya mulai curiga jangan2 ia pura pura tidur. saya menuju mulutnya. saya kecup pelan2 mulutnya sambil tangan saya terus mengusap tetek nya. mulutnya saya isep keras. terdengar lenguhan nafasnya…perutnya terangkat. dadanya ia busungkan ke atas.. aku makin penasaran. aku buka kancing bajunya diatas dadanya. sekaranag bajunya sebelas atas tersingkap.

terlihat dua bukit kembar yang ranum dan montok..saya terkesima. bentuk tetek nya indah sekali. masih kenceng. beda ama tetek istriku yang mulai kendor dan tidak begitu besar ukurannya. saya membelai tetek nya dengan penuh sayang.. sekali-kali bibir saya mengusap2 kulit teteknya yang mulus. lagi-lagi ia mendesah pelan. tangan kananku akau selipkan di antara daging tetek dan behanya.. agak sempit, saya berusaha masukin tangan saya..

hmm bukan maen..terasa daging tetek nya kenyal dan dingin sejuk sekali. saya remas2 tetek berkali sambil tangan saya bergantian meremes2 teteknya. mulut saya terus mengecup bibirnya. lidah saya kadang saya masukin kedalam mulutnya. ada sedikit respon saat lidahku akau masukin kedalam mulutnya. ia sedikit mengisap lidah saya. saya tambah nyakin kayaknya ia pura-pura tidur. meskipun matanya terpenjam, namun napsu nya mulai naik.

sakong-klik-qq-728

Saya tak sabaran lagi pengen lihat tetek nya secara utuh. saya buka tali BH nya dan sekarang tetek nya betul2 dah teanjang. namun untuk jaga2 aku tetap tidak melepas bajunya yang tersingkap. hanya bhnya yang saya lepas talinya kemudian saya tarik ke atas sehingga tetek nya yang montok itu menyembul keluar.

saat itu juga saya langsung menyergap kedua putingnya. saya isep2 bergantian kiri dan kanan,. sementara tangan kanan saya terus memasukkain jari tangan saya kedalam memeknya..dia mengelinjang2 dengan pelan. puas mengisap putingnya. kontol saya sudah sangat tegang sekali.

saya lepas celana pendek saya. terus memperhatikan mulutnya yang sedikit terbuka, matanya masih terpenjam, kayaknya ia pura2 tidur…trus aku naikin dadanya, posisi ia telentang pasrah. Sampai di dadanya, paha saya geser dikit ke atas.

terus kontol saya yang udah asngat tegang langsung aku sodorkan kedalam mulutnya. aku masukin dengan paksa kontol ko yang besar dan tegang itu ke mulutnya.. agak susah dn ada sedikit penolakan. tetapi penolakan tersebut tidak begitu kuat. saya terus memassukkan kontol saya kedalam mulutnya..

saya majukan pelan-pelan…terasa kontol saya menyentuh giginya..ia mengerakkan giginya..wow..ia betul-betul ngak tidur.. nagk mungkin ia tidur, melihat ia menggerakan giginya sambil menekan kontol saya..ohghhh sensai yang luar bisa…

sambil memmaju mundurklan kontol saya kedalam mulutnya, tangan saya yang kiri menjulur ke arah tetek nya aku remas2 tetek nya wow betul nikmatnya..ia masih perawan pikirku..dan belum pengalaman yang beginian. saya ingat istri saya..saya berdiri dari dari atas dadanya kontol saya lepaskan dari mulutnya..namun saya kaget..

pada saat kontol saya lepaskan dari mulutnya pelan2 tiba mulutnya menjepit kontolku. aku agak susah menarik kontolku… namun pelan2 akhirnya kontolku lepas. aku biarkan ia telentang dengan baju tersingkap dan kedua tetek nya menyembul bebas dengan seksinya. aku pakai celana dan terus aku kekamar mengintip istri ku..

wow ternyata ia tidurnya sangat pulas,… aku tutup pintu kamarku dan kembali kekamar anakku yang ada si Dnna.. begitu aku lihat di ranjang, posisi Dina tidak berubah posisinya.. aku semakin dapat angin. kontol masih tegang dan tidak turun2… aku elus memeknya masih pakai celan dalam. memeknya dah basah sekali.

aku buka celan dalamnya pelan2 terus, aku pelorotkan sampai ke mata kakinya, aku ngak berani melepas total celana dalamnya. pelan2 aku naikin dia dan kontolku aku arahkan ke lobak memeknya yang bsah itu.. aku bimbing kontol ku yang panjang dan tegang ke arah lobang memeknya. kakinya aku reanggangkan..

lobang memeknya masih sempit. kuliahat wajahnya pasarh dan mata nya tetap terpenjemn dan kelihatan mulutnya bergeraka menahan nikmat.. ia pura2 tidur. tetapi saya ngak peduli yang pemting aku lagi masukin kontolku ke memeknya….sempit. dan susah sekali masuk kontolnya.

ia mendesah pelan-pelan. badan ku aku rebahkan diatas bdannya. tetek nya menekan dadaku.wow nikmat banget.. tiba-tiba tanganya ia rangkulkan ke leherku dan menekan2 pinggulnya ke arah kontol ku yang sedang bersusah payah menuju lobang kenikmatannya. pelan2 kontol ku masuk..dan seperti batang kontolku telah amblas. ia merintih2 ngak karuan tetapi dengan mata yang masih terpenjamn. mulutnya aku ciumi lagi dengan ganasnya…ia membalas ciuman ku.

sekarang ia dah mulai menghisap2 lidahku dan mengginggit ujung lidah dengan pelan.. napsu ku tak karuan.. ia terus menekan pinggulnya ke arah kontol..tibah ia tersendak oughhh. ooughhh.. oughh… bersamaan dengan terasa kontol ku menembus sesuatu..

aku lihat kebawah pada saat aku maju mundurkan kontolku..ada warna merah mudah di batang kotolku yang lagi maju mundur tersebut…aku kaget dan ngak sadar ternyata aku telah memecah perawanya.. tetapi ia kelihatan senyum tipis, wajahnya menegang… ada rasa penyesalan

..namun kenikmatan duniawa mengalahkan semuanya.. akhir aku genjot kontol keluar masuk memeknya sambil tanganku tak henti2nya meremas2 kedua tetek nya seksi.. sementara mulutku terus mengisap2 lidahnya dan mencupang lehernya…..

ough..nikmat.. tiba-tiba ia mengejang bersaman dengan itu akupun menyemburkan air mani panas kelobang memeknya. cukup banya air mani….yang masuk kelobang memeknya..akhir aku lemas.. dan diam-diam aku tarik kontoku dari lubang memeknya.

aku turun dari ranjang. aku lihat anakku masih tidur pulas. dan pembantuku Dina juag dalam keadaan tidur pulas… dan matanya terpenjamn. aku rapikan pakaiannya setelah celana dalam dan bhnya aku kancingin lagi… aku keluar kamar anakku.. masuk ke kamar tidurku dan kulihat istri tidur dengan pulas., untung ia ngak bangun.

Besok paginya aku bangun, istriku dah berangkat kerja. kulihat Dina, sikapnya menunjukkan biasa saja…ia sempat tanya ke saya,.. pak semalam aku mimpi aneh deh…kok lain dan anuku terasa perih…terus ia bilang kenapa ada warna merah ya pak di paha dan dalam celananya..ia nanya dengan lugu..

aku pura ngak tahu…namun kelihatan ia puas. sambil tersenyum ia pergi kekamar mandi. END

 

DAFTAR , DEPO , MAIN , TARIK DANA KE REKENING ANDA !! KLIK DISINI 

Cerita Dewasa ML Dengan Istri Sendiri Dikantor

14729188_1158765064190534_7621882366424124922_n.pngKLIKKIU.NET – Panggil saja namaku Abi, aku berumur 27 tahun, aku adalah seorang pengusaha. Aku baru saja menikahi wanita cantik berjilbab, namanya Olive. Olive mempuanyai seorang adik perempuan yang bernama Risma. Mereka adalah kakak beradik yang cantik dan manis, keduanya bertubuh mulus dan berbadan tinggi semampai, itulah salah satu motivasi aku menikahi Olive, karena tubuhnya yang indah.

Namun akupun sangat tertarik kepada adiknya, Risma. Bedanya, ia tidak ber jilbab dan slalu mengenakan baju sexy dan mini, tak kala aku sedang menonton TV bersamanya di ruang keluarga aku slalu berusaha mencuri-curi pandang ke arah tubuhnya yang terlihat mulus. Namun hasrat itu hanya bisa ku pendam saja.

Kala itu, aku sedang bekerja di ruangan kerjaku di perusahaanku, kebetulan perusahaanku sedang mengalami sedikit guncangan akibat dampak makin banyaknya perusahaan saingan di kotaku itu. Pada saat jam pulang kerja, tepatnya pukul 17.00 aku terdiam diri sendian di ruanganku karena memikirkan masalah itu.

Kurang lebih 30 menit aku melamun, dan tiba-tiba terbayang sosok Risma fikiranku, aku membayangkan dirinya sedang bugil, pikiran kotorku semakin merajalela dan kontolkupun mengeras seketika. Ketika sedang asik menghayalkan tubuh indah risma terdengar suara ketukan pintu “tok tok tok” aku kaget dan tersadar, ketika membalikan badan ternyata Olive istriku datang untuk menjemputku.

Karena rencananya pulang kerja kami mau pergi makan malam bersama Olive dan adiknya juga. “eh… sayang…. udah siap ni, cepet amat datengnya!!” tegurku, “ah… iyah yang… aku sengaja datang lebih cepat karena takut jalanan macet, sekarangkan malem minggu” jawab olive.

“Mana Risma yang??? Katanya dia mau ikut dengan kita makan malam dan nonton??” “oh… iyah nanti dia nyusul katanya, soalnya dia mau ngembaliin buku ke temennnya dulu, gak lama lagi nanti dia datang ko” jawab olive sambil duduk di pangkuanku, dan diapun menyadari penisku sedang keras,

“eh… sayang,… lagi pengen yah???? Itunya bangun tuh…” ledeknya. Iya ni yang… aku lagi pengen, kita ML dulu yuk… karayawan udah pada pulang ko, Cuma ada satpam, dia juga jam segini lagi pulang dulu, dia baru bakalan jaga lagi nanti jam 9 malem” ajakku kepada Olive. “ah… jangan disini ah.. nanti kalo Risma dateng gimana??!!” jawab olive.

sakong-klik-qq-728

“Ahh…. pasti Risma telpon dulu kalo dia mau nyampe sini, dia kan penakut, ga mungkin masuk ke kantor sendirian, apa lagi kalo sore kantor ini sepi”. Akhirnya istriku mau menerima tawaranku tadi, “Iya deh sayang…. tapi aku ga lepas jilbab yah… soalnya ribet pasangnya lagi… kan kita mau jalan abis ini hehehh…” “iya deh… pakek jilbab lebih asyik kok…” akhirnya kamipun saling berpelukan sambil berciuman, aku lumat bibir kecil istriku, sambil tanganku meraba-raba payudaranya yang tak begitu besar,

perlahan tanganku melepaskan roknya namun bibirku masih tetap melumat bibirnya, semakin bernafsu aku lepas pula atasan baju istriku, dan ku remas-remas dengan keras payudara olive yang masih terbingkus Bra, lalu aku lepaskan Branya dan aku lumat puting merah muda di puncak gunung kembarnya Olive,

terdengar suara erangan Olive yang mendesah kenikmatan… “ahhh…. sayang….. enak yang… ahhh…. terus nenenin tetek aku yang….!!! aahhh….” semakin semangat saja aku menjilati tubuhnya, kini akupun berada di selangkangannya, tanpa pikir panjang, aku pun membuka celana dalam birunya, dan aku jilati kemaluan olive yang bersih dari bulu itu.

kemudian aku buka mulut memeknya yang wangi dan masih terlihat selaput dara yang baru saja aku rusak di malam pertama kami 1 bulan yang lalu, kemudian aku jilati klitoris Olive, dan “ ahhhh… sayang… ahhh… geli yank…. ahh…. aku serasa pengen pipis….” namun aku tak menghiraukannya,

aku terus saja menjilati klitorisnya sambil memasukan jari tengahku ke dalam mulut memek Olive, semakin cepat aku menusukan jari tengahku, semakin dahsyat desahan Olive, “ahhh….. sayang… ahhh… ahhh… aku mau dapet yang…. ahhhhhh……” pantatnya nampak menggelinjang dan pahanya tiba-tiba menutup menjepit kepalaku, ternyata Olive sudah orgasme,

aku pun segera membuka celanaku, ketika sedang membuka kemeja, tiba-tiba pintu ruanganan ku terbuka, karena ternyata aku lupa menutupnya rapat-rapat dan menguncinya, aku dan istriku langsung kaget, ternyata pintu itu terdorong oleh sesosok tubuh yang telah tak mengenakan baju sehelaipun, dan ternyata itu adalah Risma, yang ternyata sedari tadi ia mengintip kami, dan bermastrubasi sambil menyaksikan kami berdua ML,

tanpa pikir panjang, aku langsung menarik lembut tangan Risma dan membisikkan di telinganya “Ayo sini kakak puaskan bareng kak Olive” dengan malu-malu iya mengikuti tarikan tanganku, aku tak sadar bagaimana respon Olive yang sedang terkulai lemas di atas meja kerjakun karena orgasme pertamanya itu,

namun setelah aku memandang wajahnya, Olive malah tersenyum dan senyum itu memberi arti bahwa Risma boleh ikut ML bareng, akhirnya Risma aku suruh jongkok dan aku pegangkan Penis kerasku, dengan malu-malu ia mengocok-ngocok kontolku dengan pelan, tiba-tiba Risma langsung melumat dengan liar penisku, aku sedikit kaget karena ternyata ia sangat pandai menghisap kontol, aku hanya bisa menikmati sambil sesekali mendesah kenikmatan… “ahhh…. ayo Risma sayang… sepong terus kontol kakak… uhhh… ahhh…. yes… “

Setelah puas aku disepong oleh Risma, aku langsung berbaring di atas meja dan menyuruh Olive menaiki badanku dan menduduki penisku, “ah……. enak yang…. ahh… aku goyang yahh… ahh…” desah olive, sambil tanganku meraba-raba Memek Risma yang berada di sebelah Olive.

Dan tak lama Olivepun berhenti dari genjotannya itu sambil mendesah “ahhh…… ahhh….” dan terasa pantatnya kembali menggelinjang dan pahanya ia tutup rapat-rapat. Kemudian aku bisikan kepada Olive, “yang…. aku coba punya Risma juga yah…” kemudian olive pun hanya mengangguk tak berkata apapun sambil beranjak dari atas badanku.

Kemudian aku suruh Risma menduduki penisku, dan tanpa ragu Risma duduk di atas badanku, sambil menuntun penisku ke dalam Memeknya, ohh….. walau sudah tidak perawan namun memek Risma sungguh nikmat, “ahh… kak… ahh…. enak kak… genjot dari bawah kak!!!” desahnya.

Dan akupun goyangkan kontolku secara cepat sambil memandangi wajah dan tubuh risma yang menghadap ke arahku. Akupun terus menggenjot memek Risma dari bawah…. dan beberapa saat kemudian, Risma mendesah… “ahhhh.. ahh…. kak… terus genjot…. Risma mau dapet ni… ahh…..” akupun terus menggenjot dan karena saking bernafsunya menggenjot, akupun tak kuasa menahan ejakulasiku,

Namun sesaat sebelum aku berejakulasi, Risma mendesah… “ahh… aku dapet… kak…” sambil menggelinjang, dan akupun mengeluarkan lahar putihku di dalam memek Risma, adik dari Istriku. Sungguh nikmatnya memuncratkan sperma hangat di dalam memek yang selama ini aku hayalkan.

Akhirnya aku tersenyum puas sambil memandangi wajah kedua kakak beradik itu, kemudian Olive mencium bibirku, dan berbisik “enak mana yang? Punya aku apa Risma??” aku hanya tersenyum, dan meremas payudara Risma yang masih terduduk di atas kontolku. END

 

DAFTAR , DEPO , MAIN , TARIK DANA KE REKENING ANDA !! KLIK DISINI

Cerita Seks Kakak Iparku Dunia Fantasiku

14955789_1179493575451016_1671139129333124105_nKLIKKIU.NET – Aku biasa di pangil Kun. Kedua orang tuaku sudah meninggal, Ketika itu aku baru kelas 2 SMP, Aku terpaksa ikut Mas Pras. Dia adalah anak ayah dari isteri pertama. Jadi aku dan Mas Pras lahir dari ibu yang berbeda. Mas Pras ( 30 tahun ) orangnya baik dan sayang kepadaku, tapi istrinya……… wah judes, dan galak.

Ketika Ibuku meninggal, yang mengakibatkan aku jadi sebatang kara di dunia, Mas Pras baru seminggu menikah. Kehadiranku di keluarga baru itu, tentu sangat mengganggu privasi mereka. Rumah kontrakan sempit hanya ada tiga ruang. Kamar tidur, kamar tamu dan dapur.

Aku merasakan sikap yang kurang enak ini sejak aku hadir di situ. “Kun, kamu tidur di kursi tamu dulu, ya…? Atau di karpet juga bisa. Kamu tau kan, memang tidak ada tempat?” Mas Pras menyapaku dengan lembut.”Sama Mbak-mu harus nurut.

Bantu dia kalu banyak pekerjaan” Aku hanya mengangguk. Aku tidak begitu akrab dengan Mas Pras, karena memang jarang bertemu. Aku di Jogja, Mas Pras kerja di Semarang. Nengok ibu (tiri) paling setengah tahun sekali. Sambil mengirim uang buat biaya sekolah aku. Kakak lalu berangkat kerja. Dia adalah sopir truk antar- propinsi. Saat itu aku putus sekolah.

Di Jogja belum keluar, tapi di Semarang belum masuk ke sekolah baru. Sehari-hari di rumah sempit itu menemani kakak ipar yg baru seminggu ini kukenal. Rasanya aku tidak krasan tinggal di “neraka” ini. Tapi mau ke mana dan mau ikut siapa? Pagi itu aku sudah selesai menjemur pakaian yang dicuci Mbak Narsih. Kulihat dia lagi sibuk di dapur. “Mbak, saya disuruh bantu apa?” aku mencoba pedekate dengan Mbak Narsih.

“Cah lanang, bisanya apaaa. Sana ambil air, cuci gelas, piring dan penuhi bak mandi.” Sakit telinga dan hatiku mendengar perintahnya yang kasar. Tanpa ba-bi-bu semua kulaksanakan. Karena tak ada lagi yang mesti dikerjakan lagi, iseng-iseng aku nyetel radio kecil di meja tamu (Kakak gak punya tivi) “E…malah dengerin radio……….sana belanja ke warung” aku diberi daftar belanjaan. Untungnya aku sudah biasa membantu Ibu ketika beliau masih ada. Aku hidup bersama Ibu sejak kecil, karena ayah sudah lama meninggal. Agak jauh warung itu.

Aku tidak malu-malu dan canggung beli sayuran, malah Bu Salamun, yang jual sayur heran, “Mbok, nyuruh pembantunya, to cah bagus. Kok belanja sendiri.” Aku cuma senyum saja. “Ini, Mbak, belanjaannya. Ini susuknya.” Kuserahkan tas kresek dan uang kembalian, tapi Mbak Narsih tetep sibuk marut kelapa.

Kutaruh saja tas kresek itu di kursi kayu dekat kompor minyak. Memang kesannya dia baru marah. Padahal aku tidak merasa melakukan kesalahan apa pun. Tanpa disuruh aku ikut mengupas bawang, memetik sayur dan menyiapkan bumbu yang tadi kubeli. “Mau bikin sayur lodeh,to Mbak?” “Sok tau………..” jawabnya ketus. Dia mulai masak. Aku keluar saja.

Ada rasa ngeri deket-deket orang marah. Di luar aku nggak berani dengerin radio lagi. Ingin rasanya aku menangis dan pergi dari rumah ini. Aku duduk di teras rumah melihat orang berlalu lalang di depan rumah. Tiba-tiba aku membaui masakan yang gosong.

Tapi aku tidak berani masuk. Takut dibentak istri Mas Pras yang cantik tapi guualakke pol itu. “Kuuuuuunnn…………..sini” Mbak Narsih berteriak memanggil. Aku bergegas masuk. Kulihat dapur berantakan. Panci sayur di lantai, sayur tumpah. Kursi tempat menaruh bumbu sudah terguling.Bumbu bertebaran di lantai.

Dan…. kompor menyala besaar sekali. Untung aku tidak ikut panik dan bisa berpikir cepat. “Mbaaaakk…kenapa tanganmu?” Kulihat tangannya merah melepuh, Tangan Mbak Narsih sepertinya ketumpahan kuah tapi perhatianku lebih tertuju pada kompor yang menyala besar sekali,. Cepat kuambil keset di ruang tamu, kubasahi dengan air cucian dan kututupkan ke kompor yang menyala itu.

Sesaat kemudian kompor itu padam. Cepat kupetik papaya di depan rumah ( padahal itu milik tetangga) kubelah pakai pisau. Lalu getahnya kuusapkan ke tangan Mbak Narsih yang melepuh. “Jangan…nanti sakit….ngawur….aduuuuh,,,” Mbak Narsih menangis dan aku nekad merawat & menutup lukanya iu dengan sayatan-sayatan papaya mentah.

Luka itu akhirnya tertutup semua dengan sayatan buah papaya. Keliatannya usahaku berpengaruh. Mbak Narsih agak tenang sekarang. “Sudah dingin, Mbak?” aku menatap dengan iba kakak iparku yang malang ini. Air matanya meleleh.

Dia diam membisu sambil menggigit bibirnya menahan sakit. Pasti panas dan perih, aku tahu itu. “Kun, kita gak bisa makan siang.” Akhirnya keluar suara Mbak Narsih, pelan tidak galak lagi.“Wis Mbak, istirahat saja, masih sakit kan?” kutegakkan kursi yang terguling dan kutuntun Mbak Narsih duduk. Dapur segera kubersihkan.

Kompor bisa menyala lagi. Sisa-sisa bumbu yg ada kupakai untuk masak sayur pepaya. Aku sudah terbiasa membantu Ibu, jadi ini hanya suatu kebiasaan. Mbak Narsih hanya melihat aku sibuk di dapur tanpa komentar. Dia terus-terusan mengaduh kesakitan.

Tapi aku mendahulukan selesainya pekerjaan di dapur. Sayur sudah masak. Nasi sudah ada. Semua kuatur di meja tamu yang sekaligus menjadi meja makan. “Mbak, mau makan? Tak ambilke, ya?” Mbak Narsih hanya memandangku dengan mata basah.

“Kun, kamu baik, ya? Terimasih, ya Dik, tapi kedua tanganku melepuh begini, dan ini perutku perih sekali. Kulihat perut Mbak Narsih, Astaga…. Ternyata daster sebelah kiri sudah terbakar dan perut Mbak Narsih bengkak kemerah-merahan. Aku cari sisa-sisa irisan papaya tadi. Aku parut lembut dan kuparamkan di perutnya.

Waktu itu aku tidak berpikir macem-macem, karena perhatianku pada penderitaannya. Dia agak tenang sekarang. “Ambilkan daster Mbak yang utuh di lemari, Kun. Yang kupakai ini dibuang saja, sudah separo terbakar.” Aku ambilkan daster pink di lemari lalu….aku berhenti dan termangu di depan Mbak Narsih. “Ayo, buka daster yang terbakar ini. Tolong diganti dengan yang kamu ambilkan tadi.” Mbak Narsih melihat keraguanku tadi.

‘Pelan, pelan…. Ada yang masih lengket di kulit…ssss… adduuuh” Akhirnya daster itu bisa kulepas. Baru kali ini aku melihat dengan jelas dan dari dekat, wanita setengah telanjang. Mbak Narsih berkulit putih bersih. Perutnya rata dan…. yang terbungkus di bra hitam itu bulat putih dan besaar. Aku terpesona sesaat. “Ayoooo….. dingiiin, Kun. Cepat ambil daster pink itu” aku tersadar dari pesona keindahan di depanku segera memakaikan daster itu. Siang itu aku menyuapi Mbak Narsih. “Enak, Kun, masakanmu.

Kamu kok bisa masak, to?” “Halah, aku Cuma liat Ibu masak dan sering membantu Ibu.” Tapi dalam hati aku bangga memperoleh perhatian seperti itu. Lik Yanto dan Mbak Saodah, isterinya, datang menengok dan memberi salep dingin.sakong-klik-qq-728

Tiap hari, pagi dan sore aku mengolesi luka-lukanya. Kedua tangan, jari, dan perutnya. Tiga hari aku merawat Mbak Narsih ……. selama merawat suasana sudah berubah total. Keadaan dia, dua tangannya nyaris nggak bbisa pegang apapun. Telapak tangan melepuh, membuat dia menyadari bahwa saat itu, aku diperlukan merawat nya, selama Mas Pras belum pulang.

Karena tiap pagi dan sore, mengepel tubuhnya, aku bisa melihat dari dekat seperti apa tubuh wanita dewasa itu. Saat aku mengelap tubuhnya, aku jadi tau, bentuk payudaranya yang bulat dan kenceng, putingnya yang coklat dipucuk gunung putihnya, Saat kulepas celdamnya, bisa kulihat bibir bawahnya yang indah berambut tipis. Pangkal pahanya lebih putih daripada sekitarnya. Memang Mbak Narsih wanita cantik sempurna.

Kakakku tidak salah memilih pasangan hidupnya. Mas Pras ganteng, Mbak Narsih cantik. Hidungnya mungil tapi tidak pesek. Runcing indah di atas bibirnya yang mungil. Seperti artis, tapi tubuh kakakku jauh lebih besar dan lebih tinggi. Tanpa kusadari, aku kok merasa asyik merawat kakakku ini. Pengen nya hari segera sore atau kalau malam ingin segera pagi.

Ada kerinduan untuk merawat dan melihat keindahan itu. Ah, berdosakah aku? Sering aku diam melamun diombang-ambingkan perasaan ingin menikmati tapi juga merasa bersalah kepada Mas Pras. Setelah tiga hari hanya di lap dan dipel dengan handuk basah., pagi itu dia minta dimandikan dengan air hangat. Kusiapkan air hangat di baskom. Mbak Narsih duduk di kursi kayu, kamar mandi kubiarkan terbuka, agar ruangan lebih luas dan aku bisa ikut masuk mengguyur tibuhnya dan memandikannya.

Aku merasakan kehalusan kulitnya saat aku menyabuni tubuhnya. Pahanya yang mulus dan bersih, pundak dan lehernya yang jenjang dan putih. Tadinya aku ragu-ragu untuk menyabuni susunya. Tapi Mbak Narsih dengan “marah” memaksaku menyabuni bukit kembarnya itu. “Kun, terus saja gosok dan putar-putar di situ, biar bersih.” perasaan sudah bersih banget, kenapa disuruh menyabuni terus. Melihat kemontokannya terasa celanaku jadi sempit.

“Nah. Diputar putar gitu, Kun. Terus dari bawah diangkat sambil digosok.” Mbak Narsih terus member pengarahan. Kusangga payudaranya naik, lalu sedikit kuremas dan kupijit. Mbak Narti tidak protes, Cuma memandang ke payudaranya yang semakin menggembung montok itu. Apalagi kedua tangannya diangkat naik karena takut telapak tangannya yang luka terkena air, sehingga keteknya yang bermbut tipis itu terbuka lebar.

Payudaranya terangkat naik. “Sekarang, ambil air lagi, diguyur pelan-pelan. Sambil dihilangkan sabunnya.” Kuguyur merata, dan sisa-sisa busa larut ke bawah menampakkan kecerahan kulitnya yang semakin terang. Aku yakin tanpa lampu pun kamar mandi itu akan terang benderang karena kecerahan kulitnya.“Dikosoki, Kun biar dakinya ilang.” Mbak Narsih mengulang lagi. Mulutku terkatub rapat sambil menggigit bibir, menahan perasaan aneh di hati, kugosok-gosok sisa sisa sabun yang terasa licin itu.

Memang enak rasanya menyentuh daging empuk ini. Aku malah setengah meremas pada ujung-ujungnya. Aku heran kenapa pucuknya keras. kenapa setiap aku remas ujung susunya, Mbak Narsih memejamkan matanya. “Masih sakit, Mbak?” Dia Cuma menggeleng tapi tetap mata terpejam.

“Kun, sudah tiga hari ini Mbak nahan untuk tidak ke WC, tapi perutku sudah sakit banget. Aku mau ke WC, Nanti tolong kamu semprot ya anuku, pakai toler air. Tanganku masih melepuh.” Mbak Narsih jongkok di WC, pintu kututup. Wah, baunya sampai juga di luar. Aduuuh, tugas berat nih, keluhku dalam hati membayangkan kotoran yang baunya saja sudah begitu menyengat. Kupijit hidungku. “Kun, buka pintu WC dan semprot aku ya” kudengar suaranya dari dalam.

Sudah kusipkan air yg kuberi sedikit obat pel yang wangi. Kubuka kran dan kutembakkan “water kanon” itu untuk membersihkan kotoran yang menempel di sana. Lalu Mbak Narsih membalikkan badan, membelakangiku. Pantatnya yang besar dan putih itu terpampang di hadapanku,”Semprot, Kun….!” Aku arahkan dari bawah air itu menyemprot lubang anusnya. “Sudah bersih belum Kun?” Mbak Narsih nungging, terlihat dua lubang dobel.

Berwarna pink semuanya. Ooo, seperti ini bentuk tempik perempuan dewasa dari dekat? Celanaku semakin mengggembung. “Sudah belum? Kok lama sekali lihatnya?” dia protes “SSssuudah…Mbak, jelas sekali…eeehh bersih sekali” aku jadi salah tingkah dan keseleo lidah. “Sekarang ambil sabun. Tolong sabunilah biar hilang baunya. Tanganmu gak akan kena kotoranku lagi” Haaaa…. Menyabuni “ituuu?” Aku kok jadi bersemangat, tapi kusembunyikan kegiranganku itu dengan bersikap senormal dan setenang mungkin.

Kugosok anusnya dengan sabun, lalu kemaluannya secukupnya, kemudian kubilas lagi dengan semprotan air wangi tadi.. Pengin-nya aku mau lama- lama, tapi aku malu. Waktu meraba belahan kemaluan Mbak Narsih tadi, punyaku berkedut-kedut hebat seperti mau kencing. “Kun, kok cepet-cepet, ya nggak bersih dong.” Sergah Mbak Narsih dengan raut marah.”Ayo lagi” Aku ambil sabun lagi. Lubang duburnya kuusap-usap pelan, dari belakang kulihat bokong putih itu terangkat-angkat saat aku mengusap tadi.

Seluruh permukaan bokongnya kusabuni dengan penuh perasaan. O, bersihnyaaaa..ooo putihnya…. Lalu kutelusupkan jariku maju ke “garis” di depan sana. Ternyata jariku “keceplos” ke dalam alur yang basah dan hangat. Di dalam terasa ada keduta-kedut yg menjepit jariku.

Seperti aliran listrik, menjalar ke celanaku terasa juga kedutan kedutan liar di yang semakin terasa. “Terus saja, Kun, teruussss….. nah.. pinter kamu, Kun…” Mbak Narsih menggumam seperti ngomong sendiri. Aku semakin tak bisa menahan kedutan di celanaku. Tak terasa dan tak kusadari, jariku bergerak menusuk semakin dalam ke “sana” seiring rasa yg kurasakan.

Ujung jariku terasa menggapai-gapai sesuatu yang menonjol di dalam “sana” dan Mbak Narsih mendesis ; “Aaaaahhhh.. ssssshhh…” mendengar rintihan Mbak Narsih, aku semakin “menderita” karena ada semacam gelombang getaran yang mau menjebol benteng. Jariku bergerak maju-mundur semakin cepat, dan gelombang itu semakin mendekat.

”Aaaahhhh…Mbak..” Bersamaan dengan itu Mbak Narsih juga merintih,”Ahh ssshhh,,,, aku keluaarrrr… oooohhhh” Aku merasa ada yang keluar di celanaku. Aku ngompol! Padahal aku tidak tidur? Tapi kok enaaak sekali? Tiba-tiba aku merasa malu, takut kalau Mbak Narsih menoleh dan melihat celanaku basah. Mbak Narsih keliatan lemes tapi wajahnya mengekspresikan kepuasan.

Setelah kulap dengan handuk seluruh tubuhnya, aku kenakan daster yang bersih. Rambutnya aki sisir rapi. Mbak Narsih diam saja dengan sikap manis. Pagi ini terlihat dia sangat cantik. Sambil menyisir rambutnya, kupandangi sepuasnya makhluk cantik di hdapanku sepuas-puasnya. Seminggu kemudian Mas Pras pulang. Perban sudah dilepas, tapi tangan jadi belang. “Kenapa, Sih, tanganmu?” Mas Pras terlihat kuwatir. “Kompornya meledak. Untung ada pahlawan kecilmu.” Mas Pras mengelus kepalaku. dia tersenyum.

Aku jadi bangga campur nalu. Aku khawatir Mbak Narsih cerita kalau aku menyeboki dia. Aku berdebar- debar terus. Untung Mbak Narsih malah cerita kalau aku ternyata pinter masak dan merawat. “Dik Narsih, Kuntadi ini juara masak dalam lomba masak di sekolahnya. Dia juga bintang lapangan basket.”

Pujian Mas Pras membikin aku semakin malu saja. Meskipun itu memang benar. END

 

DAFTAR , DEPO , MAIN , TARIK DANA KE REKENING ANDA !! KLIK DISINI

Cerita Seks Perselingkuhan Dengan Janda Bernama Ratih

ig-5KLIKKIU.NET – Sebagai pasangan suami istri muda yg baru setahun berumah tangga, kehidupan keluarga kami berjalan dgn tenang, apa adanya dan tanpa masalah. Aqu, sebut saja Ratih (23), seorang sarjana ilmu pemerintahan. Usai tamat kuliah, aqu bekerja pada kantor pemerintah daerah di Solo. Kulit badan aqu putih bersih, tinggi 163 cm dan berat 49 kg. Sementara ukuran bra 34b.

Sementara, suami aqu juga ganteng. Adri namanya. Usianya tiga tahun diatas aqu atau 26 tahun. Bergelar insinyur, ia berkerja pada perusahaan jasa konstruksi. Adri orangnya pengertian dan sabar. Soal hubungan kami, terutama yg berkaitan dgn ‘malam-malam di ranjang’ juga tak ada masalah yg berarti. Memang tak setiap malam. Paling tak dua kali sepekan, Adri menunaikan tugasnya sebagai suami.

Hanya saja , jika hasrat aqu sedang meninggi ,dan Adri menolak berhubungan badan dgn alasan lelah , itu membuat aqu kecewa. Memang aqu aqui kalo soal yg satu ini , aqu lebih agresive . Bila Adri sudah berkata, “Kita tidur ya,” maka aqu pun menganggukkan kepala walau waktu itu mata aqu masih belum mengantuk.

Akibatnya, tergolek disamping badan suami , dgn mata yg masih nyalang itu, aqu sering , menghayal. Menghayalkan banyak hal. Tentang jabatan di kantor, tentang anak, tentang hari esok , sampai tentang ranjang. Seperti cerita Ani atau Indah di kantor, yg setiap pagi selalu punya cerita menarik tentang apa yg mereka perbuat dgn suami mereka pada malamnya.

Kalo sudah begini , tanpa aqu sadar , kemaluan aqu mulai berlendir . Untuk mengobati kekecewaan dgn suami aqu , aqu melaqukan mastubasi . Tak ada jalan lain , entah apa kah aqu seorang hypersex . Suatu malam sepulang makan malam di salah satu resto favorit kami, entah mengapa, mobil yg disopiri suami aqu menabrak sebuah sepeda motor. Untung tak terlalu parah betul. Lelaki yg membawa sepedamotor itu hanya mengalami lecet di siku tangannya.

Tetapi, lelaki itu marah-marah. “Anda tak lihat jalan atau bagaimana. Masak menabrak motor aqu. Mana surat-surat mobil Anda? Aqu ini polisi!” bentak lelaki berkulit hitam , berperut buncit itu pada suami aqu. Kulihat sorot matanya tajam memandang diriku . Ketika mataqu sejajar dgn matanya , aqu menerima sinyal sinyal , aneh . Matanya seperti mengirim , sinyal birahi ke otakku . Aqu segera menghindar , memalingkan mukaqu.

Setelah bernegosiasi dgn suamiku , Kemudian dicapai kesepakatan, suami aqu akan memperbaiki semua kerusakan motornya. Sementara motor itu dititipkan pada sebuh bengkel. Orang berperut buncit itu , yg kemudian kita ketahui bernama Karmin , pun setuju . Akhirnya kita melanjutkan , perjalanan dan tiba dirumah . Entah kenapa , sosok Karmin membaygiKu , dan membuatKu agak birahi . Aqu masuk ke kamar mandi, untuk mencuci muka , dan menganti pakaian .

Untuk mengoda suamiKu , aqu mengenakan pakaian tidur tipis , tanpa bra . Lalu aqu kembali ke kamar tidur . Aqu memerima kekecewaan , suamiku terlihat sudah tertidur pulas . Aqu dgn membawa rasa kecewa , berbaring di samping suamiku . mataqu menerawang jauh . Tiba tiba ruangan tidurku menjadi gelap , badanku kehilangan gaya gravitasi , seakan badanku melayg .

Dan aqu meresa sesak , badanku di himpit sosok berbadan besar , aqu berusaha sekuat tenaga mendorongnya . Sosok itu mundur beberapa langkah , waktu itu juga ruang kamarku kembali terang . Kudapati Karmin , dgn mimik muka , penuh nafsu menghapiriku . Badanku bagai kehilangan tenaga . Dia merambet baju tidurku , dan merobek begitu saja . Kemudian tangan tangannya yg kasar , meremas buah dadaqu , aqu merasa sakit sekali . “ lepaskan , tolong .. tolong… “ pekik panikKu .

Lidahnya yg terlihat kasar , menjulur keluar , dan mengenai putting susuku . Waktu itu juga , getaran getaran birahi merasuk badanku . Aqu mendesah kenikmatan . Lidahnya turus berputar , memberi sensasi nikmat di puting susuKu yg mulai membesar. Tanpa kusadar , bagian bawah badanku mulai berlendir . Lidah Karmin terus turun dan turun , pusar ku pun di gelitik oleh lidah kasarnya . Lidah kasar itu tak bisa berhenti , dan terus memberiku rasa yg sangat nikmat . Makin kebawah , terus dan lidah itu mulai menjilati bagian paling pribadi di badanKu.

Aqu mengerang , merasakan nikmat yg tak pernah aqu rasakan sebelumnya . Lidah itu terus menjilati selangkangan celana dalamku . Tapi rasanya lidah itu bersentuhan langsung ke klitorisku . Aqu mendesah desah , dgn penuh nafsu . Pinggulku bergoyg seirama dgn jilatan Karmin . Dan terus begitu , sampai badanku mengeram , kejang . Aqu menjerit sekeras mungkin “ Aghhh aqu aqu keluarrr “ .

Badanku mengeliat , menikmati orgasme yg di berikan Karmin . Sewaktu kemudian Karmin , hendak menarik turun celana dalamKu . Waktu itu aqu teringat suamiku tercinta . Segera Kakiku dgn kuat mendgn badannya . Karmin hanya tersenyum , dan dia mengambil pentungannya . Pentungan yg selalu dibawanya . Pentungan hitam sepanjang 60 cm , di hantam keras ke perutku . Aqu menjerit , menerima rasa sakitnya . Berkali kali Karmin memukulku dgn pentungan itu . Sampai badanku terasa lemas .

Tak bisa kulawan lagi , waktu dia menarik turun celana dalamku . Matanya jalang , menatap kemaluanKu dgn bukit berbulu , yg sangat berlendir itu . Dia segera membuka celananya dan aqu bergidik . Pak Karmin tak mempunyai kemaluan . Yg tegak mengantung itu adalah pentungan hitam yg di gunakan memukul badanku tadi . Aqu menjerit jerit , ini monster , bukan manusia . Karmin semakin mendekat , pentungan yg mengantung di selangkangannya itu terus mendekat ke liang kemaluanku . “ tolong , hentikan tolong , tolong “ jaritKu .

Dan tiba , tiba aqu merasakan sakit yg luar biasa di kemaluanKu . Dan ruang kamarku menjadi terang benderang menyilaukan. Aqu terbangun dari mimpi yg aneh itu. Peluh membasahi badanKu . Kulihat suamiku masih terlelap . Perlahan Aqu beranjak dari ranjang , dan mengambil air minumku . Aqu meminum segela air , untuk menghilangkan rasa kering di tenggorokanku .

Aqu ke kamar mandi , membuka celana dalamku , dan duduk di kloset . Aqu mendapati celana dalamku basah sekali , begitu juga kemaluanku . Jari jariku menyentuh klitorisku , dan kembali sinyal sinyal birahi , aktif di otakku . Jari jari ku terus bermain di klitorisku , badanku menerima rasa nikmat . Terus dan terus , sampai aqu mengejang , mencapai puncak birahiKu di atas kloset itu. Esoknya, setelah menjemput aqu di kantor, Suami aqu mengajak aqu mampir ke rumah Karmin . “ untuk apa , mas ? “ tanyaqu . “ yah , kita silaturami saja , kan tak enak rasanya , aqu telah menabraknya “ kata suamiKu .

Aqu mengalah , sebenar aqu tak mau ketemu Karmin , apalagi sejak mimpiku yg aneh itu . Dan Aqu tak pernah menceritakan mimpi itu pada siapa pun , tak terkecuali suamiKu sendiri . kami pun pergi ke rumah Karmin . Setelah berbasa basi dan minta maaf, Suami aqu mengatakan kalo sepedamotor Pak Karmin sudah diserahkan anak buahnya ke salah satu bengkel besar. Dan akan siap dalam dua atau tiga hari mendatang.

Sepanjang Adri bercerita, Pak Karmin tampak cuek saja. Ia menaikkan satu kaki ke atas kursi. Sesekali ia menyeruput secangkir kopi yg ada di atas meja. Yg aqu tahu matanya terus jelalatan menatap badanku . Dan tiap kali matanya , bertemu mataqu , ada getaran aneh yg kurasakan . Tapi aqu tak tahu apa itu . Yg jelas , aqu sepertinya manjadi birahi. Kalo Memandang badan Karmin, aqu bergidik juga. Badannya besar walau ia juga tak terlalu tinggi. Lengan tangannya tampak kokoh berisi. Sementara perutnya membusung. Dari balik kaosnya yg sudah kusam itu tampak dadanya yg berbulu. Jari tangannya seperti besi yg bengkok-bengkok, kasar.

Setelah suamiku ngobrol cukup lama , akhirnya kita pamitan . Suamiku segera menjalankan mobilnya dan pulang kerumah . Malam itu aqu berencana mengajak suamiku bercinta , tapi begitu dia masuk kamar dia langsung berkata “ ayo kita bobo yuk , aqu lelah sekali hari ini , banyak tugas ..” Aqu tersenyum dalam kekecewaan . Dan ikut berbaring bersama suamiku .

Di kantor ,esok harinya aqu tak semangat bekerja . Jam makan siang aqu gunakan untuk pergi ke Mall . Tapi apes , di perempatan lampu merah , aqu kecopetan . Dompetku di gondol pencopet itu . Aqu tak terlalu memikirkan uang di dompet itu. Tapi KTP dan SIM , mau tak mau aqu harus lapor polisi. Setelah proses verbal selesai , aqu pamit . Ketika berjalan di koridor kantor polisi itu aqu berpapasan dgn Karmin. “ Bu Ranta, ngapain kesini “ kata Karmin . “ oh engak , cuma , lapor , aqu habis kecopetan “ jawabku . Dan terus berjalan , mencoba menghindari dirinya.

“ Eh , Bu Ratih , kebenaran kemari , ayo kita makan di kantin sana “ ajak Karmin . Matanya yg tajam menatap wajahku . Aqu diam sewaktu , berpikir , namanya juga polisi , pasti minta di bayarin makan . “ baik ,lah pak , tapi aqu gak bisa lama lama yah “ kataqu . Setelah memilih tempat duduk , aqu memesan air jeruk . Karmin memesan nasi goreng. Sambil makan ia bercerita. Tentang tentang istri yg minta cerai, tentang dirinya yg disebut orang-orang suka menanggu istri orang. Aqu hanya diam mendengarkan ceritanya.

Kadang Karmin juga bercerita , tentang hal hal kehidupan sexnya . Aqu mendengarkan, rasa birahi mulai timbul , dan rasanya badan aqu mulai , menyukai Karmin . Setelah itu dia menyakan bagai mana kehidupan sex aqu .

Aqu hanya bisa menjawab “ ah , biasa aja Pak Karmin , namanya juga suami istri “ . Pak Karmin tersenyum , “ iyah maksud aqu , bagaimana suami kamu di ranjang apa hot kayak aqu engak ? “ . Aqu hanya diam , aqu berpikir , Karmin mulai kurang ajar , di lain pihak aqu sepertinya tertarik bicara sama dia .

Aqu berusaha mengalihkan arah pembicaraan . “ suami aqu dan aqu sedang ikut program , kami ingin punya anak , jadi kita main pakai aturan . “ . Dan ini mendapat perhatian besar Pak Karmin. Ia antusias sekali. Matanya tampak berkilau.

“Oh ya. kalo yg itu mungkin aqu bisa bantu,” katanya . “Bagaimana caranya?” tanya aqu bingung.
“Mudah-mudahan aqu bisa bantu. Kalo mau kita kerumah aqu . Aqu beri obat,” kata Pak Karmin pula. Aqu berpikir , dan melirik jam tanganku , baru pukul 3.00 sore . “ Naik apa kita “ tanyaqu .

Setelah motor yg aqu tumpangi berhenti di rumah Karmin , dia segera mengajakku masuk kerumahnya . Tanpa bisa menolak , dia memegang tangan dan membawaqu masuk kerumahnya.

“Sekarang saja kita mulai pengobatannya,” ujarnya seraya membawa aqu masuk kamarnya. Kamarnya kecil dan pengab. Jendela kecil disamping ranjang tak terbuka. Sementara ranjang kayu hanya berasalan kasur yg sudah menipis.

Aqu masih berdiri , rasanya badanku kaqu . “ loh koq bengong , ini minyak khusus untuk pengobatan , supaya cepat hamil “ katanya sambil memperlihat botol kecil berwarna hitam . “ Ayo , buka baju kamu ..” katanya lagi . Entah apa yg terjadi pada diriku , aqu seperti kehilangan akal sehat . Perlahan kancing bajuku aqu buka satu persatu . Kemudian , aqu membuka rok ku sendiri . Kini badanku hanya memaki Bra dan celana dalam hitamku saja . berdiri terpaqu di depan orang yg pantas manjadi ayaqu .

“ Oh , Ratih , BH nya juga harus di buka dong “ kata Karmin lagi . Tanganku seperti di gerakan oleh pikirannya . Dgn gemetar , tanganku melepas kait BH ku . Dan kini dia bisa melihat jelas buah dadaqu yg mengantung bebas , besar dan montok
“ Oh , Ratih , suami kamu berutung bisa , memperoleh istri secantik kamu . “ guman pak Karmin , lalu memintaqu berbaring terlentang di ranjangnya.

Setelah aqu berbaring , dia mengolesi tanganya dgn minyak yg ada di botol kecil itu , sebagian minyak itu di tuang di atas badanku . Perlahan tangan kasarnya mulai menyentuh badanku . Tangannya bergerak mengurut perutku . Tanganya sepertinya bukan mengurut , melainkan mengelus elus perutku . Makin lama gerakkan tanganya makin keatas , dan tangan itu kini memainkan buah dadaqu Aqu tak kuasa menolaknya . Aqu memejamkan mata , merasakan nikmat sentuhan tangan kasarnya. Aqu merasakan bibir kemaluan aqu pun sudah mulai basah. Aqu mulai merasakan birahi aqu meningkat. Jari jari itu terus mamainkan buah dada aqu , tak ketinggalan putting susu aqu di sentuh lembut oleh jarinya .

Sambil mengigit bibir aqu , berusaha untuk tak mengeluarkan desahan aqu . Karmin terus memainkan buah dada aqu. Perlahan tanganya turun kebawah , dan terus turun , jari jarinya menyentuh selangkangan celana dalam aqu . Aqu tak kuasa , badan aqu bagai terkena segatan listrik “ ohh Karmin , apa yg kamu laqukan ..” . Jari jarinya terus menekan nekan selangkangan celana dalam aqu , yg otomasis , menyentuh klitoris aqu , yg berada di balik celana dalam aqu.

Lendir nikmat aqu merember ke celana dalam aqu , terus dan terus membasahi selangkangan celana dalam aqu. Jari jari Karmin pun , terus bergetar di selangkangan celana dalam aqu . “ oh , Karmin aqu tak tahan .. aqu tak kuat.. “.

“ oh , ayo sayg , lepaskan nafsu kamu , lepaskan jangan di tahan “ katanya lembut , membuat badanku tak bisa lagi bertahan . Waktu jarinya bergerak semakin liar , badanku mengejang hebat , bokongku terangkat , “ Karmin , a aqu keluarrr “ .Bokongku kembali terhempas di kasur lusuhnya , badanku lunglai . Aqu merasakan sensasi nikmat , hampir sama dgn mimpi anehku beberapa hari yg lalu .

“ Ratih sayg , itu baru jari aqu bermain di celana dalam kamu , kamu bisa baygkan kalo kamu , buka celana dalam kamu , dan rasakan lidah aqu menjilati m-e-m-e-k kamu “ bisik Karmin di telingaqu . Tangan Karmin memegang celan dalam aqu , berusaha membukanya , tapi tangan aqu segera menghalanginya “ jangan Karmin , aqu malu .. jangan “ .

Tapi Karmin terus memaksa , dan lepaslah celana dalam aqu , dia orang kedu yg melihat kemaluan aqu . Aqu sungguh merasa bersalah sama Adri , tapi badan aqu , pikiran aqu sudah di kuasi nafsu birahi yg tak bisa aqu tolak . Waktu jari jarinya , membuka bibir kemaluan aqu , dan lidahnya menjulur , menjilati kitoris aqu badan aqu , mangejang , merasakan nikmat sekali .

sakong-klik-qq-728

“ Karmin ahhh , i-t-i-l aqu , ohh i-t-i-l aqu gatel sekali .. “ desahku yg tak lagi menghiraukan rasa malu . Lidah lidahnya terus menjilati klitoris aqu . Membuat badan aqu mengejang tak karuan . “ Karmin ohh .. enak enak ..” .

Lidah Karmin juga tak ke tinggalan menjulur julur seperti memasuki liang sagamaqu. Berputar di dalam liang sagamaqu . Badanku terasa ringan , seluruh kulitku sensitif Waktu , Karmin kembali menjilati Klitorisku yg membesar , karena birahi , Aqu tak tahan lagi “ ahh , gatel gatel banget , Karmin ..ahh…” . Klitoriku rasanya mau pecah . Badan terhentak , aqu menjejang , mengejet beberapa kali . Aqu mengalami orgasme yg , hebat .

Karmin membiarkan aqu , dia menatap badan bugil ku , yg sesekali masih mengejet Matanya yg jalang , tak melepaskan satu inci pun bagian badanKu. Puas menatap badan bugilku Karmin melepas pakaiannya . Aqu bergidik , jika mengingat mimpiku . Apa iya , kemaluan Karmin sebesar pentungan. Setelah kemaluan hitamnya mencuat keluar aqu baru tenang . Kemaluan tak sebesar tongkat , tapi lebih besar dari milik suamiku .

Dia mendekat . Aqu merapatkan kakiku .” tolong , jangan yg satu ini Karmin, tolong..” . Karmin tersenyum “ Ratih , aqu sudah memberikan kamu nikmat , apa salahnya ganti kamu yg memberiku nikmat , sayg “ .

“ jangan , tolong Karmin , aqu masih punya suami , tolong lah “ pintaqu . “ Hemm , oke deh , aqu mengerti , kalo gitu pakai mulut kamu saja “ katanya .
“ oh , aqu tak pernah , jangan ..” kataqu , dan kemaluan Karmin terus mendekati wajahKu . “ masa sih , kamu gak pernah ngisep k-o-n-t-o-l suami kamu “ tanya Karmin . Aqu mengangguk “ Sumpah Karmin , aqu tak pernah “ .
“ Apa suami kamu pernah jilatin m-e-m-e-k kamu ? “ tanya Karmin lagi . Aqu kembali mengeleng . “ gila , mana enak sih , jadi kalian , langsung aja buka baju , terus n-g-e-n-t-o-t .” katanya . Aqu diam saja .

Tapi seakan Karmin tak peduli , kemaluan hitamnya terus di dekatkan ke wajah ku. Seakan tak mampu menolak , aqu memejamkan mataqu . Yg aqu rasakan pipiku terasa hangat , dia menekan nekan kemaluannya di pipiku . Kemaluan itu bergerak terus ke bibirku , dan berusaha masuk ke mulutku . Perlahan aqu membuka mulutku . dan kemaluannya mulai masuk ke mulutku . Kemaluan itu bergerak , Karmin seperti menzinai mulutku. Keluar masuk mulutku . Kepalaqu di pegangnya.

Karmin mendengus kenikmatan , dan terus bergerak . Lama kelaman aqu pun merasa terbiasa. Dan rasanya aqu mulai suka permainan ini . Karmin terus memainkan kemaluannya di mulutku , sampai dia mengeram , dan spermanya keluar di mulutku . Aqu segera memuntahkan spermanya . Baru kali ini Aqu merasakan sperma . Rasanya aqu ingin muntah . Karmin tampak terduduk lemas. Waktu itu aqu segera memakai pakaianku kembali . Aqu segera meninggalkan ruamahnya , tanpa permisi

Hari sudah gelap waktu aqu keluar dari rumahnya . Dgn menyetop taksi Aqu segera pulang kerumahKu . Aqu melihat Opel Blazer suamiku sudah terpakir dgn rapi . Sial Aqu ke duluannya. Jantung berdegup , aqu taqut suamiku curiga , otakku segera berpikir , mencari alasan yg tepat jika suamiku menayakan hal ini . Perlahan Aqu membuka pintu , dan memasuki rumah ku . Tiba tiba suamiku memelukku dari belakang . Aqu terkejut “ Ah .. mas bikin kaget aja ..” kataqu .

“ ha ha ha , Aqu gembira sayg , jabatanku di naikan , yg berarti gajiku juga di naik kan .. “ kata suamiku . Dia ingin menciumku . Tapi aqu menghindar , mulutku kotor , aqu malu terhadap diriku sendiri. “ Mas , yg benar ah , jangan bercanda “ kataqu untuk menhidari ciumannya .
“ benar sayg , benar , kita harus rayakan “ kata suamiku . “ oh , rayakan di mana mas “ tanyaqu . “ karena sudah malam , kita rayakan di ranjang saja yah, sayg “ kata suamiku . Dan tangannya segera mengangkat rok ku , dan menyetuh selangkanganKu .

Aqu berusaha mengindar lagi , ih mas masa di sini , nanti kelihatan orang dong di kamar saja “ kataqu . “ loh , di rumah ini kan cuma kita berdua ..” kata suamiku . Yg jarinya segera meraba selangkangan ku . Jarinya menyelinap di balik celana dalamKu . Aqu taqut , suamiku curiga , karena Kemaluanku basah , akibat di buat Karmin tadi .
“ Sayg , koq m-e-m-e-k kamu sudah basah benar sih , kamu horny yah “ kata suami ku . “ ih mas bisa aja , tadi aqu habis pipis , di rumah bu Ani “ kataqu berbohong . “ oh , kamu di rumah Ani , toh “ kata suamiku .
“ aqu mandi dulu yah “ kataqu langsung lari ke kamar mandi .

Aqu segar membasuh mulutku , mencuci bersih kemaluanku . Aqu merasa sangat menyesal telah melaqukan hal ini terhadap suamiku. Walaupun selama setahun menikah dgnnya tak pernah sekalipun aqu merasa begitu nikmat dalam bercinta. Aqu membutuhkan kenikmatan itu , tapi aqu juga membutuhkan suamiku . Aqu tak habis pikir , pikiranku menolak Karmin , tapi badanku sangat menginginkan Karmin .

“ sayg , cepat dong ..” terdengar suara mesra suamiku .

Malam itu kami bercinta . ada rasa hambar disitu . Aqu mencintai suamiku , tapi rasanya sexku tak terpuaskan . Sekarang aqu makin bisa membedakan . Benar kata Karmin , Aqu seperti tempolong , suamiku hanya mempergunakan kemaluanku untuk mengeluarkan spermanya , tanpa bisa memuaskan diriku. Tapi biar bagaimanapun , Adri adalah pilihanKu , aqu harus konsekuen . Aqu mencintainya apa adanya. Aqu lebih baik mengekang nafsu birahi . Aqu memutuskan untuk tak menemui Karmin lagi .

“ Ratih , mas besok harus ke Jakarta , menemui dereksi darti kantor pusat “ kata Adri tiga hari setelah kenaikan jabatannya .
“ ha , berapa hari mas , aqu boleh ikut ? kataqu.
“ Ah cuma sehari koq , “ kata Adri . “ tapi mas , aqu taqut di rumah sendiran “ kata ku , dgn harapan suamiku mau mengajakku ke Jakarta . Tapi jawabannya , berbeda dgn yg kuharapkan .
“ aqu sudah minta Pak Karmin unutk mengawasi rumah kita , dia akan mengirim anak buahnya , untuk jaga di sini , kamu tenang aja deh “ kata suamiku. Jantung berdugup keras , Karmin lagi ..

Pagi itu suamiku di jemput mobil dari kantornya , dan mobil itu segera membawa suamiku ke airport . Dangan melambaikan tangan aqu melepas suami ku ke Jakarta. Belum sempat aqu menutup pintu rumahku , sosok badan besar itu sudah berada di depan pintu rumahku . “ Karmin , mau apa pagi pagi begini ke rumah orang “ kataqu ku buat ketus.

“ loh , suami mu minta , aqu menjaga rumah mu , juga menjaga dirimu he he he “ kata Karmin , yg terus masuk ke rumahku tanpa di persilakan.
“ Karmin , tolong jangan ganggu aqu , “ kataqu . Karmin menatapku , bola matanya bagaikan bersinar , yg menerobos ke mataqu . “ Ratih , ayo katakan dgn nurani kamu , kamu tak membutuhkan diriku “ kata Karmin .
“ Aqu , aqu , aqu “ lidahku seperti terkunci . Tangan Karmin segera mengandeng badanku , membawaqu masuk ke kamarku.
“ sayg , aqu tak bermaksud jahat sama kamu , aqu cuma mau memberi kamu kenikmatan sayg . kita sama sama butuh itu “ kata Karmin .

Perlahan Karmin melepas daster tidurku , yg di balik daster itu aqu tak memakai bra . Dan buah dadaqu langsung terpampang di hadapannya . Perlahan lidahnya menjilat puting susuku . “ ahh .. “ desahku. Pikiranku kosong melopong , aqu lupa suamiku . aqu hanya ingat kenikmat yg kudapat dari Karmin . Lidahnya terus bermain di putingku . Jari jarinya hinggap di selangkangan celana dalam merahku . “ ohh Karmin .. sudah tolong jangan bikin aqu nafsu ” .

Jari jari itu bergerak , dan kemaluanku mulai mengeluarkan lendir birahi . Mulutnya pun terus menyedot nyedot buah dadaqu . Jarinya terus menari nari di selangkangan celana dalamku yg makin membasah .

“ Ohh , Karmin kamu jahat ooh i-t-i-l aqu jadi gatel .. “ desah aqu . Karmin terus menaikkan birahi aqu dgn permainannya. Aqu sudah tak tahan , aqu mendesah kenikmatan “ Karmin , aqu mau keluar “ . Waktu itu , Karmin dgn sekuat tenaga , meremas buah dada aqu .

Aqu menjerit kesakitan , otomatis , birahi aqu menurun , orgasme aqu menghilang . Tapi Karmin perlahan menjilati lagi putting susu aqu . mengelitik . Membuat birahi aqu berangsur naik kembali . Kembali aqu mendesah kenikmatan . Waktu aqu hampir menuju puncak kenikmatan aqu , Karmin mengigit putting susu aqu , memberi aqu rasa sakit . kembali aqu gagal orgasme.

Tapi Karmin segera menaikan birahi aqu lagi ,dgn memainkan selangkangan aqu “ Karmin tolonglah , aqu mau orgasme buat aqu orgasme . ” aqu memohon orgasme pada dirinya setelah dia mengagalkan orgasme aqu yg ke tiga kali .

“ tenang sayg , aqu pasti kasih kamu orgasme yg ternikmat yg pernah kamu rasakan “ . Sambil dia mendorong badan aqu dan aqu terduduk di pinggir ranjang.

Celana dalan aqu , sudah terlepas dari badan aqu . dangan dua jarinya bibir kemaluan aqu di buka . Lidahnya menjulur menjilati klitoris aqu . Aqu mengerang “ ohh , iyah terus buat aqu orgasme , aqu mau keluar …Karmin ..” . Lidahnya dgn cepat , terus merangsang klitoris aqu yg semakin membesar ,

“ oh.. Karmin , gatel , enak sekali teruss “ . Lidah itu terus menjilati klitoris aqu .

Aqu sudah dekat , dan seperti nya Karmin tahu , Dia sengaja , segera klitoris aqu di sedotnya dgn kuat , aqu merasakan sakit sekali , yg membuat orgasme aqu pergi menjauh .

“ Karmin , kamu jahat , kamu jahat , tolong aqu mau keluarr “ kata aqu mengiba , rasanya aqu ingin menangis . Mengiba minta orgasme , dari orang seperti Karmin , sangat merendah kan diri aqu. Tapi apa boleh buat , aqu tengah di amuk birahi .
“ Ratih sayg , tenang kamu pesti mendapatkan orgasme “ katanya . Lidahnya kembali menjilati klitoris aqu dgn lembut. Tiga buah jarinya di gunakan menekan perut aqu di bawah pusar . Ini membuat aqu merasa ingin pipis . Aqu mencoba mengeser tanganya . Tapi aqu seperti tak bertenaga.

Lidahnya terus memberi kenikmatan di klitoris aqu , sebentar saja , rasa ingin orgasme telah mendera badan aqu . “ Ohh , Karmin , aqu , oh i-t-i-l nya ..oh gatel sekali , aqu tak kuatt .. oh kebelet.. mau pipis “ . Aqu merasakan seperti nya sulit menahan rasa ingin pipis , tapi aqu juga mau orgasme.

“ Yah , lepaskan Ratih , ayo keluarkan nafsu birahi kamu ..” kata Karmin . Badanku mengejang “ OOHHHH .. Karmin .. ahh gatell gatell aqu tak tahan“ jeritku tak karuan .

Badanku mengerang nikmat , dan Aqu menyemburkan pipiku dgn kuat . Aqu merasa kan setiap tetes air seniku , mengalir memberi sensasi kenikmatan , berbarengan orgasmeKu . Aqu orgasme dangan begitu fantastik , tak aqu perdulikan kamarku yg basah dgn air pipisku . Badanku sepertinya rontok , tulangku seperti lepas , aqu terbaring dgn lemas. Karmin hanya melihatku dgn tersenyum . Dan membiarkan diriku beristirahat.

Setelah itu badan Karmin yg bugil merangkang menaikki badanku , aqu berusaha mendorong badannya “ Karmin jangan , aqu pakai mulutku saja “ kataqu , tak rela kemaluannya memasuki badanku .

“ aqu sudah pernah merasakan mulut kamu sayg , sekarang aqu mau coba m-e-m-e-k kamu “ kata Karmin . Badan terasa lemas , seperti tak bertulang , Karmin dgn mudah membuka lebar kaki ku , kepala kemaluannya mulai menyetuh liang kemaluanku .

Air mataqu meleleh di pipiku waktu itu aqu teringat suamiku Adri . Aqu memejamkan mata . Waktu kurasa , kemaluannya mulai memasuki badanku . Getar getar nikmat mulai berkecamuk di diriku . Aqu merasakan sentuhan kemaluannya yg menikmatkan. Tak pernah Sekalipun aqu menemukan rasa ini pada kemaluan Adri . Tat kala gagang kemaluan hitamnya bergerak keluar masuk , aqu mulai merakan nikmat yg luar biasa , Karmin yg terus mengocok kemaluanku dgn kemaluannya mendengus “ m-e-m-e-k kamu luar biasa nikmatnya sayg “ katanya .

Dalam hati aqu pun berkata yg sama . “ Ahh Karmin .. ahhh “ desahku Goygannya yg lembut, tapi mantap segera membawaqu ke puncak orgasme . Tapi seperti sebelumnya Karmin menahannya . Dia membenamkan kemaluan besar di dalam , kemaluanku , dan dia diam tak bergerak .

“ Karmin , ayo goyg dong ..” pintaqu . Karmin tersenyum “ loh , tadi gak mau , koq sekarang minta “ . Wajahku sepertinya panas , birahiku melorot .

Kembali Karmin mengoyg , dan membawaqu kepuncak orgasmeku . Aqu sudah tak tahan , aqu harus mendapatkan orgasmeku . Dan lagi lagi Karmin dgn sengaja membatalkan orgasmeku . Kemaluannya di hentak keras ke dalam kemaluanku , rasanya kepala kemaluannya memukul rahimku . Aqu mengerang sakit . “ Karmin , kamu jahat sekali ..” kataqu . Karmin tersenyum . “ kalo mau ninta orgasme dari aqu yah , kamu harus minta dgn mesra dan nafsu dong “ katanya.

Aqu seperti seorang cewek murahan tak bisa berpikir jernih . langsung aqu berkata “ Ayo , mas Karmin e-n-t-o-tin Ratih ,yah , Ratih minta orgasme , ayo mas tolong “.
Karmin tersenyum , dan dia mulai mengoyg gagang kemaluannya. Kemaluan itu membuat aqu gila . Sebentar saja , rasa gatel di kemaluanku , membuat badanku mengerang dan menjerit “ ahhh , enak….aqu keluarrr “ .
Aqu lemas , Karmin menahan gerakan kemaluannya sebentar , merasakan otot otot kemaluanku meremas gagang kemaluannya , dan kemudian bergerak lagi . Sebentar saja , aqu mencapai orgasme lagi .
Entah hari itu berapa kali badanku , mengejang di buat orgasme oleh gagang kemaluan Karmin . Yg jelas aqu sangat menikmati permainannya . Aqu lupa siapa diriku , aqu lupa siapa suamiku.

Sejak waktu itu, aqu pun ketagihan dgn permainan Pak Karmin. Kami masih sering melaqukannya. Kalo tak di rumahnya, kami juga nginap di Tawangmangu. Walau, kemudian Pak Karmin juga sering minta duit, aqu tak merasa membeli kepuasan sahwat kepadanya. Semua itu aqu laqukan, tanpa setahu Adri. Dan aqu yakin Adri juga tak tahu sama sekali. Aqu merasa berdosa padanya. Tapi, entah mengapa, aqu juga butuh belaian keras Karmin itu. Entah sampai kapan.

 

DAFTAR , DEPO , MAIN , TARIK DANA KE REKENING ANDA !! KLIK DISINI 

Cerita Dewasa Diperkosa Gigolo Secara Bergilir

15319046_1213590708707969_3272952965733521334_nKLIKKIU.NET – Perjalanan Bisnis ke Surabaya sebenarnya sungguh menyenangkan, karena akan ketemu dgn sahabat lama yg sudah lama kutinggalkan, saygnya suamiku Hendra tak bisa menemaniku karena kesibukannya.

Dgn ditemani Andi, salah seorang kepercayaanku, kami terbang dgn flight sore supaya bisa istirahat dan besok bisa meeting dalam keadaan fresh dan tak loyo karena harus bangun pagi pagi buta, mengingat meeting besok aqu perkirakan akan berlangsung cukup alot karena menygkut negosiasi dan kontrak, disamping itu meeting dgn Pak Reza, calon clien, jadwalnya jam 10:00 pagi.

Pukul 19:00 kami check in di Sheraton Hotel, setelah menyelesaikan administrasinya kami langsung masuk ke kamar masing masing untuk istirahat. Kurendam badanku di bathtub dgn air hangat untuk melepas rasa penat setelah seharian meeting di kantor menyiapkan bahan meeting untuk besok. Cukup lama aqu di kamar mandi hingga kudengar HP ku berbunyi, tapi tak kuperhatikan, paling juga suamiku yg lagi kesepian di rumah, pikirku.

Setelah puas merendam diri, kukeringkan badanku dgn handuk menuju ke kamar. Kukenakan pakaian santai, celana jeans straight dan kaos ketat full press body tanpa lengan hingga lekuk badanku tercetak jelas, kupandangi penampilanku di kaca, dadaqu kelihatan padat dan menantang, cukup attraktif, di umurqu yg 32 tahun pasti orang akan mengira aqu masih berumur sekitar 27 tahun.

Kutelepon ke rumah dan HP suamiku, tapi keduanya tak ada yg jawab, lalu kuhubungi kamar Andi yg nginap tepat di sebelah, idem ditto. Aqu teringat miss call di HP-ku, ternyata si Rio, gigolo langgananku di Jakarta, kuhubungi dia.

“hallo sayg, tadi telepon ya” sapaqu
“mbak Lily, ketemu yok, aqu udah kangen nih, kita pesta yok, ntar aqu yg nyiapin pesertanya, pasti oke deh mbak” suara dari ujung merajuk
“pesta apaan?”
“pesta asik deh, dijamin puas, Mbak Cuma sediakan tempatnya saja, lainnya serahkan ke Rio, pasti beres, aqu jamin mbak” bujuknya
“emang berapa orang” tanyaqu penasaran
“rencanaqu sih aqu dgn dua temanku, lainnya terserah mbak, jaminan kepuasannya Rio deh mbak”
“asik juga sih, sayg aqu lagi di Surabaya nih, bagaimana kalo sekembalinya aqu nanti”
“wah sayg juga sih mbak, aqu lagi kangen sekarang nih”
“simpan saja dulu ya sayg, ntar pasti aqu kabari sekembaliku nanti”
“baiklah mbak, jangan lupa ya”
“aqu nggak akan lupa kok sayg, eh kamu punya teman di Surabaya nggak?” tanyaqu ketika tiba tiba kurasakan gairahku naik mendengar rencana pestanya Rio.
“Nah kan bikin pesta di Surabaya” ada nada kecewa di suaranya
“gimana punya nggak, aqu perlu malam ini saja”
“ada sih, biar dia hubungi Mbak nanti, nginapnya dimana sih?”
“kamu tahu kan seleraqu, jangan asal ngasih ntar aqu kecewa”
“garansi deh mbak”sakong-klik-qq-728

Kumatikan HP setelah memberitahukan hotel dan kamarku, lalu aqu ke lobby sendirian, masih sore, pikirku setelah melihat jam tanganku masih pukul 21:00 tapi cukup telat untuk makan malam. Cukup banyak tamu yg makan malam, kuambil meja agak pojok menghadap ke pintu sehingga aqu bisa mengamati tamu yg masuk. Ketika menunggu pesanan makanan aqu melihat Pak Reza sedang makan bersama seorang temannya, maka kuhampiri dan kusapa dia.

“malam Bapak, apa kabar?” sapaqu sambil menyalami dia
“eh Mbak Lily, kapan datang, kenalin ini Pak Martin buyer kita yg akan meng-export barang kita ke Cina” sambut Pak Reza, aqu menyalami Pak Martin dgn hangat.
“silahkan duduk, gabung saja dgn kami, biar lebih rame, siapa tahu kita tak perlu lagi meeting besok” kelakar Pak Martin dgn ramah.
“terima kasih Pak, wah kebetulan kita bertemu di sini, kan aqu nginap di hotel ini” jawabku lalu duduk bergabung dgn mereka.

Kami pun bercakap ringan sambil makan malam, hingga aqu tahu kalau Pak Martin dan Pak Reza ternyata sahabat lama yg selalu berbagi dalam suka dan duka, meskipun kelihatannya Pak Reza lebih tua, menurut taksiranku sekitar 45 tahun, sementara Pak Martin, seorang chinesse, mungkin umurnya tak lebih dari 40 tahun, maximum 37 tahun perkiraanku. Setelah selesai makan malam, aqu pesan red wine kesukaanku, sementara mereka memesan minuman lain yg aqu tak terlalu perhatikan.

“Bagaimana dgn besok, everything is oke?” Tanya Pak Reza
“Untuk Bapak aqu siapkan yg spesial, kalau tahu bapak ada disini pasti kubawa proposalku tadi” kelakarku sambil tersenyum melirik Pak Martin, si cina ganteng itu.
Tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 22:30, cukup lama juga kita ngobrol dan entah sudah berapa gelas red wine yg sudah meluncur membasahi tenggorokanku hingga kepalaqu agak berat, tak pernah aqu minum wine sebanyak ini, pengaruh alcohol sepertinya sudah menyerangku. Tamu sudah tak banyak lagi disekitar kami. Kupanggil waitres untuk menyelesaikan pembayaran yg di charge ke kamarku.

Kamipun beranjak hendak pulang ketika tiba tiba kepalaqu terasa berat dan badanku terhuyung ke Pak Martin, Pak Reza sudah duluan pergi ketika Pak Martin memeluk dan membimbingku ke lift menuju kamar, aqu sendiri sudah diantara sadar dan tak, ketika Pak Martin mengambil tas tanganku dan mengambil kunci kamar lalu membukanya.
Dgn hati hati Pak Martin merebahkan badanku di ranjang, dilepasnya sepatu hak tinggiku dan perlahan membetulkan posisi badanku, aqu sudah tak ingat selanjutnya.

Kesadaranku tiba tiba timbul ketika kurasakan dadaqu sesak dan ada kegelian bercampur nikmat di antara putingku, kubuka mataqu dgn berat dan ternyata Pak Martin sedang menindih badanku sambil mengulumi kedua putingku secara bergantian, badanku sudah telanjang, entah kapan dia melepasnya begitu juga Pak Martin yg hanya memakai celana dalam.

Bukannya berontak setelah kesadaranku timbul tapi malah mendesah kenikmatan, kuremas rambut kepala Pak Martin yg masih bermain di kedua buah dadaqu. Tangannya mulai mempermainkan selangkanganku, entah kapan dia mulai menjamah badanku tapi kurasakan kemaluanku sudah basah, aqu Cuma mendesah desah dalam kenikmatan.

“sshh.. eehh.. eegghh” desahku membuat Pak Martin makin bergairah, dia kemudian mencium bibirku dan kubalas dgn penuh gairah. Kuraba selangkangannya dan kudapati tonjolan mengeras di balik celananya, cukup besar pikirku. Sambil berciuman, kubuka celana dalamnya. Dia menghentikan ciumannya untuk melepas hingga telanjang, ternyata kemaluannya yg tegang tak sedasyat yg aqu baygkan, meski diameternya besar tapi tak terlalu panjang, paling sepanjang genggamanku, dan lagi belum disunat, ada rasa sedikit kecewa di hatiku, tapi tak kutunjukkan.

Dia kembali menindih badanku, diciuminya leherku sambil mempermainkan lidahnya sepanjang leher dan pundakku, lalu turun dan berputar putar di buah dadaqu, putingku tak lepas dari jilatannya yg ganas, jilatannya lalu beralih ke perut terus ke paha dan mempermainkan lututku, ternyata jilatan di lutut yg tak pernah kualami menimbulkan kenikmatan tersendiri. Daerah selangkangan adalah terminal terakhir dari lidahnya, dia mempermainkan klitoris dan bibir kemaluanku sambil jari tangannya mulai mengocok kemaluanku.

“sshh.. eegghh.. eehhmm.. ya Pak..truss Pak” desahku merasakan kenikmatan dari jilatan dan kocokan jari Pak Martin. Pak Martin kembali ke atasku, kakinya dikangkangkan di dadaqu sambil menyodorkan kemaluannya, biasanya aqu tak mau mengulum kemaluan pada kesempatan pertama, tapi kali ini entah karena masih terrpengaruh alcohol atau karena aqu terlalu terangsang, maka kuterima saja kemaluannya di mulutku. Kupermainkan ujung kepalanya dgn lidah lalu turun ke batang kemaluan, kemudian tak lupa kantung bolanya dan terakhir kumasukkan kemaluan itu ke dalam mulutku, cukup kesulitan juga aqu mengulum kemaluannya karena batang itu memang besar.

Dia mengocok mulutku dgn kemaluannya selama beberapa saat, cukup kewalahan juga aqu menghadapi kocokannya untung, tak berlangsung lama. Pak Martin kembali berada diantara kakiku, disapukannya kemaluannya ke bibir kemaluanku lalu mendorong tanpa kesulitan berarti hingga melesaklah kemaluan itu ke kemaluanku semua, aqu merasa masih banyak ruang kosong di bagian dalam kemaluanku meski di bagian luarnya terasa penuh oleh besarnya batang kemaluan Pak Martin.

“ehh.. sshh.. eeghghgh” aqu mulai mendesah ketika Pak Martin mulai mengocokkan kemaluannya, dgn cepat dia mengocokku seperti piston pada mesin mobil yg tancap gas, ada perbedaan rasa atas kocokan pada kemaluan yg tak disunat itu, gesekan pada dinding kemaluanku kurang greger, tapi tak mengurangi kenikmatan malahan menambah pengalaman, tanpa ampun pantatnya turun naik di atas badanku sambil menciumi leher jenjangku, kurasakan kenikmatan dari kocokannya dan kegelian di leherku.

Pak Martin menaikkan badannya dan bertumpu pada lutut dia mengocokku, dgn posisi seperti ini aqu bisa melihat expresi wajahnya yg kemerahan dibakar nafsu, tampak sekali rona merah diwajahnya karena kulitnya yg putih tipikal orang cina, wajah gantengnya bersemu kemerahan. Kutarik wajahnya dan kucium bibirnya karena gemas, kocokannya makin cepat dan keras, keringat sudah membasahi badannya meski belum terlalu lama kami bercinta. Kugoygkan pantatku mengimbangi gerakannya, ternyata itu membuat dia melambung ke atas dan menyemprotlah spermanya di kemaluanku, kepala kemaluannya kurasakan membesar dan menekan dinding kemaluanku, denyutnya sampai terasa di bibir kemaluanku, lalu dia terkulai lemas setelah menyemprotkan spermanya hingga habis.

Agak kecewa juga aqu dibuatnya karena aqu bahkan belum sempat merasakan sensasi yg lebih tinggi, terlalu cepat bagiku, tak lebih dari sepuluh menit.
“sorry aqu duluan” bisiknya di telingaqu sambil badannya ditengkurapkan di atas badanku.
“nggak apa kok, ntar lagi” kataqu menghibur diri sendiri, kudorong badannya dan dia rebah disampingku, dipeluknya badanku, dgn tetap telanjang kami berpelukan, napasnya masih menderu deru.
Aqu berdiri mengambil Marlboro putih dari tas tanganku, kunyalakan dan kuhisap dalam dalam dan kuhembuskan dgn keras untuk menutup kekesalan diriku.

“I need another kontol” pikirku kalut
Kulihat di HP ada SMS dari Rio dgn pesan “namanya Rino, akan menghubungi mbak, dari Rio”
Jarum jam sudah menunjukkan 23:20, berarti cukup lama aqu tadi tak sadarkan diri sampai akhirnya “dibangunkan” Pak Martin, kulihat Pak Martin sudah terlelap kecapekan, kupandangi dia, dgn postur badan yg cukup atletis dan wajah yg ganteng sungguh sayg dia tak bisa bertahan lama, pikirku.

Kunyalakan Marlboro kedua untuk menurunkan birahiku yg masih tinggi setelah setelah mendapat rangsangan yg tak tuntas, lalu kucuci kemaluanku dari sperma Martin, kalau tak ingat menjaga wibawa seorang boss, sudah kuminta si Andi menemaniku malam ini, tapi ketepis angan itu karena akan merusak hubungan kerjaqu dgnnya.
Kulaygkan pandanganku keluar, gemerlap lampu Kota Surabaya masih kukenali meski sudah bertahun tahun kutinggalkan. Kalau tak ada Pak Martin mungkin sudah kuhubungi Rio untuk segera mengirim Rino kemari, tapi aqu jadi nggak enak sama dia.

Ketika akan kunyalakan batang rokok ketiga, kudengar bel pintu berbunyi, agak kaget juga ada tamu malam malam begini, kuintip dari lubang intip di pintu, berdiri sosok lelaki tegap dgn wajah ganteng seganteng Antonio Banderas, maka kukenakan piyama dan kubuka pintu tanpa melepaskan rantai pengamannya.

“mbak Lily? saya Rino temannya Rio” sapanya
Agak bingung juga aqu, disatu sisi aqu membutuhkannya apalagi dgn penampilan dia yg begitu sexy sementara di sisi lain masih ada Pak Martin di ranjang.
“Sebentar ya” kataqu menutup pintu kembali, terus terang aqu nggak tahu bagaimana menentukan sikap, sebenarnya aqu nggak keberatan melayani mereka berdua malah itu yg aqu harapkan tapi bagaimana dgn Pak Martin, rekanan bisnis yg baru beberapa jam yg lalu aqu kenal, tentu aqu harus menjaga citraqu sebagai seorang bisnis perempuan professional, aqu bingung memikirkannya.
“kudengar ada bel pintu, ada tamu kali” kata Pak Martin dari ranjang
“eh..anu..enggak kok Pak” jawabku kaget agak terbata
“jangan panggil Pak kalau suasana begini, apalagi dgn apa yg baru saja terjadi, panggil Martin atau Koh Martin saja, toh hanya beberapa tahun lebih tua”
“iya teman lama, nggak penting sih, tapi kalau bapak keberatan aqu suruh dia pulang biar besok dia kesini lagi” kataqu
“ah nggak pa pa kok, santai saja” jawabnya ringan.

Aqu kembali membuka pintu tapi aqu yg keluar menemui dia di depan pintu, kini kulihat jelas postur badannya yg tinggi dan atletis, umur paling banter 26 tahun, makin membuat aqu kepanasan.

“di dalam ada rekanku, bilang aja kamu teman lama dan apapun yg terjadi nanti suka atau nggak suka kamu harus terima bahkan kalau aqu memintamu untuk pulang tanpa melaqukan apa apa kamu harus nurut, besok aqu telepon lagi, aqu mohon pengertianmu” kataqu pada Rino tegas.
“Nggak apa mbak, aqu ikuti saja permainan Mbak Lily, aqu percaya sama Rio dan aqu orangnya easy going kok mbak, pandai membawa diri” katanya lalu kupersilahkan masuk.
Kulihat Martin masih berbaring di ranjang dgn bertutupkan selimut. Aqu jadi canggung diantara dua lelaki yg baru kukenal ini sampai lupa mengenalkan mereka berdua, basa basi kutawari Rino minuman, tiba tiba Martin bangkit dari ranjang dan dgn tetap telanjang dia ke kamar mandi. Aqu kaget lalu melihat ke Rino yg hanya dibalas dgn senyuman nakal.

“wah ngganggu nih” celetuk Rino
“ah enggak udah selesai kok”jawabku singkat
“baru akan mulai lagi, kamu boleh tinggal atau ikutan atau pergi terserah kamu, tapi itu tergantung sama Lily” teriak Martin dari kamar mandi, entah basa basi atau bercanda atau serius aqu nggak tau.
“Rio udah cerita sama aqu mengenai mbak” bisik Rino pelan supaya tak terdengar Martin.

Martin keluar dari kamar mandi dgn tetap telanjang, dia mendekatiku menarikku dalam pelukannya lalu mencium bibirku, tanpa mempedulikan keberadaan Rino dia melorotkan piyamaqu hingga aqu telanjang di depan mereka berdua. Kami kembali berpelukan dan berciuman, tangan Martin mulai menjamah buah dadaqu, meraba raba dan meremasnya. Ciumannya turun ke leherku hingga aqu mendongak kegelian, kemudian Martin mengulum putingku secara bergantian, kuremas remas rambutnya yg terbenam di kedua buah dadaqu.

Kulihat Rino masih tetap duduk di kursi, entah kapan dia melepas baju tapi kini dia hanya mengenakan celana dalam mini merahnya, benjolan dibaliknya sungguh besar seakan celana dalamnya tak mampu menampung kebesarannya.
Badannya begitu atletis tanpa lemak di perut menambah ke-sexy-annya. Melihat potongan badannya berahiku menjadi cepat naik disamping rangsangan dan serbuan dari Martin di seluruh badanku, kupejamkan mataqu sambil menikmati cumbuan Martin.

Ketika jilatan Martin mencapai selangkanganku, kuraskan pelukan dan rabaan di kedua buah dadaqu dari belakang, kubuka mataqu ternyata Martin sedang sibuk di selangkanganku dan Rino berada di belakangku. Sambil meraba raba Rino menciumi tengkuk dan menjilati telingaqu membuat aqu menggelinjang kegelian mendapat rangsangan atas bawah depan belakang secara bersamaan, terutama yg dari Rino lebih menarik konsentrasiku.

Mereka merebahkan badanku di ranjang, Martin tetap berkutat di kemaluanku sementara Rino beralih mengulum putingku dari kiri ke kanan. Kugapai kemaluan Rino yg menegang, agak kaget juga mendapati kenyataan bahwa kemaluannya lebih panjang, hampir dua kali punya Martin meski batangnya tak sebesar dia, tapi bentuknya yg lurus ke depan dan kepalanya yg besar membuat aqu semakin ingin cepat menikmatinya, kukocok kocok untuk mendapatkan ketegangan maximum dari kemaluannya. Martin membalikkan badanku dan memintaqu pada posisi doggie, Rino secara otomatis menempatkan dirinya di depanku hingga posisi kemaluannya tepat menghadap ke mukaqu persisnya ke mulutku.

Untuk kedua kalinya Martin melesakkan kemaluannya ke kemaluanku dan langsung menyodok dgn keras hingga kemaluan Rino menyentuh pipiku. Kuremas kemaluan itu ketika Martin dgn gairahnya mengobok obok kemaluanku. Tanpa sadar karena terpengaruh kenikmatan yg diberikan Martin, kujilati Kemaluan Rino dalam genggamanku dan akhirnya kukulum juga ketika Martin menghentakkan badannya ke pantatku, meski tak sampai menyentuh dinding terdalam kemaluanku tapi kurasakan kenikmatan demi kenikmatan pada setiap kocokannya. Kukulum kemaluan Rino dgn gairah segairah kocokan Martin padaqu, Rino memegang kepalaqu dan menekan dalam dalam sehingga kemaluannya masuk lebih dalam ke mulutku meski tak semuanya tertanam di dalam. Sambil mengocok tangan Martin meraba raba punggungku hingga ke dadaqu, sementara Rino tak pernah memberiku peluang untuk melepaskan kemaluannya dari mulutku.

“eegghhmm.. eegghh” desahku dari hidung karena mulutku tersumbat kemaluan Martin.
Tak lama kemudian Martin menghentikan kocokannya dan mengeluakan kemaluannya dari kemaluanku meski belum kurasakan orgasmenya, Rino lalu menggantikan posisi Martin, dgn mudahnya dia melesakkan kemaluannya hingga masuk semua karena memang batangnya lebih kecil dari kemaluan Martin, kini ini kurasakan dinding bagian dalam kemaluanku tersentuh, ada perasaan menggelitik ketika kemaluan Rino menyentuhnya. Dia langsung mengocok perlahan dgn penuh perasaan seakan menikmatai gesekan demi gesekan, makin lama makin cepat, tangannya memegang pinggangku dan menariknya berlawanan dgn gerakan badannya sehingga kemaluannya makin masuk ke dalam mengisi rongga kemaluanku yg tak berhasil terisi oleh kemaluan Martin.

Ada kenikmatan yg berbeda antara Martin dan Rino tapi keduanya menghasilkan sensasi yg luar biasa padaqu saat ini. Cukup lama Rino menyodokku dari belakang, Martin entah kemana dia tak ada di depanku, mungkin dia meredakan nafsunya supaya tak orgasme duluan.
Rino lalu membalikku, kini aqu telentang di depannya, ditindihnya badanku dgn badan sexy-nya lalu kembali dia memasukkan kemaluannya, dgn sekali dorong amblaslah tertelan kemaluanku, dgn cepat dan keras dia mengocokku, kemaluannya yg keras dgn kepala besar seakan mengaduk aduk isi kemaluanku, aqu mendesah tak tertahan merasakan kenikmatan yg kudapat.

“eehh..yess..fuck me hard..yess” desahku mulai ngaco menerima gerakan Rino yg eksotik itu. Sambil mendesah kupandangi wajah tampan Antonio Banderas-nya yg menurut taksiranku tak lebih dari 26 tahun, membuat aqu makin kelojotan dan tergila gila dibuatnya. Kulihat Martin berdiri di samping Rino, tatapan mataqu tertuju pada kemaluannya yg terbungkus kondom yg menurutku aneh, ada asesoris di pangkal kondom itu, sepertinya ada kepala lagi di pangkal kemaluannya. Kulihat dia dan dia membalas tatapanku dgn pandangan dan senyum nakal.

Ditepuknya pundak Rino sebagai isyarat, agak kecewa juga ketika Rino menarik keluar kemaluannya disaat saat aqu menikmatinya dgn penuh nafsu. Tapi kekecewaan itu tak berlangsung lama ketika Martin menggantikan posisinya, begitu kemaluannya mulai melesak masuk kedalam tak kurasakan perbedaannya dari sebelumnya tapi begitu kemaluannya masuk semua mulailah efek dari kondom berkepala itu kurasakan, ternyata kepala kondom itu langsung menggesek gesek klitorisku saat Martin menghunjam tajam ke kemaluanku, klitorisku seperti di gelitik gelitik saat Martin mengocok kemaluanku, suatu pengalaman baru bagiku dan kurasakan kenikmatan yg aneh tapi begitu penuh gairah.

Martin merasakan kemenangan ketika badanku menggelinjang menikmati sensasinya. Rino kembali mengulum putingku dari satu ke satunya, lalu badannya naik ke atas badanku dan mekangkangkan kakinya di kepalaqu, disodorkannya kemaluannya ke mulutku, aqu tak bisa menolak karena posisinya tepat mengarah ke mulut, kucium aroma kemaluanku masih menempel di kemaluannya, langsung kubuka mulutku menerima kemaluan itu. Sementara kocokan Martin di kemaluanku makin menggila, kenikmatannya tak terkirakan, tapi aqu tak sempat mendesah karena disibukkan kemaluan Rino yg keluar masuk mulutku. Aqu menerima dua kocokan bersamaan di atas dan dibawah, membuatku kewalahan menerima kenikmatan ini.

Setelah cukup lama mengocokku dgn kondom kepalanya, Martin menarik keluar kemaluannya dan melepaskan kondomnya lalu dimasukkannya kembali ke kemaluanku, tak lama kemudian kurasakan denyutan dari kemaluan Martin yg tertanam di kemaluanku, denyutannya seakan memelarkan kemaluanku karena terasa begitu membesar saat orgasme membuatku menyusul beberapa detik kemudian, dan kugapailah kenikmatan puncak dari permainan sex, kini aqu bisa mendapatkan orgasme dari Martin. Tahu bahwa Martin telah mendapatkan kepuasannya, Rino beranjak menggantikan posisi Martin, tapi itu tak lama, dia memintaqu untuk di atas dan kuturuti permintaannya.
Rino lalu telentang di sampingku, kunaiki badannya dan kuatur badanku hingga kemaluannya bisa masuk ke kemaluanku tanpa kesulitan berarti.

Aqu langsung mengocok kemaluannya dgn gerakan menaik turunkan pantatku, buah dadaqu yg menggantung di depannya tak lepas dari jamahannya, diremasnya dgn penuh gairah seiring dgn kocokanku. Gerakan pinggangku mendapat perlawanan dari Rino, makin dia melawan makin dalam kemaluannya menancap di kemaluan dan makin tinggi kenikmatan yg kudapat. Karena gairahku belum turun banyak saat menggapai orgasme dgn Martin, maka tak lama kemudian kugapai lagi orgasme berikutnya dari Rino, denyutanku seolah meremas remas kemaluan Rino di kemaluanku.

“OUUGGHH.. yess.. yess.. yess” teriakku
Rino yg belum mencapai puncaknya makin cepat mengocokku dari bawah, badanku ambruk di atas dadanya, sambil tetap mengocokku dia memeluk badanku dgn erat, kini aqu Cuma bisa mendesah di dekat telinganya sambil sesekali kukulum. Tak berapa lama kemudian Rino pun mencapai puncaknya, kurasakan semprotan sperma dan denyutan yg keras di kemaluanku terutama kepala kemaluannya yg membesar hingga mengisi semua kemaluanku.

“oouuhh..yess..I love it” teriakku saat merasakan orgasme dari Rino.
Kurasakan delapan atau sembilan denyutan keras yg disusul denyutan lainnya yg melemah hingga menghilang dan lemaslah batang kemaluan di kemaluanku itu.
Kami berpelukan beberapa saat, kucium bibirnya dan aqupun berguling rebahan di sampingnya, Rino memiringkan badannya menghadapku dan menumpangkan kaki kanannya di badanku sambil tangannya ditumpangkan di buah dadaqu, kurasakan hembusan napasnya di telingaqu.

“mbak Lily sungguh hebat” bisiknya pelan di telingaqu.
Aqu hanya memandangnya dan tersenyum penuh kepuasan. Cukup lama kami terdiam dalam keheningan, seolah merenung dan menikmati apa yg baru saja terjadi.
Akhirnya kami dikagetkan bunyi “beep” satu kali dari jam tangan Rino yg berarti sudah jam 1 malam.
“Rino, kamu nginap sini ya nemenin aqu ya, Koh Martin kalau nggak keberatan dan tak ada yg marah di rumah kuminta ikut nemenin, gimana?” pintaqu
“Dgn senang hati” jawabnya gembira, Rino hanya mengangguk sambil mencium keningku.

Kami bertiga rebahan di ranjang, kumiringkan badanku menghadap Martin, kutumpangkan kaki kananku ke badannya dan tanganku memeluk badannya, sementara Rino memelukku dari belakang, tangannya memegang buah dadaqu sementara kaki kanannya ditumpangkan ke pinggangku.Tak lama kemudian kami tertidur dalam kecapekan dan penuh kenangan, aqu berada ditengah diantara dua lelaki yg baru kukenal beberapa jam yg lalu.

Entah berapa lama kami tidur dgn posisi seperti itu ketika kurasakan ada sesuatu yg menggelitik kemaluanku, kubuka mataqu untuk menepis kantuk, ternyata Rino berusaha memasukkan kemaluannya ke kemaluanku dari belakang dgn posisi seperti itu. Kuangkat sedikit kaki kananku untuk memberi kemudahan padanya, lalu kembali dia melesakkan kemaluannya ke kemaluanku, aqu masih tak melepaskan pelukanku dari Martin sementara Rino mulai mengocokku dari belakang dgn perlahan sambil meremas remas buah dadaqu. Tanganku pindah ke kemaluan Martin dan mengocoknya hingga berdiri, tapi anehnya Martin masih memejamkan matanya, sepuluh menit kemudian Rino kurasakan denyutan kuat dari kemaluan Rino pertanda dia orgasme, tanpa menoleh ke Rino aqu melanjutkan tidurku, tapi ternyata Martin sudah bangun, dia memintaqu menghadap ke Rino ganti dia yg mengocokku dari belakang seperti tadi sambil aqu memeluk badan Rino dan memegangi kemaluannya yg sudah mulai melemas.

Berbeda dgn kocokan Rino yg pelan pelan, Martin melaqukan kocokan dgn keras disertai remasan kuat di buah dadaqu sampai sesekali aqu menjerit dalam kenikmatan, cukup lama Martin mengocokku hingga aqu mengalami orgasme lagi beberapa detik sebelum dia mengalaminya, kemudian kami melanjutkan tidur yg terputus.

Kami terbangun sekitar pukul delapan ketika telepon berbunyi, kuangkat dan ternyata dari Andi.
“pagi bu, udah bangun?” tanyanya dari seberang
“pagi juga Andi, untung kamu bangunin kalau tak bisa ketinggalan meeting nih, oke kita ketemu di bawah pukul 9, tolong di atur tempat meetingnya, cari yg bagus” jawabku memberi perintah
“beres bu” jawabnya
“Martin, aqu ada meeting dgn Pak Reza jam 10, kamu bagaimana?” tanyaqu
“lho meetingnya kan juga sama sama aqu” jawab Martin
“oh ya? dia tak pernah cerita tuh, dia Cuma bilang meetingnya antara aqu, dia dan satu orang lagi rekannya”
“oke anyway, aqu tak mau datang ke tempat meeting dgn pakaian yg sama dgn kemarin”
“Ayo mandi lalu kita cari pakaian di bawah” kataqu
“Rino, kamu boleh tinggal disini atau pergi, tapi yg jelas aqu nanti memerlukanmu setelah meeting” kataqu sambil menuju ke kamar mandi menyusul Martin yg mandi duluan.

Kami berdua mandi dibawah pancuran air hangat, kami saling menyabuni satu sama lain, dia memelukku dari belakang sambil meremas remas buah dadaqu dan menjilati telingaqu, kuraih kemaluannya dan kukocok, badan kami yg masih berbusa sabun saling menggesek licin, ternyata membuatku lebih erotis dan terangsang. Tanpa menunggu lebih lama kuarahkan angkat kaki kananku dan mengarahkan kemaluannya ke kemaluanku, dgn ketegangannya ditambah air sabun maka mudah baginya untuk masuk ke dalam, Martin langsung menancapkan sedalam dia bisa. Pancuran air panas membasahi badan kami berdua lebih romantis rasanya, tapi itu tak berlangsung lama ketika Martin menyemprotkan spermanya di dalam kemaluanku, tak banyak dan tak kencang memang tapi cukuplah untuk memulai hari ini dgn dgn penuh gairah.

Setelah mandi aqu mengenakan pakaian kerja resmi, entah mengapa kupilih pakaian yg resmi tapi santai, mungkin karena terpengaruh perasaanku yg lagi bergairah maka tanpa bra kukenakan tank top dan kututup dgn blazer untuk menutupi putingku yg menonjol di balik tank top-ku, lalu kupadu dgn rok mini sehingga cukup kelihatan resmi, aqu merasa sexy dibuatnya.

Kutinggalkan amplop berisi uang di meja dan kucium Rino.
“Kalau kamu mau mau keluar ada uang di meja, ambil saja ntar aqu hubungi lagi, kalau mau tinggal up to you be my guest” bisikku yg dibalas ciuman dan remasan di buah dadaqu.

Pukul 9:15 kami keluar kamar, bersamaan dgn Andi keluar dari kamarnya tepat ketika aqu keluar bersama Martin dan Rino memberiku ciuman di depan pintu, dia menoleh ke arah kami tapi segera memalingkan wajahnya ke arah lain seolah tak melihat, tapi aqu yakin dia melihatnya.

“Morning Andi” sapaqu
“eh morning Bu, ruang meeting sudah aqu atur dan semua dokumen sudah saya siapkan, copy file-nya ada di laptop ibu” jawabnya memberi laporan ketika kami menuju lift.
“Thanks Ndi” jawabku singkat.

Kami bertiga terdiam di lift, aqu yg biasanya banyak bicara mencairkan suasana jadi kaqu dan salah tingkah, masih memikirkan apa yg ada di pikiran Andi bahwa aqu keluar dari kamar dgn seorang lelaki dan ada lelaki lainnya di kamarku, ah persetan pikirku, saking kikuknya sampai aqu lupa mengenalkan Martin pada Andi. Dalam kebekuan kuamati Andi dari baygan di cermin lift, baru kusadari kalau sebenarnya Andi mempunyai wajah tampan dan berwibawa, meski umurnya baru 27 tahun tapi ketegasan tampak di kerut wajahnya. Sedikit lebih tinggi dariku tapi karena aqu pakai sepatu hak tinggi, maka kini aqu lebih tinggi darinya, posturnya badannya cukup proporsional karena dia sering cerita kalau fitness secara teratur 3 kali seminggu, aqu baru sadar bahwa selama ini aqu nggak pernah melihat Andi sebagai seorang lelaki, tapi lebih kepada pandangan seorang Bos ke anak buahnya.

Diluar dugaan, Andi ternyata memergokiku saat mengamatinya, pandangan mata kami bertemu di pantulan cermin.
“Ting”, untunglah lift terbuka, aqu segera keluar menghindar dari pandangan Andi, kami langsung breakfast setelah terlebih dulu mencarikan Martin pakaian dan dasi pengganti, meski Shopping Arcade masih belum buka karena terlalu pagi, tapi dgn sedikit paksaan akhirnya mereka mau juga melayani kami.
“Eh Bu Lily, saya kok belum dikenalin dgn Mas ini” Tanya Martin bersikap resmi, mengingatkanku akan kekonyolanku pagi ini.
“Oh iya, Andi, ini Pak Martin, clien dari Pak Reza yg akan menjual produk kita ke Cina yg berarti Clien kita juga, dan nanti Pak Martin akan gabung dgn kita di meeting” kataqu yg disambut uluran tangan Martin ke Andi.
“Pak Martin, Andi ini salah satu orang kepercayaan saya, dialah yg in charge nanti, meski baru dua tahun ikut saya tapi naluri bisnisnya boleh di uji” lanjutku memuji Andi, itu biasa kulaqukan untuk memperbesar rasa percaya diri anak buah sekaligus supaya
clien lebih confident.

Ini adalah breakfast terlama yg pernah aqu alami, serba salah tingkah dan yg pasti aqu tak berani memandang Andi, entah mengapa. Untunglah Martin bisa mencairkan suasana bengan berbagai joke-nya.

Bertiga kami masuk ke ruang meeting yg sudah di booking Andi, ternyata cukup nyaman suasananya, tak seperti ruang meeting biasa yg kaqu dan menjemukan, tapi lebih terkesan bernuansa santai tapi serius, Meeting table bulat dgn dikelilingi 6 kursi putar, sementara dipojokan ada sofa dan meja kecil, di ujung yg lain terdapat tea set lengkap dgn electric kettle.

Aqu dan Andi duduk bersebelahan menyiapkan dokumen di meja, kuletakkan laptop di depanku, Pak Martin duduk di sebelah kiriku.
“Ndi tolong nyalakan laptop, aqu ke toilet sebentar” kataqu sambil meninggalkan mereka berdua. Kuhabiskan sebatang Marlboro di toilet untuk menghilangkan keteganganku dan kurapikan baju dan make up ku.
Pak Reza sudah berada di ruangan ditemani dgn wanita yg muda dan cantik ketika aqu kembali ke ruangan meeting.
“Pagi Pak Reza, pagi Bu” sapaqu sambil menyalami mereka berdua
“Pagi juga Mbak Lily, anda kelihatan cantik pagi ini” kata Pak Reza
“emang selama ini nggak cantik” jawabku
“Lily” sapaqu pada wanita di samping Pak Reza sambil mengulurkan tangan
“Lisa” jawabnya sambil tersenyum manis
“bukan begitu, tapi pagi ini lebih cantik dan cerah”
“Oh Mbak Lisa, selama ini kita hanya bertemu lewat telepon dan faximile” kataqu lagi
“dan sekarang inilah dia orangnya” lanjut Pak Reza.

Ternyata Andi belum menyalakan laptopku, agak marah juga aqu melihat dia tak melaksanakan perintahku, maka dgn mata melotot ke arahnya kuambil kembali laptopku dari hadapannya lalu kunyalakan. Betapa terkejutnya aqu ketika laptop itu menyala, tampak di monitor laptopku seorang wanita sedang telentang menerima kocokan di kemaluannya sementara mulutnya mengulum kemaluan kedua dan tangan satunya memegang kemaluan ketiga, aqu baru tersadar kalau sebelum berangkat dari kantor kemarin sempat membuka koleksi pic yg ada laptop-ku dan karena buru buru mungkin saat mematikan laptop bukan “shut down” yg aqu pilih tapi “stand by”. Mukaqu merah dibuatnya, untung tak ada yg memperhatikan, langsung aqu “re-booting”, kulirik Andi tapi dia menyiapkan document dan tak memperhatikanku, pantesan dia langsung mematikannya, pikirku. Aqu jadi lebih salah tingkah lagi terhadap Andi, tapi segera aqu kembali konsentrasi untuk meeting ini.sakong-klik-qq-728

Meeting dimulai dgn presentasi Andi dan dilaqukan tanya jawab, justru yg banyak bertanya adalah Lisa dan itu dilayani dgn cekatan oleh Andi, sementara aqu Cuma kadang kadang saja menguatkan pendapat Andi atau membantunya membuat keputusan untuk menerima atau klarifikasi, hal ini kulaqukan untuk lebih meyakinkan Lisa maupun Pak Reza disamping untuk memperbesar rasa percaya diri pada Andi. Cukup alot juga pembicaraan antara mereka berdua, tapi aqu tak mau mencampuri sebelum dia benar benar kepepet. Aqu kagum sama Lisa yg cantik tapi piawai dalam negosiasi.

Setelah masalah teknis dan kontrak selesai sampailah pada masalah harga dan itu adalah tugasku dgn Pak Reza, dgn beberapa alternatif harga yg aqu tawarkan akhirnya dicapailah kesepakatan.
“Ndi, kamu revisi dan di print di Business Center supaya bisa ditandatangani sekarang juga, jangan lupa materei-nya” perintahku
“baik bu”jawabnya lalu dia keluar sambil membawa laptopku dokumen dokumen yg diperlukan.
Kupesan champagne merayakan kerja sama ini ketika Andi sudah meninggalkan ruangan.
“Selamat Mbak Lily semoga sukses dgn kerja sama kita ini” Pak Martin menyalamiku sambil mencium kedua pipiku.
Aqu menyalami lalu memeluk Lisa dan menempelkan pipiku padanya.
“Anda begitu hebat dalam negosiasi” kataqu
Tanpa kuduga dia menjawab berbisik di telingaqu.
“terima kasih, Pak Reza tahu lho apa yg terjadi tadi malam di tempat Ibu”
“oh ya? apa itu”jawabku kaget
“Pak Martin menginap di tempat mbak” katanya pelan mengagetkanku
“dan satu orang cowok lagi” lanjutnya
Kulepas pelukannya dan kupandangi Lisa yg masih kelihatan polos itu, lalu pandanganku beralih ke Martin sebagai protes, tapi dia hanya mengerutkan kening dan mengangkat bahu saja sambil senyum.
Tak sempat terbengong lebih lama, Pak Reza menyalamiku
“Selamat atas kerja sama kita” katanya sambil menyalamiku dan tak kusangka sangka dia menarik badanku ke pelukannya
“I know what you did last night” katanya sambil mempererat pelukannya dan mengelus elus punggungku.
Aqu masih tertegun tak merespon ucapan maupun tindakan Pak Reza, tapi kurasakan buah dadaqu tergencet di dadanya saat dia memelukku erat.
“Pak Reza banyak orang, malu ah” jawabku pelan
“banyak orang? ini kan kita kita juga” jawabnya tanpa melepas pelukannya tapi malah meremas pantatku
Kulirik Pak Martin, dia hanya bediri di pojok melihat kami, sementara Lisa malah mendekat ke Pak Martin.
“Mari kita rayakan kerja sama ini dgn penuh persahabatan” bisiknya sambil mencium pipi dan bibirku bersamaan dgn tangannya menyingkap rok miniku hingga ke pinggang, aqu yakin Lisa maupun Martin bisa melihat celana dalam model “Thong” yg hanya terdapat penutup segitiga kecil di depan, hingga pasti mereka sudah melihat pantatku.

Ciuman Pak Reza sudah sampai di leherku, dilepasnya blazer yg menutupi bagian luarku hingga tampak tank top pink yg kukenakan dibaliknya. Dgn hanya mengenakan tank top, maka tampaklah putingku yg menonjol di baliknya.

Sebenarnya aqu bisa saja menolak cumbuan Pak Reza kalau mau, tapi melihat pandangan Pak Reza yg penuh wibawa dan wajahnya yg galak tegas membuat aqu takluk dalam pelukan dan ciumannya. Bukan ketaqutan masalah bisnis, aqu yakin sebagai seorang professional dia bisa membedakan antara bisnis dan pribadi, tapi memang pada dasarnya aqu juga mau dicumbunya.

Kulihat Pak Martin sudah berciuman dgn Lisa sementara tangannya meremas remas buah dada Lisa yg montok itu.
Pak Reza lalu menelentangkan badanku di atas meja meeting, disingkapkan rokku dan dari celah celana dalam mini dia mulai menciumi dan menjilati kemaluanku dgn gairahnya.

Tiba tiba kami dikagetkan ketukan di pintu, segera aqu berdiri dan membetulkan rok miniku dan kuambil blazerku, tapi Pak Reza memberi tanda supaya nggak usah dipakai.
Lisa membuka pintu, ternyata room boy yg mengantar champagne pesananku, Lisa menerima dan menyelesaikan pembayarannya ke kamarku dan dia minta supaya di depan pintu diberi tanda “DO NOT DISTURB”, setelah mengunci pintu Lisa membuka dan menuangkan untuk kami.

Pak Reza tak mau kehilangan waktu, begitu pintu ditutup, dia kembali memelukku lalu menurunkan tali tank top ku hingga ke tangan, setelah meremas remas sambil mencium leherku, ditariknya tank topku hingga ke perut, maka terpampanglah buah dadaqu di depan semua orang.
“wow, very nice breast, begitu kencang, I love it” komentar Pak Reza lalu kepalanya dibenamkan di antara kedua bukit itu sambil tangannya meremas remasnya. Ciumannya dgn cepat berpindah ke puncak bukit dan secara bergantian dia mengulum dari satu puncak ke puncak lainnya. Dgn cepat ciuman Pak Reza turun ke perut dan selangkanganku setelah terlebih dahulu melemparkan tank top ke Martin dan kembali merebahkan aqu di meja meeting, dijilatinya kemaluanku dari balik celana dalamku.

Martin mendekatiku dari atas lalu mencium bibirku dan meremas buah dadaqu kemudian mengulum putingnya, sementara jilatan Pak Reza makin menggila di kemaluanku, tapi aqu tak berani mendesah. Lisa sudah melepas blazernya hingga kelihatan buah dadanya yg montok menantang dibalik kaos you can see ketatnya, dia hanya duduk memperhatikan kami, tak seorangpun menyentuh champagne yg sudah kupesan, ternyata aqulah yg menjadi santapan selamat, bukan champagne itu. Disaat aqu lagi meregang dalam kenikmatan, kembali kami dikagetkan suara handle pintu dibuka, lalu berganti dgn ketukan.

“Andi” teriakku panik aqu tak ingin Andi melihatku dalam keadaan seperti ini, akan mengurangi wibawaqu dimatanya.
Kudorong kepala Pak Reza dgn halus, aqu mencari tank top atau blazerku tapi terlambat, Lisa sudah membuka dgn hati hati pintu itu dan masuklan Andi dgn membawa laptop dan dokumen dokumennya sebelum aqu sempat menutupi badan atasku.

Kulihat wajah Andi melongo terkaget kaget melihat aqu duduk di meja meeting dalam keadaan topless dan kaki di atas kursi, sementara Pak Reza masih jongkok di bawahku dan Martin ada dibelakangku dgn bertelanjang dada.
“eh ma..ma..maaf mengganggu” katanya lalu berbalik ke pintu, tapi Lisa segera menghalangi dan menutup kembali pintu itu.
“Udah duduk saja di sini” jawab Lisa sambil menghalangi pintu itu dgn badannya.
“tapi..tapi ..tapi ini harus ditandatangani” jawabnya belum sadar dgn apa yg terjadi.
“nggak ada tapi, tanda tangan mah gampang, sini aqu Bantu” kata Lisa sambil mengambil dokumen dan laptop dari tangan Andi dan meletakkannya di meja pojok ruangan di samping champagne..
“taruh di sini saja, kamu lihat sendiri kan mereka sedang sibuk” kata Lisa sambil menarik Andi duduk disebelahnya di sofa.
Kulihat wajah Andi masih melongo kaget melihat bagaimana tingkah laquku.
“Sudah terlambat, persetan, apa yg terjadi terjadilah” pikirku dan kembali telentang di meja menuruti permintaan Pak Reza, dipelorotnya rok mini dan celana dalamku.

Pada mulanya agak risih juga bertelanjang di depan Andi tapi selanjutnya sudah tak kuperhatikan lagi kehadiran Andi di ruangan itu ketika lidah Pak Reza dgn cantiknya kembali menggelitik klitorisku. Martin membimbing tanganku dan dipegangkan ke kemaluannya yg sudah tegang, ternyata dia sudah mengeluarkan kemaluannya dari lubang resliting, tanpa menunggu lebih lama kukocok kemaluan itu.

Pak Reza melepas celana dalamku dan dilemparkannya ke arah Lisa dan Andi, ternyata Lisa sudah duduk di pangkuan Andi dan mereka sedang berciuman.
Pak Reza menarikku duduk di tepi meja, ternyata dia masih berpakaian lengkap, kubantu melepaskan pakaiannya, lalu aqu jongkok di depannya, kupelorotkan celananya, ternyata dia tak memakai celana dalam, dan wow kemaluannya yg menegang membuatku terpesona, besar dgn guratan otot di batangnya menonjol dgn jelas.

Segera kujilati kepala kemaluannya dan memasukkan kepala kemaluannya ke mulutku, kupermainkan dgn lidahku di dalam, tak tahan diperlaqukan seperti itu, Pak Reza menaikkanku kembali duduk di meja, disapukannya kepala kemaluan itu ke bibir kemaluanku, pelan pelan mendorong hingga masuk semua lalu didiamkannya sejenak, maka melesaklah kemaluan kedua di hari untuk kemaluanku. Dia memandangku dgn penuh nafsu, mencium bibirku, lalu mulai menggoygkan pantatnya maju mundur mengocok kemaluanku, tangannya meraba buah dadaqu lalu wajahku dan jarinya dimasukkan ke mulutku, kukulum dan kupermainkan jarinya dgn lidahku.

Pak Martin mendekat lalu meremas remas buah dadaqu, kuraih kemaluannya yg masih tegang nongol dari lubang resliting dan kukocok seirama kocokan Pak Reza.
Kudengar desahan dari tempat lain, ternyata Lisa sudah semi telanjang di pangkuan Andi sedang mendapat kuluman dan remasan darinya di kedua putingnya, buah dada Lisa yg montok itu hampir menutup wajah Andi yg sedang terbenam di celah celahnya. Melihat hal itu, Pak Martin meninggalkan kami menuju ke Lisa dan Andi, segera dia mengulum puting Lisa yg merah menantang berbagi dgn Andi, mendapat kuluman dari dua orang, Lisa sepertinya ingin teriak tapi ditahannya dgn menggigit jarinya.

Setelah puas mengocokku dari depan sambil meremas remas buah dadaqu, Pak Reza memintaqu berbalik, maka aqu berdiri membelakangi dia dan badanku membungkuk ke depan bertumpu pada meja, kaki kananku kunaikkan di kursi, Pak Reza kembali melesakkan kemaluannya di kemaluanku, dia mengocok dgn kerasnya hingga meja meeting itu begoyg goyg. Dgn posisi seperti ini aqu bisa melihat Lisa sedang duduk di sofa menerima jilatan Andi di kemaluan mengulum kemaluan Pak Martin yg berdiri di sampingnya.

Kocokan Pak Reza serasa menggesek semua sisi dinding kemaluanku, begitu nikmat hingga aqu melayg dibuatnya, ingin aqu menjerit karenanya tapi kutahan dgn menggigit bibirku.

Terbuai oleh kenikmatan dari Pak Reza, tanpa kusadari ternyata Lisa, Andi dan Martin ternyata sudah bergeser ke meja di dekatku hingga aqu bisa melihat dgn jelas bagaimana Andi mempermainkan klitoris Lisa sambil mengocokkan jarinya, ternyata dia sudah mahir juga, batinku. Sementara Pak Martin berada di antara aqu dan Lisa, sambil mengulum puting Lisa dia meremas buah dadaqu.

Terkaget aqu ketika melihat Andi mengusapkan kemaluannya di kemaluan Lisa, ternyata kemaluan Andi begitu besar, sepertinya jauh lebih besar dari punya Pak Reza apalagi Pak Martin, mungkin sama besar dgn punya suamiku tapi dgn bentuk yg melengkung ke atas membuatku ingin menikmatinya, itu adalah bentuk kemaluan favoritku.
Sepertinya dia kesulitan memasukkan kemaluan besarnya ke kemaluan Lisa, berulang kali dia berusaha memasukkan tapi gagal meski kemaluan Lisa sudah basah, dicoba lagi dan dicoba lagi hingga berhasil meski hanya separuh, tapi Lisa sudah menggelinjang gelinjang entah kesakitan atau ke-enak-an. Kupegang tangannya dan dia meremasnya dgn kuat saat Andi berusaha mendorong lebih dalam, memasukkan mili demi mili kemaluannya ke dalam kemaluan Lisa. Sementara kocokan Pak Reza juga tak kalah nikmatnya, goygannya semakin bervariasi menghunjam kemaluanku dari berbagai arah dan gerakan. Tangan kami saling meremas dalam kenikmatan.

Andi mulai mengocok Lisa dgn perlahan dan semakin lama semakin cepat, desah tertahan keluar dari hidung Lisa, dia kelojotan menerima kocokan Andi meskipun pelan menurutku, sambil meremas buah dada Lisa Andi mulai mempercepat dan menyodok dgn keras. Remasan tangan Lisa makin kencang, sekencang kocokan Andi padanya.
“Aaauughh..eeghh..ss” teriak Lisa tak dapat menahan kenikmatan yg diberikan Andi.
“sstt” bisikku sambil menutupkan tanganku ke mulutnya, meski aqu sendiri sedang terbakar nafsu dan kenikmatan.

Andi mengocok Lisa dgn penuh gairah nafsu, buah dada Lisa yg besar bergoyg goyg liar seiring dgn kocokannya, tapi segera dihentikan dgn kuluman Pak Martin yg sepertinya nggak rela membiarkan buah dada itu bergoyg sendirian.

Kokocakan Pak Reza sungguh bervariasi, baik kecepatan, arah maupun goygannya, sungguh trampil dia dalam bercinta, membuatku panas dingin dibuatnya.
Setelah puas mengocokku, Pak Reza menarik keluar kemaluannya, dan digantikan dgn Pak Martin mengocokku. Aqu berjongkok di kursi dan tanganku bersandarkan sandaran kursi hingga Pak Martin mengocokku dgn doggie style dgn tetap menghadap ke Lisa dan Andi dan juga Pak Reza yg kini berdiri di sisi Andi menunggu giliran sambil meremas dan mengulum buah dada Lisa yg montok manantang itu menggantikan posisi Pak Martin.
cerita sex,cerita dewasa,cerita mesum,cerita ngentot, ngentot artis, cerita bokep, Cerita panas

Andi mengocok Lisa makin ganas, dgn satu kaki terangkat di pundaknya sedang satu kaki lagi dipegang tangannya dgn posisi terpentang pasti kemaluan Andi melesak masuk ke kemaluan Lisa hingga menyentuh dinding terdalamnya, dgn disertai dorongan yg keras pasti Lisa sudah terbang ke awang awang kenikmatan.
Andi lalu memiringkan badan Lisa hingga dia menghadap ke arahku, lalu dia kembali mengocoknya dgn keras, buah dada Lisa ikut bergoyg goyg seirama kocokan Andi. “gila hebat juga ini anak” batinku.

Kocokan Pak Martin tak terlalu kuperhatikan karena setelah mendapatkan Pak Reza punya Pak Martin taklah terlalu berasa meski aqu bisa menikmati sedikit kenikmatan yg berbeda, dgn melihat bagaimana Andi memperlaqukan Lisa aqu bisa dgn cepat bergairah kembali, maka kugoygkan pantatku melawan gerakan Pak Martin, secepat kocokan Andi pada Lisa, aqu begitu horny dibuatnya, sambil berharap supaya Andi tak orgasme di kemaluan Lisa terlebih dahulu supaya aqu bisa menikmati semprotan pertamanya.

Sambil menunggu giliran yg belum juga diberikan Andi, Pak Reza menggapai buah dadaqu dan tangan satunya meremas buah dada Lisa yg lebih montok seolah hendak membandingkan, kedua tangannya meremas dua buah dada yg berlainan bentuk dan ukuran.

Aqu sudah khawatir cemas kalau ternyata Andi menyemprotkan spermanya di kemaluan Lisa terlebih dahulu, karena sudah cukup lama dia mengocokkan kemaluannya ke kemaluan Lisa, sudah setengah jam lebih.
“gila kuat juga si Andi ini” batinku.

Kini Andi mengocok Lisa dgn posisi doggie di atas kursi, meniru posisiku hingga kami saling berhadapan, buah dada Lisa yg besar menggantung dan bergoyg dgn indahnya ketika Andi mengocoknya, Pak Reza yg masih menunggu giliran dari Andi duduk di meja antara kami, hingga kami bisa mengulumnya secara bersamaan antara kuluman dan jilatan. Lisa mengulum maka aqu menjilati sisanya begitu juga sebaliknya, dua lidah di satu kemaluan.

Mendapatkan perlaquan seperti itu dari dua wanita cantik seperti aqu dan Lisa membuat Pak Reza merem melek, tangannya meremas rambutku juga rambut Lisa. Sepertinya Lisa sudah bisa merasakan nikmatnya kemaluan Andi yg besar itu hingga dia bisa membagi konsentrasi dgn kuluman pada kemaluan Pak Reza.

Andi menghentikan kocokannya dan menyerahkan Lisa ke Bos-nya dan mereka bertukar tempat, Andi mengganti posisi pada mulut Lisa setelah terlebih dahulu memutar kursi Lisa menjauh dariku, kecewa juga aqu dibuatnya karena tak bisa menikmati kemaluan Andi itu, ingin minta tapi masih ada perasaan segan atau gengsi. Masih bisa kulihat dgn lebih jelas betapa nikmatnya kemaluan Andi itu hingga Lisa mengulum dgn ganasnya meski tak bisa memasukkan semuanya.

sakong-klik-qq-728

Aqu yakin Lisa kurang bisa menikmati Pak Reza setelah merasakan kemaluan Andi. Kocokan Pak Martin tak kuperhatikan lagi, tapi aqu lebih menikmati kuluman Lisa pada kemaluan Andi itu meski Pak Martin mulai melaqukan variasi gerakannya, tangannya mengelus punggung dan buah dadaqu, dia lalu memutar kursi hingga Aqu dan Lisa berjejer, tapi Andi malah menggeser badannya ke sisi lain malah menjauhiku.

Pak Reza meremas buah dadaqu sambil mengocok Lisa, sementara Pak Martin meremas buah dada Lisa sambil mengocokku dan Andi meremas remas buah dada montok yg satunya dari sisi lainnya, kini Lisa mendapat servis dari tiga orang, sementara aqu menginginkan Andi tapi dia selalu menghindariku sepertinya dia segan menyentuhku.

“come on Andi, satu remasan atau satu kuluman saja darimu, I need you” jerit batinku tapi kembali rasa gengsi sebagai Bos terhadap dia masih tinggi. Andi berciuman dgn Lisa sambil tangannya tetap meremas buah dadanya, aqu iri melihatnya, bahkan ketika Pak Reza dan Pak Martin bertukar tempat, Andi tetap tak mau beranjak ke arahku. Kembali aqu mendapat kocokan dari Pak Reza, oh much better than before, kurasakan kenikmatan kembali dari Pak Reza, ouh betapa nikmatnya sodokan dan kocokan beliau jauh lebih nikmat dibanding dgn Pak Martin tadi, kini aqu kembali tenggelam dalam kenikmatan birahi. Tapi itu tak berlangsung lama ketika Pak Reza dan Pak Martin bertukaran tempat lagi, hingga tiga kali.

Tak lama kemudian ketika Pak Reza sedang keras kerasnya menyodokku, kembali aqu dibuat iri pada Lisa saat Pak Martin dan Andi bertukar tempat, Lisa sudah mendapat kocokan Andi untuk kedua kalinya, kepalanya mendongak dan badannya menggeliat ketika Andi memasukkan kembali kemaluannya tapi tak lama setelah itu dia sudah mulai mengulum kemaluan Pak Martin. Pak Reza kembali meremas remas buah dada Lisa sambil mengocokku tapi Andi tak mau melaqukan hal itu padaqu, dia tetap serius mengocok Lisa sampai berulang kali dia menggeliat ketika Andi mengocoknya dgn keras. “Lisa sudah mendapatkan tiga kemaluan, di mulut maupun kemaluan, tapi aqu baru dua, itupun kurang memuaskanku” teriak batinku.

Kupandangi wajah Andi ketika mengocok Lisa begitu ganteng dan cool, expresinya tak berubah seperti biasa saja kecuali keringatnya yg menetes membasahi badannya yg atletis itu sehingga makin sexy. Belum sekalipun Andi menyentuhku, entah dia mau menghukumku atau karena segan, aqu tak tahu.

Kuhibur diriku dgn berkonsentrasi pada kocokan Pak Reza, aqu tak mau tersiksa terlalu lama mengharapkan Andi, maka kugerakkan pinggangku mengimbangi Pak Reza dan hasilnya sungguh luar biasa, dia bergerak semakin liar dan akhirnya tak bisa bertahan lama, maka menyemprotlah spermanya ke kemaluanku dgn kencangnya, kurasakan denyutan yg keras dari kemaluannya di dalam kemaluanku seakan menghantam dinding rahimku. Bersamaan dgn semprotan Pak Reza, ternyata Pak Martinpun menyemprotkan spermanya di muka Lisa, sperma itu menyemprot kemana mana baik di mulut, wajah dan sebagian ke rambutnya.

Pak Reza menarik kemaluannya yg sudah lemas begitupun dgn Pak Martin, aqu belum mencapai orgasme, hanya satu kemaluan yg masih berdiri yaitu Andi, akhirnya aqu harus mengalahkan gengsiku yg dari tadi mencegahku.
Kuhampiri Andi yg sedang menyocok Lisa, dari belakang kupeluk dia hingga badan telanjangku menempel di punggungnya, keringat kami menyatu, aqu elus dadanya yg bidang berbulu. Sesaat dia menghentikan gerakannya tapi kemudian dilanjutkan kembali dgn lebih keras.

Merasa belum mendapat respon darinya, aqu bergeser ke depan, kujilati puting dadanya sambil mengelus kantung bolanya, Andi masih tetap tak mau menyentuhku malah makin cepat mengocok Lisa, maka kupegang tangannya dan kuletakkan di buah dadaqu, kugosok gosokkan, barulah dia mulai merespon dgn remasan halus tanpa berhenti mengocok Lisa, lalu kucium bibirnya, tanpa kuduga dia langsung memegang kepalaqu dan diciumnya bibirku dgn penuh gairah, full of passion, seperti orang melepas rindu berat, mungkin dari tadi Andi memang menginginkanku tapi tak berani.

Ciuman pada bibirku yg penuh nafsu tak menghentikan kocokan pada Lisa, lalu turun ke leherku sebagai sasaran selanjutnya dan berhenti di kedua putingku.
Dgn penuh nafsu dan dgn liarnya dia mengulum, menjilat, menyedot dan meremas remas puting dan buah dadaqu. Ouuhh aqu menggeliat dalam kenikmatan yg indah.

Konsentrasiku terganggu ketika kudengar teriakan dari Lisa yg sedang mencapai kenikmatatan tertinggi, dia mengalami orgasme dgn hebatnya, terlihat badannya bergetar hebat dan kepalanya digoyg goygkan seperti orang yg kesetanan, beberapa detik kemudian badannya melemas di atas kursi dgn napas terputus putus. Bersamaan dgn ditariknya kemaluan dari kemaluan Lisa, dia mendorong badanku ke bawah lalu disodorkannya kemaluan besar itu ke wajahku, agak ragu sejenak tapi kemudian tanpa membuang waktu lebih lama kukulum juga kemaluan anak buah kepercayaanku itu, seperti dugaanku ternyata aqu tak mampu mengulum kemaluan itu semuanya, lalu kukocok pelan, aroma dari kemaluan Lisa tercium olehku tapi tak kupedulikan, Andi memegang kepalaqu dan mengocokkan kemaluannya di mulutku dgn liar, hampir aqu tak bisa bernafas.

Lisa sudah duduk di antara Pak Martin dan Pak Reza, kemudian Andi memintaqu duduk di kursi, dipegangnya kedua kakiku dan dipentangkannya, kuraih kemaluan besar yg dari tadi kuimpikan, kusapukan di bibir kemaluanku dan kuarahkan masuk, ternyata Andi tak mau terlalu lama bermain main di luar, dgn keras di sodoknya kemaluan besar itu masuk ke kemaluanku.

“OOUUGGHHh” teriakku spontan lalu kututupi mulutku dgn tangan sambil melotot ke arahnya.
Kemaluanku terasa penuh hingga aqu tak berani menggerakkan badanku, tapi Andi seperti tak peduli, langsung mengocokku dgn cepat dan keras, kurasakan kemaluannya menggesek seluruh dinding dan mengisi semua rongga di kemaluanku, begitu nikmat hingga seakan aqu melayg layg dalam kenikmatan birahi yg tinggi. Kakiku kujepitkan di pinggangnya, kedua tangannya meremas dgn keras kedua buah dadaqu dan memilin ringan putingku sambil mencium bibirku dgn ganasnya.

Begitu liar dan ganas dia mencumbuku seakan menumpahkan segala dendam yg lama tesimpan, kocokannya yg keras seakan mengaduk aduk kemaluanku. Kulawan gerakannya dgn menggerakkan pinggulku secara acak, dan aqu mendapatkan kenikmatan yg bertambah.

Entah sudah berapa lama kami bercinta di kursi hingga dia memintaqu untuk rebah di karpet lantai ruangan, lalu segera dia menyebadaniku, badan atletisnya menindih badanku sambil pantatnya turun naik mengocok kemaluanku, ciumannya sudah menjelajah ke seluruh wajah dan leherku tanpa sedikitpun bagian yg terlewatkan.

Aqu mengagumi kekuatan fisik Andi yg begitu kuat, dinginnya AC tak mampu mencegah peluh kami sudah bertetesan di seluruh badan. Kuraih kenikmatan demi kenikmatan dari setiap gerakan Andi di atas badanku.
Selanjutnya kami bergulingan, kini Andi telentang dan aqu duduk di atasnya, secepatnya kugoygkan pantatku mengocok kemaluan Andi, goyganku kubuat tak aturan dan banyak variasi hingga dia menggigit bibirnya, dipandanginya wajahku, lalu dia kembali meremas buah dadaqu dgn kerasnya, tanpa kusadari ternyata Pak Reza sudah berdiri di sampingku dan menyodorkan kemaluannya ke mulutku, kugapai dan langsung kukulum dgn gairahnya sambil tetap menggoyg pantatku. Pak Reza ternyata tak mau diam saja, dia ikut mengocokkan kemaluannya di mulutku sambil memegangi kepalaqu. Tak mau kalah Andi kemudian ikutan menggoygkan pinggulnya hingga kami seolah berpacu meraih kenikmatan birahi.

Andi lalu duduk hingga badanku berhadapan dalam pangkuannya, kujepitkan kakiku di pinggangnya sambil tetap menggoygkan pantat tanpa melepas kocokan mulutku pada kemaluan Pak Reza, Andi menjilati seluruh leher dan dadaqu, disedotnya putingku dgn keras, kurasakan gigitan gigitan kecil di sekitar buah dada dan putingku tapi tak kuperhatikan.

Akhirnya kurasakan badan Andi menegang dan sedetik kemudian kurasakan kepala kemaluannya membesar memenuhi rongga dalam kemaluanku lalu menyemprotkan spermanya, sementara gigitan dan sedotan di dadaqu terasa semakin kuat, denyutannya membuat aqu terbang melayg tinggi hingga ke puncak kenikmatan, maka aqupun orgasme saat kemaluan Andi sedang berdenyut dgn hebatnya di kemaluanku, kami sama sama menggapai orgasme dalam waktu yg relatif bersamaan, badanku sudah mulai melemas tapi kemaluan Pak Reza masih di tanganku, maka kukeluarkan kemampuanku untuk segera mengakhiri kemauan Pak Reza sambil masih tetap duduk di atas Andi, tangan Andi masih meremas dgn lembut kedua buah dadaqu, tapi konsentrasiku hanya tertuju ke Pak Reza, tak lama kemudian berdenyutlah kemaluan Pak Reza di mulutku, tak kurasakan cairan sperma keluar dari kemaluan itu, hanya denyutan denyutan ringan hingga melemas dgn sendirinya.

Aqu terkulai lemas di atas badan Andi, anak buahku itu, dan dia membalas dgn ciuman dan elusan di punggung telanjangku, beberapa saat kemudia aqu tersadar dan berdiri menjauhinya, duduk kembali di kursi.
Lisa memberikan teh hangat, kami semua masih telanjang, masih kurasakan seakan kemaluan Andi masih mengganjal kemaluanku.

Baru aqu sadari ternyata ada empat titik memerah bekas gigitan Andi pada dada dan sekitar buah dadaqu, kulirik Andi tapi dia tak memperhatikan.
Jarum jam menunjukkan pukul 13:30, ketika kami menandatangani kontrak itu dalam keadaan telanjang, sambl memangkuku Pak Reza menandatangani lembaran itu dan di atas pangkuan Pak Reza pula aqu menandatanganinya. Sementara Pak Martin sebagai saksi, ikut menandatangani kontrak itu sambil memangku Lisa yg masih telanjang.

“Alangkah asiknya kalau kita bisa makan siang bersama sambil telanjang” usul Pak Martin
Aqu hanya tersenyum menanggapi usulan nakal Pak Martin, kukenakan kembali pakaianku meski tanpa celana dalam karena diminta Pak Martin yg masih bujangan itu.
Tak lama kemudian kami semua sudah berpakaian lengkap, kubereskan dokumen yg berserakan di lantai maupun meja dan kuberikan semuanya ke Andi.
Dan selesailah official meeting hari ini.

Sebenarnya aqu tak mau mencampur adukkan antara bisnis dan kesenangan seperti ini, baru pertama kali terjadi. Awal bisnis yg di awali seperti ini terus terang membuat aqu taqut, tapi apa bedanya dgn para bisnisman lainnya yg memberikan wanita cantik untuk dapat mendapatkan proyek, toh proyek itu jalan juga.

Setelah makan siang, aqu dan Andi mengantar mereka hingga ke lobby dan disanalah kami berpisah, Aqu dan Andi naik ke atas, tak ada pembicaraan sepanjang jalan ke kamar meskipun di lift Cuma kami berdua, suasana menjadi kaqu, hal seperti inilah yg tak aqu inginkan.
“Andi apapun yg telah terjadi adalah tak pernah terjadi, tolong camkan itu demi kebaikan kita semua” kataqu pada Andi sambil mengecup bibirnya, sebelum dia masuk kamarnya.

Dan kami kembali ke Jakarta sebagai mana tak terjadi sesuatu kecuali kenangan indah.

Aqu tak pernah bisa memenuhi kata kataqu sendiri seperti yg aqu pesan di atas, karena bercinta dgn Andi terlalu nikmat untuk di tinggalkan.

 
DAFTAR , DEPO , MAIN , TARIK DANA KE REKENING ANDA !! KLIK DISINI

Cerita Seks Seorang PSK Diperkosa Hingga Berlaki Kali

15267587_1216600851740288_1629623403427199297_n.pngKLIKKIU.NET – Malam itu Andi mengerjakan tugas yg menumpuk dari kantor di kosannya. “sial dasar PNS malas, lagi-lagi junior seperti saya harus mengerjakan tugas-tugas mereka dgn embel2 harus belajar lebih giat” umpat Andi dalam hati. terbesit kejadian yg Andi lakukan bersama Tisca tiba-tiba kepala Andi terasa pusing berat. handpone Andi bergetar, segera ia melihat ada sms masuk. ternyata itu sms dari Tisca yg mengucapkan terimakasih sudah mau mendengarkan curhatan dia. Andi masih terbayg-bayg kejadian tadi “sial kenapa sih tak aku lanjutkan saja permainan tadi” nampaknya Andi menyesal.

Pusing dikepala Andi sungguh menyiksa, kalau sudah begini apa daya pekerjaan kantor yg menumpuk tak jadi dikerjakan. akhirnya Andi memutuskan untuk istirhat sejenak.Sudah beberapa hari Andi hanya menghubungi Tisca melalui sms atau telpon. Andi benar-benar malu dan merasa bersalah dgn Tisca. hari ini seperti biasa tugas Andi datang di pertemuan bos-bos besar. Pertemuan itu banyak sekali orang. wanitanya cantik-cantik, berkulit putih dan mulus.

Cerita Ngentot | Andi memang memiliki jabatan yg strategis, kedekatanya dgn pengusaha-pengusaha membawa dia menjadi salah satu orang kepercayaan mereka. Andi selalu membantu mereka dalam mengurus surat perizinan. entah untuk periklanan, pajak, dll. sebenarnya kerja PNS hanyag ongkang kaki saja di kantor, kalo tak ada duit kaki mereka”PNS” males jalan.

sedangkan surat perijinan secepatnya harus mereka”pengusaha” dapatkan untuk tujuan promo atau kelancaran usaha mereka. inilah bobroknya PNS senior, makan duit rakyat kerjanya. jika memakai jalur biasa, yah surat mereka hanya jadi tumpukan paling akhir. itu aja mungkin alasan telat, bos lagi sibuk,keluar daerah, padahal dokumen mereka”PNS” timbun. ujung-ujungnya di peraturan negara surat keluar 2 minggu ini bisa berbulan-bulan.

Andi selalu saja dikenalkan dgn kerabat mereka”pengusaha”. sangat jarang orang indo alias pribumi di jodohin dgn salah satu keluarga mereka”pengusaha” loh. karena mereka”pengusaha” sangat menjaga garis keturunan terlebih generasi nenek moyg. hanya pasti mereka”pengusaha” mendapat keuntungan lebih bukan jika memiliki menantu seperti Andi.

pertemuan pengusaha ini tertutup, sepertinya hanya sedikit keturunan pribumi yg hadir. mereka”pengusaha” mengobrol dgn bahasa ingris, china dll. sedikit-sedikit Andi tau obrolan mereka secara pasif karena walaupun Andi berkerja waktu luangnya dipakai untuk les bahasa asing guna menunjang pergaulanya yg ini nih. dari keramaian datang seorang pengusaha membawa seseorang wanita yg cantik bersamanya. Andi yg sedang menikmati minuman di panggilnya.

“Andi…Andi….sini” panggil ko Sendo.
Andi langsung saja berjabat tangan dgn ko Sendo. dan segera berjabat tangan dgn wanita disebelahnya.

“Andi…” sapa Andi,”Enjel…” sapa Enjel.
melihat penampilannya ci Enjel. ternyata dia masih sangat muda, mungkin kisaran umur 23an lah, taksir Andi.
“Enjel ini habis di putusin pacarnya” Sendo menambahkan.
“Sendo ah biasa aja, malu tau masa baru kenal tau2 bilangnya kaya gitu” Enjel membalas sambil mencubit Sendo.

sebenarnya usia mereka tak jauh berbeda. Sendo merupakan penerus usaha ayahnya dibidang garment dan dia selalu mengurus surat perijinan untuk jualan ataupun promosi ke Andi. karena mereka masih muda, obrolan mereka lanjut tak seperti obrolan dgn pengusaha yg sudah berkeluarga obrolan mereka lebih banyak ke usaha dan keluarga, hanya sedikit basa-basi.

“Andi ayo lah karoke bareng-bareng” ajak Sendo.
“ah lo mah karoke minta atas sama bawah” jawab Andi.
“sial kok ngomonginya di depan Enjel, ketauan belang gw dah” jawab Sendo.
“jadi selama ini belum berubah yah masih nakal kya dulu” timpa Enjel.
“hahaha aq tau kok Andi, lo gx suka wanita sembarangankan? nih ajakin Enjel aja” tawar Sendo.
“lah, kok ajakin aku. nanti aku juga di suruh karoke atas bawah juga dong sama Andi” jawab Enjel.
“hahahahah mereka tertawa bersama”

Enjel sebenarnya lebih cocok untuk Sendo. Enjel berbadan putih, mulus, tinggi, cantik terawat. namun satu kekurangnya Enjel. dadanya rata. entah itu BH di sumpel apa biar minidres yg dia pakai muat.

Andi yg sudah faham banget bentuk serta ukuran merasa kurang tertarik. mungkin kalo homo bercinta dgn Enjel merasa aman dan nyaman tak ada masalah ataupun konflik batin dah. karena bentuk badanya sama dgn lelaki langsing ketimbang dgn wanita. Andi berfikir positif ,
“mungkin emang keturunan juga kali atau masih masa pertumbuhan”.
tiba-tiba Sendo di panggil orang lain.

“yah sial ikut obralan orang tua lagi nih” umpat Sendo kepada Enjel dan Andi.
“hahahaha sukurin, udh sana pergi nanti dibilang durhaka” jawab Andi.
“eh iya yg ada gw bisa bangkrut juga nih kalo gx ikut, titip Enjel sebentar doang yah” jawab Sendo.
“lama juga gpp kok, nanti tak bawa pulang” jawab Andi.
tawa Sendo terlepas seraya pergi meninggalkan mereka berdua.
“eh anggel sebenarnya Sendo itu siapa kamu?, maaf yah tiba2 nanya begitu” tanya Andi.
“ohhh ko Sendo tuh masih sepupu” jawab Enjel.
“kalo sepupu bisa dong menikah?” tanya Andi.
“enggak, orang tua kita ngelarang. karena ko Sendo pengen banget adik wanita yah dia selalu ngajakin aku” jawab Enjel.
“oh gitu, sayg banget yah” timpa Andi.
“hahaha enggaklah, kalo udh jadian sama ko Sendo mah nanti Enjel gx boleh turun dari kasur” jawab Enjel.
“hahaha ngaco kamu, gx Sendo gx adiknya sama ngaco” jawab Andi dgn becanda.
“ia lah kakaknya yg ngajarin, sebagai adik yg baik harus mengikuti” kata anggel.
“hahahah jadi kalo ko Sendo yg lagi karaoke Enjel juga mau?” tanya Andi.
“sial, emang beneran ko Sendo hobynya masih kya gitu?” tanya Enjel.
“tanya aja sendiri” timpa Andi seraya pergi mengambil minuman.
“ahhhhhhhhhhh” suara rengek Enjel.

Enjel mengikuti Andi. ia terus berada di dekat Andi. padahal tamu-tamu di situ banyak wanita berpakaian sexy jauh lebih sexy daripada Enjel. mungkin karena Enjel mudah di ajak bicara dan seumuran Andi merasa nyaman. kalau wanita yg lain palingan seperti biasa jadi pajangan bos-bos doang.

Andi memperhatikan pakaian Enjel. minidres dgn tubuh setinggi Enjel membuatnya terlihat janggal. paha Enjel yg mulus terus terpampang menggoda setiap setiap mata untuk melihat isi dalemannya. menggoda setiap tangan untuk mengelusnya dgn lembut. pikiran Andi yg ngeres menjadikan dia pusing dan berat. matanya terpejam beberapa detik.

“sepertinya ini harus cepat dikeluarkan” pikir Andi. tiba-tiba tangan Enjel menyentuk lengan Andi, sedikit menahanya agar Andi tak hilang keseimbangan.

sikut Andi tepat di tengah dadanya. Andi kaget, yg mengagetkan biasanya jika tangan Andi berada diposisi ini ia bisa merasakan kehangatan. ini berbeda, rasanya kosong. Andi ingin sekali tertawa, namun tak enak dgn usaha Enjel. Enjel segera memanggil Sendo. dgn cepat Sendo datang dan menanyakan keadaan Andi. Andi hanya butuh istirahat, mungkin karena tidur larut malam Andi kurang sehat.

Dgn inisiatif, Sendo memanggil taksi dan menyuruh Enjel menemaninya. Enjel bingung harus bawa kemana Andi. Andi meminta untuk istirahat sejenak. sebelum pergi ia bertemu dgn si punya pertemuan, si pemilik menawarkan ruangan untuk istirahat namun Andi menolak karena lebih nyaman untuk pulang.

Sendo masih melanjutkan pertemuan, karena menurutnya Enjel saja yg mengantarnya sudah cukup terlebih dia di temani supir pasti beres. kebetulan mobil Enjel sudah ada di depan gedung, Andi dan Enjel menaikin mobil itu meninggalkan gedung. taksi yg dipesanpun tak jadi. sesampainya di mobil, Andi bertambah sakit. mukanya kini pucat, badanya lemas.

Enjel yg duduk berdua di bangku tengah, merasa iba dan menyuruh Sendo untuk tidur di atas pahanya. tangan Enjel menyentuh wajah Sendo yg pucat, menariknya untuk tidur di atas pahanya. minidress Enjel pakai untuk berdiri saja hampir memperlihatkan isi dalemanya ini Enjel duduk, kebayg paha Enjel sudah naik hingga kemana-mana. Andi yg melihat paha Enjel menjadi lemas, bukan lemas karena sakit lemas karena pikiran.

“jika tak keluar nih bakalan gawat”wajah Andi menyentuh paha Enjel. “terasa hangat dan nafasnya sedikit panas” pikir Enjel. Enjel bilang ke supir agar mampir saja rumahnya karena ia rasa tempat itu yg paling dekat.

Andi merasakan halus dan wangi paha Enjel. putih mulus, tak ada satupun bulu yg menempel. wangi ini membuat Andi semakin tenggelam, karena sudah beberapa kali hasratnya hanya di pendam. Andipun tertidur diperjalanan. tiba-tiba Andi terbangun, merasakan selimut hangat namun udara dingin sekali. Andi melihat sekeliling ruangan, dgn tembok bercat pink rose dan interior yg dominan putih. selagi mengumpulkan nyawa yg masih hilang ia melihat segelas air diatas meja, Andi mengambil lalu meminumnya dgn cepat, menenggaknya hingga tak setetespun tersisa.

sakit kepalanya kini sudah hilang, namun rasanya masih melayg. Andi mencoba memperhatikan kamar ini. mungkin pemiliknya wanita. dari jendela ia bisa melihat jalan utama menuju rumah dgn pos satpam di samping gerbang. Andi masih melihat diatas meja kecil terdapat foto Enjel bersama dgn wanita. bukan keturunan china lebih mirip orang jawa barat. jika dilihat sekilas mereka seperti kakak adik.

Andi mendengar suara air dari salah satu pintu di kamar itu. suara gemericik membuat Andi penasaran, mungkin dia (yg di foto bersama Enjel) pemilik kamar ini atau jangan-jangan ini memang kamar Enjel. Andi melihat sekeliling, terdapat selembar kain, sepertinya pakaian ini mirip yg dipakai Enjel. Andi masil lemas enggan untuk berjalan melihatnya lebih dekat.

“crek” suara pintu terbuka. Andi berpura-pura untuk tidur. ternyata benar, Enjel pemilik kamar ini. dgn rambut basah dan tubuh terlilit handuk, Enjel keluar dari kamar mandi.

Cerita Seks Terbaru 2015 | Tubuhnya yg putih mulus sangat kontras dgn handuk gelap miliknya. Enjel berjalan ke depan lemari, dibukanya pintu lemari sembari memilih pakaian.

sepertinya ia kali ini memilih sebuah miniset tanpa tali. bentuknya unik seperti bandana berwarna hitam menutupi kedua dadanya datar. Andi sepertinya ketahuan terlihat Enjel melihat dari arah cermin, Andi sedang memperhatikan. agar Andi merasa tak bersalah Enjelpun melanjutkan aktifitasnya memakai baju. Andi yg sudah panas dingin melihat Enjel di depan kasur merasa hawa panas menjalar di tubuhnya. bukan karena sakit ini perasaan yg lain.

Enjel menutup tubuhnya dgn tantop berwarna biru laut. dgn memakai celana pendek, sepertinya Enjel memilih untuk tak memakai CD. karena dari tadi Andi memperhatikan tak satupun CD yg ia bawa, hanya celana pendek itu saja.

ukuranya terlalu pendek untuk menutupi bongkahan pantatnya yg sedikit besar. kakinya tetap jenjang, pahanya lurus mulus membuat siapapun yg melihatnya meneteskan ludah. Andi sudah terlalu panas melihat seluruh tubuh Enjel, namun Andi tak dapat mendekatinya. seperti ada sebuah rantai yg mengikatnya untuk tetap tidur disini dan hanya terus memperhatikan kali ini Andi hanya bisa memperhatikan sembari menahan hawa panas yg membuat AC ruangan ini seperti tak berkerja.

Enjel mengambil karet dan mengikat rambutnya keatas agar tak membasahi tanktop yg ia pakai. kali ini,Andi benar2 menelan ludah, lehernya yg jenjang membuka rantainya untuk bergerak. ia bergerak sedikit menggeser tubuhnya agar berada di pinggi ranjang.

“oh udah bangun kak” tanya akrab Enjel.
“eh udah kok dek” jawab Andi reflek.
“udah sehatan belum? kalo belum sehat mending istirahat aja” Enjel segera berjalan menjuju ke Andi.
“udah kok, udah sehat nih mau mencoba jalan sendiri” jawab Andi.

Enjel bak model, melangkah di depan Andi sambil memperlihatkan bentuk tubuhnya yg hampir sempurna. celana Enjel membuat gemes Andi. dari bahanya yg rabun terlihat sedikit lekukan kemaluan Enjel. kali ini Enjel benar-benar membius Andi. matanya tak henti memperhatikan Enjel.

“kak kok malah bengong ngeliatin Enjel?” tanya Enjel.
“eh iya kamu cantik” jawab Andi terlalu jujur.
“ah basi, kalo kakak tau aku belok gimana?” tanya Enjel.
“hah? serius kamu belok” jawab Andi.
“jadi foto itu” Andi melanjutkan.
“iya kak itu mantan” potong Enjel.
“oh iya, iya pantesan kamu biasa aja sama lelaki yah” kata Andi.
mereka berdua terdiam sejenak. sambil memperhatikan masing-masing
“kata kakak(Sendo) aq harus sembuh kak” Enjelpun memulai pembicaraan.
“hahahahh iya tuh harus semubuh tuh, emang Enjel tipe apa? butchy atau femme?” tanya Andi.
“ihhhh kak malah nanya serius, aq sebenernya andro butchy” jawab Enjel.
“hah? apaan lagi tuh?” tanya Andi.
“penampilanku sebenernya seperti lelaki hanya sifatnya masih perempuan.

Dulu saat masih pacaran dgn dia(menujuk di foto) aq selalu memakai jins dan tanktop aja, rambut gx sampe di cepak hanya di potong pendek. jadi sekarang rada feminim di paksa kakak(Sendo), sampe di beliin baju,dres,sepatu tiap bulan pokoknya semua tentang perempuan. akhirnya daripada gx dipakai sayg yg merubah sedikit penampilan” cerita Enjel.
“emang kenapa kok bisa sih kenal kya gitu?” tanya Andi penasaran sambil berusaha mendekatkan diri ke Enjel yg akhirnya bercerita sambil duduk di tepi ranjang.
“waktu itu Enjel bersekolah di sebuah SMP. saat itu Enjel masuk sekolah khusus wanita dan hanya ada guru laki-laki, itupun Enjel mempertanyakan kelakiannya(Enjel sedikiti tersenyum). akhirnya Enjel berkenalan dgn kakak kelas. ternyata rata-rata siswa di sana diharuskan untuk masuk asrama juga agar lebih fokus belajar. orang tua tak keberatan demi masa depan anaknya. semenjak itu aku tak pernah berkenalan dgn laki-laki” Enjelpun terdiam.
“Enjel” bisik Andi.

Andi yg sedari tadi berusaha mendekat diri ke tempat duduk Enjel, ternyata kini sudah tepat di sampingnya. Enjel hanya sedikit menoleh. matanya teringat masa lalu, entah sebuah kesalahan atau takdir.
“Enjel” bisik Andi lagi.

Enjel masih terdiam. teringak pertama kali,ia dan kakak kelasnya(wanita) berkenalan. kakak kelasnya selalu bermain ke kamar asramanya walaupun beda gedung. untuk pertama kalinya Enjel merasa memiliki kakak yg sayg dgn dia. beberapa bulan dekat Enjel sudah di peringatkan bahwa kakak kelasnya memang belok. namun Enjel tetap tak percaya. akhirnya kakak kelasnya menyatakan cinta kepada Enjel. waktu itu Enjel masih SMP, mungkin cinta pertamanya salah tempat,waktu dan keadaan. ia tak sempat berkenalan dgn lelaki. ya pertama kalinya Enjel tidur berdua dgn mahkluk sejenisnya. dalam hati Enjel masih ragu.

ia ingat saat itu Enjel berdiri di pinggir ranjang dan kakak kelasnya berada di sampingnya. berbisik kata cinta dan selalu memujinya ganteng daripada cantik. tubuhnya lebih mirip seorang lelaki daripada wanita.

Andipun kini memujinya cantik walau dalam hati Enjel masih ingin dibilang ganteng. kakak kelasnya mulai menyentuh bibirnya dgn tangan. begitula Andi yg sudah menyentuh pipinya dan menuju ke bibir. kakak kelasnya berusaha meraih bibir Enjel dgn cara sedikit membelokkan dagu Enjel dgn tangannya. begitu pula dgn yg Andi lakukan saat ini.

kini Enjel merasa nafasnya mulai tak teratur, jantungnya berdetup kencang. mata Enjel menatap Andi kosong, baygan masa lalunya sibuk mencari-cari berkas kenangan lama untuk disatukan kembali.
sesaat Enjel tersadar. ia menarik mencoba memalingkan wajahnya. kini Andi berhadapan dgn lehernya. kesempatan ini tak terbuang sia-sia. Andi segera mencium belakang lehernya Enjel yg ditumbui bulu-bulu halus seperti rambut kecil. saat lidahnya yg basah menyentuh leher Enjel. semua bulu itu sontak bereaksi seraya mendapatkan sinyal dari syaraf kulit.

“ssshhhhh……”desah Enjel membuat ia mengingat kakak kelasnya melakukan hal yg sama. tangan Andi tak tinggal diam.

ia mencoba meraih tangan Enjel yg hanya berpegangan di tepian ranjang. disentuhnya lalu di gengamnya. tagan kiri Andi tak tinggal diam. ia mencoba memasukkan tanganya dari bawah tangtop Enjel. Andi merasakan perut Enjel sudah panas sedikit berkeringat. tangan kirinya terus menjalar keatas. rupanya tangan kiri Enjel berusaha untuk menghentikan langkah tangan kiri Andi.

Andipun tak habis akal. ia berusaha membasahi bibirnya dgn lidahnya lalu mencium leher belakang Enjel. sengaja ia membasahi sedikit agar saat Andi sedot lalu ia tarik akan menimbulkan bunyi “POP….”. dgn melakukan aksi ini tangan kiri Enjel yg menahan tiba-tiba melemas. kini tangan kiri Enjel mencoba mencari tangan kiri Andi untuk segera mengarahkan ke dadanya.sakong-klik-qq-728

Andi merasa kecewa. ia merasa seperti anak kecil bermain kelereng. tanganya mendapatkan gundukan pasir yg diatasnya ada sebiji kelereng besar tak lebih dari itu. namun sentuhan Andi membawa kepada Enjel sebuah ombak lautan yg besar. Andipun penasaran. akhirnya tangan kanan Andi berpindah, mengarah kebagian pusar Enjel.

ternyata Andi mendapatkan suatu kejutan. pusar Enjel memiliki tindikan, jari Andi bisa merasakan benda logam dingin diantara panasnya kulit yg basah. kali ini Andi sedikit tersenyum. tangan kiri Andi terus saja mencoba untuk memindahkan biji kelereng. karena ia menyusup kedalam miniset yg ketat, Andi merasa tanganya sedikit terhambat. Enjel menyadarinya, tanyg kanan Enjel mencoba untuk menaikkan pelindung dadanya itu. tak kuasa menahan bendungan ini. Enjel sendiri langsung ikut bermain dgn kelereng yg nganggur.

“aachhhhh…..” lirih Enjel ketika menyentuh memakai tanganya sendiri.

tetapi rintihan itu bukan dari ulah tanganya sendiri. tangan Andi ternyata sudah mencari kacang dedekat goa. Andi tekan, lalu gesekkan lagi. terkadang Andi pencet kedalam agar kacang tersebut tertimbun dalam tanah.
terasa kacang itu tumbuh sangat rapih, tak ada serabut akar yg tak terawat tumbuh disekitarnya. setiap Andi menyentuh hingga pangkalnya. goa itu mengalirirkan air yg cukup membuat tangan Andi licin. jari manis dan kelingkin Andi mencoba untuk menyibak mulut goa.saygnya masih terlindungi oleh celana yg sudah basah. jari tengahnya mencoba untuk menggali lebih dalam. kali ini hanya sebatas kuku jari.

“ahhhhhh………. Enjel” ternyata tangan kiri Enjel meyentuh gelembung celana Andi.

tangan kiri Enjel sekarang sudah menyelinap masuk kedalam celana Andi. tak peduli betapa sempitnya dilam sana, Enjel berusaha untuk masuk. telapak tanganya terkunci oleh sempitnya celana hasilnya hanya jari Enjel yg masuk, namun tak perlu usaha lebih untuk menyentuhnya Enjel bisa merasakan kepala yg berusaha keluar dari sangkarnya.

“aw….sakit” jerit Andi.

ternyata Enjel sama sekali tak paham. kuku Enjel tanpa sengaja menyentuh lubang kemaluan Andi. dgn cepat Andi menarik tangan kananya dari permainan menambang tadi. seketika itu pula ia menari tangan kirinya dari permainan kelereng. segera ia memastikan, si otong tak kenapa-kenapa. Enjel yg dalam keadaan terhipnotis, mencoba mengembalikan kesadaranya. ia melihat Andi berdiri dihadapannya seraya memperhatikan mukanya panik. Enjel hanya melihat tangan kirinya, ia lupa kukunya sedang panjang. dgn cepat Andi membuka resleting dan sabuknya, lalu dgn sigap ia menurunkan kolornya. Enjel sontak kaget. menutup muka.

“kakak itu….” teriak Enjel.
“apaan itu-itu,…. gx ngeliat tadi aq juga triak gara-gara tititku kamu lukai” jawab Andi sewot.
“hah? luka, mana?” Enjel mencoba membuka mata dan tangan yg menghalangi wajahnya.
Enjel memperhatikan kepalanya. tanpak sedikit goresan merah berbentuk seperti senyuman. mungkin ini karena ia menekan dgn jarinya tadi.
“enggak ada luka kok nih kepalanya senyum gitu” ajak Enjel becanda.
“senyum-senyum,…. tanggung jawab nih perih” kata Andi.
Enjel tiba-tiba duduk dilantai.
“kak,…. aku bo….”belum sempat selesai Enjel berkata Andi langsung memasukkan kontolnya kedalam mulut Enjel.
“ahhhhhhh………bolehhhh” jawab Andi.tiba-tiba Enjel menjauhkan kepalanya, kontol Andipun terlepas dari mulutnya.
“uhguuukkkkk………sial….”umpat Enjel.
“lah kok sial???” tanya Andi.
“kamu tuh tiba-tiba…..” belum sempet menyelesaikan omonganya, Enjel di tarik keatas agar berdiri. dan
“ummmmmppppfffff” Andi menciumnya dgn ganas. lidah mereka saling bertempur didalam. Enjel merasakan kenikmatan.
“hu…hu..hu..”seperti sedang berebut nafas. Andi membalikkan tubuh Enjel menghadap kasur. lalu Andi mendorongnya.
akhirnya tubuh Enjel terpendal perutnya tertahan sudut kasur. ia seperti seorang bersujud, namun kakinya masih menyentuh lantai dan badanya diatas kasur.
“ah……….kak jangan ka………”belum sempet Enjel menyelesaikan kalimatnya Andi dgn berutal menjilati kemaluan Enjel.
“nih perempuan makan apa, kok rasanya gx seperti kemaluan orang-orang yg bau amis. ini terasa wangi dan dan manis” pikir Andi. setiap jengkal tak henti Andi jelajahi isinya.
“ahhhh….gila kak,….jangan di sedot lagi bisa-bisa….ahhhh” kalimat Enjel terpatah-patah karena merasakan begitu derasnya aliran listrik yg tersengat disana.

Enjel mencoba meraih kedua bongkahan pantatnya. ia berharap dgn menarikanya kedua celah sempit di vaginayanya lebih terbuka agar Andi bisa sempat menjelajahi lebih dalam lagi. setalah Enjel memegang dan menahanya. Andi tiba-tiba berdiri dan tidur disamping Enjel. muka Andi seperti orang yg habis cucimuka, belepotan cairan liurnya dgn vagianya. Andi merasa mukanya trlalu panas dan pedih. ia mengambil selimut lalu mengelap mukanya. terlihat Enjel yg sedang berharap lebih namun tak menemukan jawaban dari Andi. Enjel diam seribu bahasa melihat kelakuan Andi yg tak melanjutkan aksinya.

“enak….?” tanya Andi.
“iah enak kak…..” jawab Enjel sembari menatap berharap dilanjutkan lagi.
“nah kya gitu tuh lagi enak-enak tiba-tiba gx jadi” Andi mencoba menasehati.
“ahhhh… kakak” rengek Enjel.. dgn kesal Enjel berdiri diantara selangkangan Andi.

posisi Andi kini tertidur di pinggir ranjang dan kaki yg sedang terleonjor kelantai. Enjel mengambil posisi di tengah-tengah. Enjel duduk sembari membuka lebar selangkangan Andi. kini Enjel berhadapan langsung dgn kontol Andi. ia tarik keatas menantang langit-langit sebelum masuk ke langit-langit rongga mulut Enjel. Andi nampak memperhatikan. mungkin kya gini yah homo lagi ngisep. hanya beda dia ada lobangnya aja. pikir Andi hanya kalo homo beneran dih, serem. lagi mikir begitu, tiba-tiba Andi merasakan setruman hebat. lidah lembut Enjel mencoba menutupi gigi bagian bawahnya. Enjel mencoba membuka mulutnya selebar mungkin berharap kontol Andi masuk semua.

“gilaaaaa….kamu Enjel” teriak Andi yg sedang diberikan sensasi berbeda.

kepala kontol Andi dimasukkan dgn cara vertikal keatas searah dgn mulut Enjel. hasilnya bagian bawah dari kontol Andi menyentuh lidahnya yg basah dan kepala kontolnya menyentuh rongga mulut Enjel. hal ini cukup menyulitkan bagi Enjel terlebih ukuran mulut Enjel pas-pasan menghadapi kontol Andi. yg luar bisanya lagi Enjel menaikkan turunkan badanya bukan kepalanya saja. memberikan sensasi konsisten terhadap kontol Andi. mulut dan bibir Enjel sudah berubah karena bercampur air liur. air liur yg keluar dari mulut Enjel begitu pekat.

“ahhh Enjel….” kata Andi keenakan. tiba-tiba tangan Andi mencoba memegang rambut Enjel dan kepala Enjel.
“ahhh….Enjel….aku….” teriak Andi…..kini Enjel bisa merasakan seluruh kontol Andi masuk hingga bagian tenggorokanya. Enjel ingin muntah,…hanya bisa mengeluarkan bunyi
“ghuuurururu….ghrururur” seperti orang tercekik.

Andi menahan lebih dari 10detik. membuat Enjel hampir mati kehabisan nafas. karena tak tahan Enjel memukul dan meronta-ronta dgn tanganya. seketika itu Andi mengeluarkan semua curahanya. entah seberapa banyak yg bisa Enjel telan. ygjelas hal ini membuat Enjel benar-benar tersedak.bahkan ia langsung memuntahkan isinya dilaantai kamar. mulut, kepala, leher, Enjel benar-benar pegal menahan perbuatan yg Andi lakukan.

Andi terlihat puas pandanganya benar-benar mengaburkan semuanya. seolah-olah semua beruhan menjadi baygan dan gelap. ia tak melihat Enjel lagi larut dalam satu tujan kenikmatan. Enjel terbatuk-batuk sambil mengumpulkan nafasnya. ia melihat Andi sudah tertidur mungkin.Andi hanya memejamkan matanya tak bergerak. Enjel menumpulkan segenap tenaganya. rasa aneh dalam mulutnya coba ia selesaikan dgn pergi kelemari es di sudut ruangan. sedikit minum. untuk melepas rasa haus dan menghilangkan perasaan aneh
ditenggorokannya. Enjel merasa tenggorokanya penuh dgn lem yg dimasukkan secara paksa kedalam isi perutnya.Enjel segera kekamar mandi, kali ini ia benar-benar muntah. muntah bercampur air dan sedikit sisa-sisa seperma yg kental. kini ia keluar kamar. tangtopnya masih ia kenakan namun kusut ditambah lagi nimisetnya sudah berpindah keatas.

ia lihat cairan sperma yg jatuh dilantai dgn penasaran ia sentuh lengket bercampur air liur dan mengering di tangan karena AC. Enjel yg masih on, membasahi tanganya dgn seperma yg dilantai, ia angkat keatas tangtopnya ia sentuh kulitnya dan cairan itupun menjadi satu diatas tubuhnya. badanya yg wangi kini berbau entah siapa yg menciumnya ia tak peduli.

kini Enjel mencoba mencari sisa-sisa seperma yg ada. ia duduk menghadap kedepan cermin ia loloskan cenananya yg sudah basah. Enjel duduk dgn kaki terbuka lebar siap menerima benda apa saja untuk masuk memuaskan birahinya. Enjel membasahi kemaluannya dgn sisa cairan yg ada di tanganya. ia berusaha mencari kenikmatan.

tangan kirinya terus bermain diluar kemaluannya. agar terus basah. tangan kananya terus merangsang pentilnya agar mencari kenikmatan. tak beberapa lama ia memasukkan dua jarinya kedalam kemaluannya, ia sudah tak peduli lagi yg tadinya menjadi pelumas adalah sperma Andi. yg penting dgn berharap kontol Andi yg masuk ia mempercepat kedua jarinya keluar masuk. kemaluannya benar-benar licin dan becek. bahkan ia sendiri bisa melihat didepan cermin cairan terus keluar dari lobang menyentuh tempat duduknya dia yg berbahan kulit. Enjel sungguh tak peduli yg ingin dia capai hanyalah menuntaskan birahinya.

“aachh….” teriak Enjel, seraya habislah derita yg ia bawa.

Enjel merasa sekarang benar-benar menjadi wanita. ia merasa dicintai oleh Andi. dibalik kaca kamarnya ia mengintip wajah Andi yg sedang tertidur lelap. aliran darah membawa semua hormon oksitosin ketubuh Enjel. Andi adalah lelaki pertama yg ia cintai. Andi berada di tempat yg salah, waktu yg salah dan keadaan yg salah. apa Enjel peduli?

ia mengambil semua cairan cinta yg ia tumpahkan diatas kursi. Enjel menuju ke kasur. ia mengusap wajah Andi. yah mengusapnya dgn cairan cinta mereka, mungkin. usapan itu membuat Andi tersenyum karena sensasi basah yg di timbulkan. Enjel masuk kedalam selimut, memeluk kekasihnya, mungkin. mereka terlelap dan hanyut dalam mimpi masing-masing.

 

DAFTAR , DEPO , MAIN , TARIK DANA KE REKENING ANDA !! KLIK DISINI

Cerita Dewasa Misteri Villa Dengan Wanita Gila Seks

cerita-mesumKLIKKIU.NET – Villa ”golden olive” adalah salah satu villa mewah di kawasan puncak bogor yg dimiliki oleh Hobert Dominguas. Tak hanya mewah , villa ini pun cukup luas dgn bebebrapa bagiannya masih berupa areal pepohonan yg rimbun memberikan nuansa asri dan hijau. Bangunan utamanya cukup besar dan berjarak cukup lumayan dari pintu gerbang.

Semenjak tewasnya aceng , Ny. Dominguas memutuskan untuk membawa Donita ke villa ini . Perempuan itu hingga saat ini masih tak sadarkan diri karena penyakit misterius , dan Ny. Dominguas bersikukuh untuk tak membawa Donita ke rumah sakit . Enam orang anak buah kepercayaan keluarga Dominguas menjaga villa tersebut , dua orang di pintu gerbang , dua orang di dalam dan dua orang lagi berpatroli di sekeliling villa.Mereka semua adalah orang orang terlatih yg tak hanya jago berkelahi tetapi juga piawai menggunakan senjata api. Aldo dan roy saat itu mendapat giliran berpatroli , aldo menyusuri sektor barat villa sedangkan roy di sektor timur

“roy…bagaimana situasi timur..over….” aldo menghubungi rekannya
“timur aman…bagaimana barat ..over….” roy menjawab
“all clear …tetap siaga saja..over and out..” aldo memutuskan komunikasi

Malam itu cuaca sepertinya cukup bersahabat walau agak berawan , secercah cahaya bulan membuat areal villa tak terlalu gelap. Sektor barat yg sedang aldo telusuri sebagian besar wilayahnya masih banyak pepohonan yg rimbun , pada siang hari memang terlihat asri tetapi di malam hari terasa agak menyeramkan. Aldo menyorotkan senternya ke segala arah mencari sesuatu yg mencurigakan , walau dalam hati ia tak begitu yakin akan ada orang yg bisa menyusup masuk ke dalam villa ini.

Tiba tiba suara gemerisik diantara pepohonan menghentikan langkah aldo , ia menajamkan pendengarannya. Suara gemerisik itu terdengar lagi bahkan kali ini diakhiri dgn suara benturan keras pada sebuah pohon besar , terlihat pohon itu bergetar dan daunnya berjatuhan. Sesaat aldo bermaksud untuk menghubungi rekannya , tetapi ia mengurungkan niatnya dan memeriksa sumber suara itu sendiri karena bisa saja itu hanya binatang malam.

Aldo bergegas mendekati pohon tadi , senternya disorotkan ke segala penjuru , waspada seandainya ada yg menyerangnya walau hanya binatang , aldo mencabut pistolnya. Suara gemerisik itu terdengar lagi , kali ini dari atas pohon , aldo mengarahkan senter dan pistolnya ke arah suara.

“ooo…shit….!!!” Aldo terkejut. Di salah satu batang pohon berdiri sesosok pocong dgn kain kafan lusuhnya , sorot lampu senter yg menyinari wajah pocong itu membuatnya semakin terlihat menyeramkan.

sakong-klik-qq-728

Walau terkejut tetapi nalurinya sebagai bodyguard yg terlatih untuk tak takut apapun membuatnya bersiap menyerang pocong itu menggunakan pistolnya. Suara tembakan memecah keheningan malam saat aldo memuntajkan pelurunya , ia tak berhenti menembak sampai pistolnya berbunyi klik tanda peluru habis. Seluruh peluru aldo tepat mengenai pocong itu , masih di tempatnya semula pocong itu terlihat limbung , lalu bergoyg ke depan dan belakang seperti mainan anak anak sebelum akhirnya melayg jatuh.

Aldo terus menyoroti pocong itu saat melayg jatuh , tetapi ketika hanya tinggal beberapa senti dari tanah , gerakan pocong itu berubah . ia tak terus melayg jatuh , tapi jutru melayg terbang langsung ke arah aldo dan langsung menggigit leher lelaki malang itu yg sama sekali tak menygka akan terjadi hal seperti ini. Aldo pun tewas kehabisan darah dan pocong itu pun melesat menghilang.

Dari dalam ruangan tempat Tekin dan Sam berjaga , tepatnya di depan kamar Donita , suara tembakan pistol Aldo jelas sekali terdengar. Mereka pun segera waspada dan menyiapkan pistolnya.

“aldo..roy..ada masalah….over…???”
tak ada jawaban
” aldo..roy…do you copy…over…??? “ tetap tak ada jawaban
“gerbang..gerbang….apa ada masalah….??” Penjaga gerbang pun tak menjawab
“gimana sam..?? “ Tekin bertanya pada rekannya
“ada yg gak beres nih…coba kamu periksa nona Donita apa masih aman..?? “ jawab sam

Tekin membuka pintu kamar Donita dgn hati hati , ia tak masuk ke dalam dan hanya melongok saja di pintu . Donita masih terbaring dgn damainya . Tekin berlama lama memandangi Donita , bukan untuk memastikan keamanannya melainkan sekedar menikmati kecantikannya yg bagaikan putri salju. Baru beberapa saat kemudian ia menutup pintu kembali.

Saygnya atau untungnya , Tekin tak masuk ke dalam kamar , karena jika ia lakukan itu maka ia akan melihat sosok pocong yg berdiri di balik pintu kamar.
Tiba tiba terdengar suara gedombrangan dari arah dapur , seperti ada yg mengamuk dan membanting banting peralatan dapur. Sam dan Tekin saling berpandangan , sikapnya semakin waspada , pistol mereka siap ditembakkan kapan saja.

“biar gue periksa….!!!” Kata sam sembari bergerak berhati hati menuju dapuryg terletak di bagian belakang villa.

Sesampainya di dapur ia tak menemukan siapapun disana , tetapi kondisi dapur seperti baru saja terkena ledakan bom , sangat beranTekinn. Panci , wajan dan peraltan dapur lain berserakan di lantai , meja dan kursi semuanya terguling dan di beberapa sudut dapur terlihat pecahan pecahan gelas dan piring. Sam melangkah dgn hati hati diantara peralatan dapur yg berserakkan di lantai , ia bermaksud mengecek pintu belakang. Dan anehnya pintu belakang masih terkunci rapat.

Hal ini membuat Sam bingung , siapa yg meng acak acak dapur dan kemana dia pergi , pintu belakang masih terkunci , sementara jika ia lari ke dalam pasti akan bertemu dgnnya. Dalam kebingungannya , tiba tiba ia mendengar suara tembakan dari ruang depan.

“shit…Tekin….!!!” Sam segera berlari menuju kamar Donita , tetapi kali ini ia tak hati hati hingga tersandung kursi yg terbalik di lantai , badan sam pun melayg meluncur jatuh menimpa perabotan yg berserakan di lantai. Sumpah serapah pun keluar dari mulut sam.

Tetapi mengabaikan rasa sakitnya , ia segera memungut kembali pistolnya yg terjatuh dan bergegas menuju kamar Donita. Sesampainya di depan kamar , ia menemukan Tekin sudah tergolek tak bernyawa di lantai. Mendapati rekannya sudah tak bernyawa , dgn kekuatan penuh sam menendang pintu kamar dan langsung menyerbu masuk . Pintu kamar terbuka dgn keras , sam melompat masuk dan mendapati empat orang tak dikenal sedang merubungi Donita yg masih terbaring di tempat tidur.

“jangan bergerak….!!!” Sam berteriak sembari mengacungkan pistolnya.

Empat orang itu yg ternyata adalah pak Mahmud , abdul , Misro dan udin . Semuanya terdiam tak bergerak sembari menatap Sam.

“siapa kalian..???” teriak Sam lagi Pak Mahmud hanya tersenyum dan bergerak mendekati Sam.
“Diam di tempat pak tua…!!!”
Pak Mahmud menghentikan langkahnya , dan sembari tetap tersenyum ia menunjuk ke arah langit langit kamar.

Curiga pak Mahmud sedang menipunya , Sam tak mempedulikan arah yg ditunjuk pak Mahmud. Dan akibatnya sungguh fatal , sam tak melihat sosok pocong meluncur turun dari atas dgn posisi terbalik , ia baru menyadarinya saat wajah pocong itu sudah berhadapan langsung dgn wajahnya. Selain menyeramkan , wajah pocong itu juga mengeluarkan bau busuk yg membuat sam limbung ke belakang.

Secepat kilat pocong itu menyambar wajah sam dan mengigit hidung lelaki itu. Rasa sakit dan ketakutan yg menjadi satu membuat sam secara refleks menodongkan pistol ke bagian belakang kepala pocong itu lalu tanpa ragu menarik pelatuknya. Dan sebutir peluru meluncur menembus pocong sekaligus kepala sam , ia tewas oleh pelurunya sendiri.

Setelah sam tewas , si pocong meluncur kembali ke atas dan menghilang. Abdul cs bergidik ngeri melihat semua kejadian itu , mereka bersyukur karena pocong itu ada di pihak mereka. Pak Mahmud kini kembali menghampiri Donita, keempat lelaki itu menatap Donita yg tertidur dgn pandangan penuh nafsu. Betapa tak.., Donita tertidur dgn pakaian tidur yg potongan dadanya cukup rendah sehingga setengah dari payudaranya tersembul keluar , bentuk puting yg tercetak disana menandakan Donita tak mengenakan Bra.

Pak Mahmud menyingkap bagian bawah baju tidur Donita , pahanya yg begitu mulus sungguh menggoda , apalagi kemaluannya yg masih tertutup celana dalam sungguh membuat penasaran. Pak Mahmud mengambil sebuah lintingan tembakau dari sakunya , dgn sigap Abdul membantu menyalakannya .

Pak Mahmud menghisap lintingan tersebut layaknya rokok , lalu menghembuskan asapnya ke sekujur badan Donita . Dihisapnya lagi lintingan itu , dan kembali asapnya dihembuskan ke badan Donita. Tujuh kali ia melakukan hal tersebut. Dan sungguh ajaib , pada hembusan ketujuh jari jemari Donita mulai terlihat bergerak , matanya perlahan mulai terbuka walau pandangannya masih kosong.

“Donita….bangunlah nak….bangunlah….” perintah pak Mahmud . bak terhipnotis Donita bangkit dari tempat tidur dan berdiri
“Donita…saya pak Mahmud.., dan kamu akan mengikuti semua perintah saya “
“iya..pak Mahmud” rupanya asap tadi tak hanya membangunkan Donita tetapi juga menghipnotisnya .

Pak Mahmud berjalan mengitari Donita yg sedang berdiri , sisa lintingannya terus ia hisap dan asapnya dihembuskan pada Donita , hingga benar benar habis. Setelah habis ia kembali berdiri di hadapan Donita , ditatapnya sejenak wajah cantik perempuan itu lalu tali bahu baju tidur Donita ia turunkan dua duanya sehingga pakaian tersebut langsung meluncur jatuh ke lantai.

Tak ada respon apapun dari Donita , yg bereaksi justru abdul , Misro dan udin . nyaris bersamaan mereka menelan ludah saat melihat keindahan lekuk lekuk badan Donita yg sudah terbuka , hanya tinggal celana dalam saja yg menempel pada perempuan itu. Pak Mahmud pun segera melepas pakaian, dan hanya menyisakan juga celana dalamnya. Dirangkulnya badan Donita , dan ia langsung mencium bibir perempuan itu.

Donita ternyata merespon dgn liar saat pak Mahmud menciumnya , lidah mereka saling bertaut. Sembari berciuman dgn panasnya , tangan pak Mahmud menyusup masuk ke dalam celana dalam Donita , jari jemarinya bermain dgn nakalnya di kemaluan perempuan itu , permanianan lidah Donita makin liar tanda ia mulai terangsang.

Pak Mahmud kemudian menurunkan celana dalam Donita , sehingga badan perempuan cantik itu kini benar benar polos. Dan kembali tiga begundal hanya bisa menelan ludah ,walau kemaluan mereka sudah menegang dan nafsunya sudah mulai naik tinggi , tetapi tak ada seroangpun yg berani mendekat apalagi menyentuh Donita tanpa seizing pak Mahmud.

“Donita ..buka celana bapak…” perintah pak Mahmud.

Perempuan itu segera berlutut dan tangannya hendak membuka celana dalam pak Mahmud , tetapi tiba tiba lelaki tua itu mencegahnya.

“jangan pakai tangan, .pakai mulut…” kata pak Mahmud.

Sungguh pemandangan yg erotis saat seorang wanita muda nan cantik berkulit putih mulus , berlutut membuka celana seorang lelaki tua berkulit butek hanya dgn mulutnya.
Sentuhan bibir Donita saat melepas celana , memberi sensasi tersendiri bagi pak Mahmud. Setelah celana pak Mahmud terbuka, tanpa diperintah dgn spontan Donita meraih kemaluan lelaki tua itu dan mulai melakukan oral sex dgn sangat ahli. Lidahnya menjilati dan melingkari kepala kemaluan itu untuk beberapa saat , kemudian turun menyusuri batangnya dari atas ke bawah kembali lagi keatas begitu sterusnya berkali kali.

“oughh..ternyata kamu jago nyepong juga….” Pak Mahmud sungguh tak menygka Donita bisa selihai ini.

Donita kini mulai melakukan kuluman , dimulai dari kepalanya yg mirip jamur , lalu berlanjut hingga hampir seluruh kemaluan itu masuk kedalam mulutnya. Jilatan , hisapan dan kuluman mulut Donita ternyata begitu membuat pak Mahmud terbuai. Bisa dibaygkan apa yg terjadi dgn abdul , Misro dan udin . mereka hanya bisa menonton dgn air liur menetes , beberapa kali mereka terlihat membetulkan celana masing masing yg makin terasa sempit.

Tak tahan lagi dgn sepongan Donita , pak Mahmud menyuruhnya berdiri , diangkatnya badan perempuan itu lalu dibaringkan di kasur. Pak Mahmud mulai menindih badan Donita , kemaluannya ia bimbing ke liang kemaluan , ia dorong pantatnya maju dgn perlahan.

“aaaaahhhh….”

Donita mendesah saat kemaluan pak Mahmud mulai menyeruak masuk ke dalam kemaluannya. Pak Mahmud terus mendorong kemaluannya hingga amblas seluruhnya , lalu ditariknya sedikit dan didorong lagi. Setiap gesekan kemaluan pak Mahmud selalu direspon dgn desahan dan erangan kenikmatan oleh Donita . Pak Mahmud mulai melakukan genjotan dari perlahan hingga makin cepat . Badan Donita terguncang guncang , kepalanya mendongak ke atas , payudaranya bergoyg goyg begitu menggoda , begitu erotis.

“aahh..ahhh….ooohh….aaahhhh…”

Desahan dan erangan keluar dari mulut Donita , membuat pak Mahmud kian bernafsu , ia hentikan goygan payudara Donita dgn mulutnya , puting susu perempuan itu ia kulum dan sesekali digigit dgn lembut. Donita pun menjadi kian bernafsu , pinggulnya ikut bergoyg mengimbangi gerakan pak Mahmud. Badan mulus Donita kini basah oleh keringat , genjotan pak Mahmud kian lama kian gencar.

“aahh…oohhh…ahhh….sssh….aahhhh….”
“ooohh….oohhh…aaahhh…ahhhh…..”

Akhirnya setelah beberapa lama , Donita mencapai puncak kenikmatan. Badannya melengkung , kakinya menendang nendang bagai bayi ,kemaluannya berdenyut denyut. Dan tak lama berselang , pak Mahmud mencapai orgasme juga , semburan sperma dgn deras menyembur mengisi rahim Donita. Badan keduanya pun melemas , nafas Donita terengah engah seperti habis melakukan sprint , payudaranya bergerak naik turun.

Trio abdul , Misro dan udin hanya bias melongo dgn air liur menetes menyaksikan adegan tersebut , mengingatkan kita pada trio dono , kasino dan indro saat melihat perempuan cantik. Pak Mahmud kemudian membawa Donita yg masih dalam pengaruh hipnotis ke kamar mandi , terdengar bunyi shower saat mereka di dalam. Hanya beberapa menit saja mereka di dalam , dan saat keluar Donita sudah tampak lebih cantik dan segar. Salah satu pemandangan yg enak dilihat adalah saat seorang perempuan cantik baru saja selesai mandi.

Pak Mahmud memakai kembali pakaiannya , juga Donita yg kembali mengenakan pakaian tidurnya. Lelaki tua itu lantas memberi tanda pada Misro dkk untuk segera pergi dari sana. Mereka membawa Donita ke sebuah taksi yg terpakir di luar villa. Taksi itu dibawa oleh abdul dan bukan taksi biasa, melainkan taksi yg memang dirancang khusus untuk melakukan kejahatan.

Abdul adalah anggota komplotan yg sering melakukan perampokan pada penumpang taksi , dan jelas sebagian besar korbannya adalah wanita. Modusnya dgn membawa korban ke daerah sepi dimana anggota lain sudah menunggu untuk menyergapnya dan mengambil seluruh harta benda milik si korban. Dan tak jarang jika korbannya lumayan cantik , dipastikan ia akan mengalami pelecehan seksual bahkan pemerkosaan . yg pasti seorang mahasiswi cantik pernah terenggut kehormatannya di taksi itu.

Sebuah mobil BMW biru melaju agak kencang menembus malam menuju villa “golden olive”. Herman sendirian mengemudikan mobil itu , kepalanya bergoyg goyg seirama dgn musik linkin park yg bergaung dari audio systemnya. Ia berniat menemui Donita disana karena kebetulan selama tiga hari ke depan jadwal kuliahnya kosong.

Herman sebenarnya merasa heran , kenapa ibunya Donita tak mau membawa anaknya ke rumah sakit , malahan dibawa ke villa keluarga di bogor. Setaknya hal ini sedikit merepotkan Herman jika hendak menemui Donita , karena harus pergi ke luar kota.

Selain itu Herman juga heran dgn penyakit Donita yg bahkan dokter pun tak bisa mendiagnosanya. Sebersit pemikiran sempat terlintas di benaknya , jika penyakit Donita mungkin berhubungan dgn kasus pemerkosaan yg pernah Herman saksikan dulu , tetapi dimana hubungannya ia tak tahu. Mobil Herman sudah memasuki jalan kecil yg berujung di villa “golden olive”.

Sesampainya di gerbang villa , Herman merasa curiga melihat gerbang yg terbuka lebar dan tak seorangpun penjaga yg terlihat. Ia pun menghentikan mobilnya di depan pos penjagaan dekat pintu gerbang. Dgn berhati hati , Herman keluar dari mobil dan memeriksa pos penjagaan. Saat melongok ke dalam ia terkejut melihat dua orang penjaga telah tewas dgn luka gigitan dileher.

Perasaan Herman mulai tak karuan , ia menkhawatirkan keselamatan Donita. Belum sempat Herman kembali ke mobilnya , sebuah taksi melaju kencang ke arahnya . Tetapi karena sedikit terhalang oleh mobil Herman saat hendak berbelok ke luar villa , laju taksi itu melambat dan saat itulah Herman melihat jika kekasihnya dalam bahaya , ia masih hafal wajah orang orang yg bersama Donita adalah wajah para pemerkosa suster asti. Sontak Herman berlari mengejar taksi yg sudah berbelok ke luar villa itu.

“Woiii…berhenti looo…!!!!!!” teriak Herman sembari terus berlari mengejar taksi yg kian menjauh.

Herman semakin mempercepat larinya sampai akhirnya nafasnya pun habis , sementara taksi yg menculik Donita semakin menjauh saja. Herman terdiam dan berhenti untuk mengatur nafasnya kembali dan saat itulah ia baru menyadari kebodohannya mengejar mobil itu dgn berlari. Ia pun bergegas berbalik menuju villa , tak lama kemudian sebuah BMW biru melaju kencang mencoba mengejar taksi tadi. Butuh waktu beberapa menit sampai akhirnya Herman berhasil mengejar dan menguntit taksi itu tepat dibelakangnya.

“dul…orang yg tadi dul…..” Misro memperingatkan abdul saat melihat mobil Herman telah berada di belakangnya.
“iya…gue tahu..gue tahu….!!!” Jawab abdul sembari terus melirik ke kaca spion.

Donita yg masih berada dalam pengaruh gendam pak Mahmud tak bereaksi apa apa , tatapan matanya kosong lurus ke depan. Satu peluang dilihat Herman , ia menabrak bagian belakang taksi itu sehingga lajunya menjadi sedikit oleng.

“anjjiiiiinggg……!!!!!” abdul memaki sembari berusaha mengendalikan taksinya.

Suara decitan rem dan gesekan ban dgn aspal jalan memecah kesunyian malam atau mungkin tepatnya dini hari di jalanan yg sepi itu. Abdul berhasil mengendalikan taksinya kembali , dan kini lebih mewaspadai setiap gerakan yg dibuat Herman.

Ia melihat mobil Herman berusaha menyusul dari kanan , maka taksinya bergerak ke kanan untuk menghalangi , begitupun saat mobil Herman bergerak ke kiri dgn sigap abdul menghalanginya. Kedua mobil itu meliuk liuk di jalanan yg sepi mencoba saling menyusul dan menghalangi. Abdul tersenyum penuh kemenangan karena Herman tak juga berhasil mendahuluinya. Sebaliknya pada Herman , ia mulai frustasi dgn situasi ini.

Kesempatan Herman untuk menyusul akhirnya datang juga , sebuah truk besar melintas dari arah berlawanan , cahaya lampunya menyilaukan mata abdul dan membuatnya lengah. Celah ini dimanfaatkan Herman untuk bergerak ke sisi kanan sesaat setelah truk itu melintas. Abdul yg terkejut melihat mobil Herman sudah berada di sampingnya , spontan membanting setir ke kanan dan Herman pun menyambutnya dgn membanting setir ke kiri.

Akibatnya kedua samping mobil itu berbenturan dgn kerasnya , walaupun keduanya masih tetap melaju dgn posisi berdampingan. Dalam posisi mobil berdampingan , Herman sekilas berusaha melirik Donita yg berada di jok belakang. Entah sengaja memanasi atau tak , Misro dan udin terlihat sedang menciumi leher Donita sembari meremas payudaranya. Baju tidur perempuan itu sudah melorot ke bawah.

Walau Cuma sekilas tetapi hal itu cukup untuk membuat Herman mendidih penuh amarah , diinjaknya pedal gas lebih dalam , ia akan menghadang taksi itu agar berhenti. Dan Herman pun hampir saja berhasil mendahuluinya , ketika tiba tiba ada sesuatu yg melayg dari atas dan jatuh menghalangi laju mobilnya. Refleks Herman menginjak rem , decitan ban mobil terdengar menyayat telinga. Taksi abdul sudah semakin menjauh meninggalkannya.

Saat Herman hendak mengejar kembali , ia baru menyadari dan terkejut melihat benda yg tadi menghalanginya. Benda itu ternyata adalah sesosok mahluk yg menyeramkan , terbungkus kain kafan lusuh dgn ikatan di atas kepalanya.

“pocong..???!!!!”

Herman terkejut karena baru pertama kali melihat langsung sosok pocong. Rasa takut sempat terbersit melintas di hati Herman , tetapi saat teringat jika Donita tengah digeraygi oleh para penculiknya , ketakutan itu langsung sirna. Herman memundurkan mobilnya , lalu pedal gas ia injak dgn keras sehingga mobilnya melesat ke depan dgn kecepatan penuh menabrak pocong dihadapannya sehingga terpental ke atas dan tak terlihat lagi.

Herman melirik kaca spion dan tak ada tanda tanda pocong tadi muncul lagi Mengira pocong itu telah pergi , ia kini kembali focus pada pengejaran . Tetapi tiba tiba , terdengar suara benturan di sisi kanan mobilnya . dan sungguh terkejut Herman saat melihat pocong tadi kini menempel disana dgn wajahnya yg menyeramkan menekan pada kaca jendela.

“setan goblog…!!!!”

sakong-klik-qq-728

Herman berseru menutupi rasa kaget dan paniknya. Konsentrasinya kini terpecah antara mengemudi dan berjaga jaga seandainya pocong itu melakukan sesuatu. Kepanikan kian menderanya saat pocong itu membenturkan wajahnya ke kaca jendela berulang ulang seolah hendak memecahkannya. Dgn panik , Herman mengemudikan mobilnya zig zag ke kiri dan ke kanan , berharap pocong itu terpental jatuh. Tetapi usahanya sia sia , karena pocong itu tetap bertahan disana.
Petaka bagi Herman terjadi saat mobilnya melintasi sebuah jembatan yg berada di atas sebuah sungai besar dgn arus deras dan kelihatannya juga cukup dalam. Konsentrasi Herman terlalu terfokus pada pocong di kanan mobilnya , sehingga ia tak menyadari jika di jok belakang muncul satu pocong yg lain. Pocong di jok belakang tanpa basa basi lagi langsung menggigit bahu kiri Herman.
“aaaaaarrrrggghhh….” Herman berteriak kesakitan.

Gigitan pocong itu bukan saja terasa sakit tetapi juga panas , bahunya serasa ditusuk oleh besi tajam yg panas membara. Rasa sakit di bahunya membuat ia tak mampu lagi mengendalikan mobilnya , BMW biru itu mulai oleng tak terkendali hingga akhirnya menabrak pagar pembatas jembatan, dan meluncur jatuh ke sungai yg mengalir deras di bawahnya. Mobil Herman sempat terlihat untuk beberapa detik sebelum akhirnya hilang tertelan derasnya sungai dan gelapnya malam. Pak Mahmud dan yg lainnya menyaksikan jatuhnya mobil Herman dari ujung jembatan.

“biar mampus loo..!!!!” teriak abdul puas
“hmm..bagus …bento dan parjono telah menjalankan tugas dgn baik..” kata pak Mahmud , “ ayo..kita lanjutkan perjalanan”.

Taksi abdul kembali bergerak menuju rumah pak Mahmud , mereka akan beristirahat sejenak disana sebelum melanjutkan perjalanan ke desa watu ireng , tempat dimana abdul , udin dan Misro akan terbebas dari kejaran arwah suster asti yg pernah mereka perkosa dulu. Di jok belakang , Donita yg masih terpengaruh gendam ,diapit oleh Misro dan udin. Belum sadarnya Donita , tentu menjadi kesempatan bagi dua orang itu untuk menggerayginya. Saat abdul melirik ke belakang , Donita ternyata sudah bugil tanpa sehelai benangpun.

Udin dgn asyiknya menjamah payudara perempuan itu begitu pula Misro , mereka saling berbagi payudara. Donita hanya merintih pelan saat kedua payudaranya menjadi mainan , putingnya ditarik , dipilin , dan digigit dgn lembut.

Abdul terus mengemudikan taksinya dgn menggerutu , ia iri pada dua temannya yg sedang ayik menggumuli perempuan cantik anak konglomerat terkenal di jok belakang. Apalagi saat suara rintihan dan desahan Donita kina kentara , abdul menoleh ke belakang , dan Misro terlihat dgn penuh nafsu menancapkan kemaluannya ke kemaluan Donita , smentara udin merangkul Donita dari belakang dgn tangan yg terus meremas remas payudara montok perempuan itu.

“gawat…!!!!.polisi……!!!!” abdul berteriak panik

Sontak Misro dan udin menghentikan aksinya , pakaian Donita mereka kenakan kembali padanya . Taksi mereka saat itu sudah hamper sampai di rumah pak Mahmud , tetapi ternyata disana sudah banyak polisi dan kerumunan orang yg ingin tahu. Abdul segera membelokkan taksinya ke tempat yg aman dan tersembunyi.

“ki , apa kita ketahuan…??” Tanya abdul
“hmmm..sepertinya tidak….” Jawab pak Mahmud ,” din , coba kamu kesana cari tahu ada apa”
Sebenarnya udin enggan dan takut , tetapi ia tak berani membantah pak Mahmud. Dgn sedikit gugup , udin keluar dari taksi lalu pergi mendekati rumah pak Mahmud.Setengah jam kemudian ,barulah udin kembali dgn wajah panik.

“ada apa din..?” Tanya abdul
“gawat ki ..gawaattt..!!!” suara udin terdengar gemetar
“gawat kenapa..??”
“perempuan yg kemarin aki tidurin ., lapor ke polisi..!!!”
“perempuan….yg mana..??”
“itu..yg mukanya kayak orang jepang…!!”
“Miskha maksudnya…??”
“iya itu…..”

Pak Mahmud terdiam , ini pertama kalinya ada korban yg melapor pada polisi. Selama ini pak Mahmud dgn samarannya sebagai penjaga sekolah , sudah meniduri banyak guru dan murid perempuan di sekolahnya , dan tak ada seorangpun yg berani lapor ke polisi.

“kalian punya tempat untuk kita bersembunyi sementara..??” Tanya pak Mahmud kemudian.
“rumah saya aman , ki..” jawab abdul cepat.
“bagus….kita bersembunyi disana sementara waktu, “ pak Mahmud terlihat geram. “ dan kamu Miskha….dasar anak nakal , kamu akan rasakan akibatnya”.

Keluarga Miskha merupakan keluarga yg hangat akrab dan harmonis. Ayah Miskha adalah seorang diplomat dan juga pejabat penting di negeri ini , sementara ibu Miskha yg asli jepang mempunyai usaha restoran masakan jepang yg tersebar di Jakarta , bandung dan bali. Walau saling sibuk , mereka semua sangat akrab dan dekat. Setiap ada kesempatan berkumpul bersama , selalu dimanfaatkan untuk saling berbagi dan bercerita.

Itulah sebabnya , saat suatu hari Miskha yg biasanya periang dan ceria tiba tiba berubah menjadi pemurung dan terus mengurung diri di kamar , orang tuanya merasa khawatir. Mulanya kedua orang tua Miskha kesulitan mengorek keterangan darinya , karena Miskha memilih diam seribu bahasa. Tetapi lama kelamaan Miskha tak tahan juga dgn beban yg menghimpitnya , ia pun bercerita jika kehormatannya telah direnggut penjaga sekolahnya sendiri.

Tak terbaygkan betapa murkanya ayah Miskha mendengar hal tersebut , dalam hitungan detik ia telah memanggil polisi. Kedudukan ayah Miskha sebagai orang penting dan berpengaruh di Indonesia membuat polisi pun bergerak cepat mengejar pak Mahmud , saygnya atau untungnya mereka tak berhasil menemukannya.

Miskha merasa sedikit lebih lega setelah menceritakan kejadian yg menimpanya pada orangtuanya , walaupun ia belum kembali ceria seperti sedia kala. Miskha masih sering termenung dan berdiam diri kadang kadang menangis pelan. Ternggutnya kehormatan dirinya oleh penjaga sekolah merupakan pengalaman traumatis baginya.

Malam itu Miskha duduk di depan cermin dalam kamarnya , menatap pantulan baygan perempuan cantik dihadapannya. Tanpa bermaksud narsis , Miskha menyadari jika dirinya memang cantik , dan bukan hanya sekedar cantik , gen ibunya yg orang jepang membuat kecantikan wajahnya mempunyai nilai plus dibandingkan kecantikan teman sebayanya. Semenjak SD hingga SMA sekarang , Miskha selalu menjadi yg tercantik di sekolahnya.

Wajah Miskha yg putih mulus dgn sedikit nuansa jepang , membuat lelaki manapun betah memandanginya. Badannya yg ramping ideal dihiasi oleh payudara yg terbentuk begitu bulat sempurna. Di usianya yg ke-17 , payudaranya terlihat begitu ranum , indah dan menggoda. Dalam keadaan tertutup saja , bukit kembarnya sanggup membuat lelaki normal yg melihatnya naik birahi. Air mata Miskha mengalir mengingat kini badannya sudah kotor dijamah lelaki bejad.

Dulu Miskha begitu bangga dgn keindahan badan dan kecantikan wajahnya , tetapi kini sedikit penyesalan mulai tumbuh. Seandainya saja , wajah dan badannya biasa biasa saja , mungkin pelecehan seksual itu tak akan terjadi. Miskha beranjak dari depan cermin karena perutnya terasa lapar. Beberapa menit lalu , bi sumi , pembantu di rumahnya membawakan sepring nasi goreng dan segelas susu , yg diletakkan di meja samping tempat tidur.

Dgn enggan Miskha meraih piring nasi goreng lalu duduk di sisi tempat tidur. Pandangan matanya kosong seperti sedang melamun , nasi gorengnya hanya ia aduk aduk saja. Barulah beberapa menit kemudian Miskha menyendok nasi goreng untuk dimakan. Tetapi betapa terkejutnya Miskha ketika ternyata nasi goreng yg disendoknya penuh dgn belatung , begitu juga yg berada di piringnya. Miskha menjerit histeris , piringnya ia lempar ke lantai hingga pecah berderai.

“bi sumiiiii…..!!!!” Miskha berteriak memanggil pembantunya , tetapi tak ada yg dating.
“bi sumiiii…..!!!!!”

Miskha berteriak lebih keras lagi , ia bergidik jijik melihat belatung yg merayap di lantai. Ia mulai merasa kesal dan heran karena tak ada seorangpun yg datang.

“mamiiiii…..!!!!..bi sumi…….!!!!”sakong-klik-qq-728

Tetapi tetap tak ada seorangpun yg muncul. Mengabaikan rasa jijiknya , Miskha berjingkat keluar kamar untuk mencari penghuni rumah lain. Aneh sekali , rumah kelihatan sepi bagaikan tak berpenghuni kecuali dirinya. Berkali kali Miskha memanggil orangtuanya dan pembantunya tetapi tetap tak ada jawaban. Setiap ruangan dan kamar di rumah itu Miskha periksa , tetapi tak ada siapapun disana.

Heran , takut dan panik menjadi satu dalam diri Miskha , kemana perginya orang orang..??? Miskha sempat melongok ke garasi , semua mobil masih terparkir di tempatnya. Saat mencoba menggunakan telepon , semuanya mati , baik handphone ataupun telepon rumah. Semakin didera rasa takut , Miskha memutuskan untuk menuju pintu depan dan keluar mencari pertolongan. Tetapi saat Miskha membuka pintu depan , perempuan itu langsung terlonjak mundur sembari menjerit sejadi jadinya. Di ambang pintu telah berdiri sesosok pocong yg menyeringai menakutkan.

“awwww..tidakkk…pergiii…pergiiiii…..!!!!”

Miskha histeris saat pocong itu melompat maju mendekatinya. Keberanian yg tersisa mendorongnya untuk segera bangkit dan berbalik untuk menyelamatkan diri. Tetapi saat berbalik , Miskha kembali jatuh terduduk ke lantai karena ada satu sosok pocong lain yg telah berdiri menghadangnya. Miskha semakin menjerit histeris , saat kedua pocong itu melompat mendekat. Ia beringsut mundur ketakutan dan terpojok hingga ke tembok.

Sembari bersandar pada tembok , Miskha menutup wajah dgn kedua tangannya. Ia tak sanggup lagi menatap dua pocong itu , Miskha mulai menangis dan berharap ini hanya mimpi saja. Tiba tiba Miskha merasakan suasana berubah hening dan sepi. Tak ada suara sedikitpun yg ia dengar , dan sepertinya dua pocong itu telah pergi. Miskha menurunkan kedua tangannya dan membuka mata.

“aaaaaaaaawwww……!!!!!!”

Miskha kembali menjerit histeris. Pocong yg dikiranya telah pergi , justru ada tepat dihadapannya. Wajah menyeramkan itu hanya beberapa senti saja jaraknya dari wajah cantik Miskha. Kali ini Miskha merasakan seluruh ruangan berputar , lalu semuanya menjadi gelap dan ia pun jatuh tak sadarkan diri.

“hei….anak manis , bangun..”
“ayo sayg , waktunya bangun “

Sayup sayup Miskha mendengar seseorang berbisik di telinganya, tetapi pikirannya masih dalam kondisi antara sadar dan tidak.

“kayaknya udah mulai sadar nih perempuan…”
“bagus dong, kita bisa mulai bersenang senang…”

Seiring kesadaran yg mulai terkumpul , suara itu semakin jelas Miskha dengar. Miskha mencoba membuka mata , ia mengerjapkan matanya beberapa kali agar bisa melihat jelas. Dalam keadaan setengah sadar Miskha merasakan kondisi aneh pada dirinya , ia tak bisa menggerakkan tangannya dan ia pun tak merasakan ada pijakan di kakinya seolah sedang melayg.

Butuh waktu beberapa saat sampai kesadaran Miskha sepenuhnya pulih , dan ia pun terkejut saat menyadari kondisi aneh yg ia rasakan tadi.Ternyata dirinya dalam keadaan tergantung , tangannya terikat ke atas dan kakinya hanya sedikit di atas lantai.

Bukan itu saja , Miskha mendapati dirinya memakai pakaian seragam SMA putih abu abu , tetapi ukurannya terasa terlalu kecil untuknya. Rok putih abu abunya berada cukup tinggi di atas lutut membuat paha mulus Miskha terbuka dgn indahnya. Sementara baju putihnya begitu ketat membungkus badan indah Miskha , bahkan kancing bajunya seakan berusaha keras menahan desakan payudara Miskha yg menonjol begitu sempurna.

Selain pakaian seragam yg minimalis , Miskha juga tak merasakan ada pakaian dalam yg menempel dibadannya , baik itu bra maupun celana dalam. Kondisi Miskha saat itu , seorang perempuan remaja nan cantik jelita , terikat tergantung tak berdaya

DAFTAR , DEPO , MAIN , TARIK DANA KE REKENING ANDA !! KLIK DISINI 

Cerita Seks Melakukan Party Sex Dengan Sepupu Cantik

cerita-seks-2KLIKKIU.NET – Suara bel mengagetkanku saat sedang santai
nonton TV dirumah paman dan bibiku.Ini adalah hari keduaqu di Yogya dalam
rangka persiapan

“Woyyy…. Ray!! kok gak ngomong2 sih dateng ke Yogya, aqu juga kangen tau..!!”
sosok cantik yg memberondongku dgn kata2nya yg bawel itu adalah Anjani, anak
dari salah satu pamanku di Yogya. Anjani ini memiliki wajah yg cantik agak oval, dgn
hidung mancung dan kulit putih bersih. Tingginya sekitar 165cm dgn body proporsional
aduhai dan ukuran bemper depan lumayan…yaaahhh 34B deh kira2. Dibelakang Anjani
ada 2 lagi sepupuku yg juga gk kalah cantik yaitu Rani 160cm / 34B dan Anis adiknya
yg memiliki tubuh lebih tinggi mungkin hampir 170cm dgn buah dada kira2 seukuran
lah dgn kakaknya.

“Iya nih Ray, kenapa juga kamu gak ngabarin kita2? mang kamu cuma kangen sama
Widya saja ya? Awas ya kamu..” Rani menimpali ocehan Anjani padaqu.
“Iya, rencananya aqu hari ini mo jalan ke tempat kalian bareng Widya, tapi tadi pagi
kata Widya kalian ber 3 malah mo kesini. Ya telah tak tunggu saja disini. Sama aja toh…
weeekk” sahutku cuek.
“Hayo buruan masuk, Widya masih tidur tuh kayaknya..” ajakku kepada mereka.

Anjani dan Rani saat itu seusia dgnku (18 tahun) dan sama2 baru lulus SMU, sementara
Anis 2 tahun lebih muda dan baru naik ke kelas 2 SMU.
Biar gak bingung, silahkan baca Ray dan sepupu binal

Ketiga sepupuku inipun kemudian masuk ke dalam rumah. Aqu mengikuti mereka
dari belakang sambil senyum2 sendiri melihat kecantikan ke 3 sepupuku yg telah 3
tahun tak bertemu ini. Ternyata hanya 3 tahun telah lebih dari cukup untuk
membentuk 3 remaja ingusan menjadi sosok2 wanita yg cantik dan sangat menawan
seperti mereka. Cerita Seks Terbaru,

Anjani, dgn rambut lurus sebahu dan mengenakan kaos santai dan rok mini benar2
sangat membuatku penasaran, apakah dia senakal Widya sang empunya rumah ini yg
semalam baru saja bercinta dgnku. Sementara Rani dan Anis berpakaian lebih sopan
dgn kemeja dan celana jeans panjang tapi tetap saja lekuk2 tubuh mereka membuat
Ray juniorku bangun diam2 dalam sangkarnya.

Tak lama kemudian, Widya keluar dari kamarnya. Nampaknya dia baru saja mandi.
Dgn hanya memakai kaos model U Can See (my body).. dan celana batik kondor yg
pendek banget. Dgn gaya cueknya dia menyapa ketiga bidadari lainnya ini…

“Weyy… wess do theko toh? sorry, aqu bar adhus..hehe” (Weyy… dah pada dateng
ya? Sorry, aqu baru aja selesai mandi)… gitu kira2 translatenya.

Pagi menjelang siang itupun kami habiskan dgn bercanda ria sambil mengenang
hal-hal konyol yg dulu sering kami laqukan bersama-sama saat masih kecil. Kami
berlima ini memang dari kecil akrab sekali mungkin karena kami semua seumuran.
Sementara sepupu-sepupuku yg lain rata2 berusia 4-5 tahun lebih tua, bahkan ada
yg berusia 15 tahun lebih tua dariku.

Sekitar pukul 15.00 Rani dan Anis pamit karena mereka katanya ada acara lagi dgn
kawan2nya. Tinggallah aqu, Anjani dan Widya.

“Hehh… Win, kamu tu semalam cuma berdua sama si Ray? Pakde budhe lagi ke Magelang kan? tanya Anjani menyelidik.
“Ho oh… untung ada Ray, kalo nggak malah sendirian toh aqu?” jawab Widya.
“hehehe… Ray, kamu ngaqu aja deh semalam ngapain aja sama si Widya?”
duuuhhhhhh…. aqu benar2 terkejut tiba2 dapat pertanyaan yg to the point seperti itu.
“yeee…. kamu mau tauuuu aja. Rahasia dong ah..” sahutku sambil coba2 memancing
di air keruh. Karena kalau dari gaya bicara dan bahasa tubuhnya, sepertinya Anjani
ini juga gak kalah berpengalaman dibanding Widya dalam urusan Sex.
“Heee… kamu nih yaa… sok rahasia-rahasiaan sama aqu…” katanya sambil mencubit
genit perutku. Aqu bukannya menghindar, malah kutarik aja Anjani dalam pelukanku.
Kemudian kucium dgn cuek pipinya..

“Hehhh… kok malah ngesun aqu toh? dasar ya kamu ini..” katanya manja.
Tapi Anjani gak marah sama sekali, malahan tangan kirinya melingkari pinggangku.
“Win…. pasti kamu semalam ehem..ehem yaaa… aqu kan tau kamu… dah deh
ngaqu aja” tanya Anjani semakin menyelidik.
“hihihi… yo takonen si Ray wae tho Wi. ” Widya menjawab dgn sangat cuek.

Aqu semakin menangkap sinyal2 positif nih. Jangan2 Anjani dan Widya ini memang
saling terbuka masalah sex.
“tuh kan..!!! Ray, kamu semalam ML ya sama Widya”
Deg..!!! kali ini aqu beneran kaget dgn pertanyaan Anjani yg vulgar itu, terutama untuk
seorang wanita Yogya seperti dia.
“hehehe…” aqu hanya menjawab dgn terkekeh.
“Iiiihhh… kamu nih ya, udah deh kalo sama aqu cuek aja. Rahasia terjamin kok… asal….
hihihi”“Asal apa?” tanyaqu…
“Asal aqu juga boleh ikutan nyobain ini…” Sambil tangannya tiba2 memegang kemaluanku
dari luar celana.
“Tuh kan… belum apa2 aja kamu dah konak begini… hahahhaa”
“hahaha… Iya Ray, kalo sama Anjani kita cuek aja kok. Aqu sama dia selalu saling
terbuka masalah sex, yg belum pernah kita laqukan cuma… main ber 3..hahhaa”

fiuwww… aqu terkejut sekaligus gembira dan horny meningkat membaygkan pesta sex
dgn sepupu binal ku.
” Ray… kemaluanmu gede banget sih? kamu ke mak Erot yah?” Tanya Anjani dgn mimik
serius tapi seperti bercanda begitu dgn cueknya dia membuka celana pendekku yg
kebetulan memang gak pake retsleting tapi cuma karet saja. Cerita Seks 2017

“Enak aja… ini asli dong…uuhhh, enak banget sih Wi” sahutku sambil melenguh
keenakan karena Anjani dgn santainya langsung mengemut kepala bajaqu.
“Ssssttt…. terus Wi… uhhh sedotan kamu lebih mantep dari vacum cleaner deh…”

Anjani semakin bersemangat mengemut, menjilat dan menyedot2 kemaluanku.
Posisi dia pun saat ini menungging sambil terus mengoralku. Posisi ini semakin
memudahkanku meremas2 susunya yg kenceng banget itu.

Kemudian kulihat Widya mendekati Anjani dari belakang. Dgn santainya dia meloloskan
Rok dan Celana dalam Anjani. Sementara aqu meloloskan kaosnya. Hingga saat itu Anjani
pun telah telanjang bulat di hadapanku dan Widya. Kemudian tanpa kusangka- sangka,
tiba2 Widya berjongkok di belakang Anjani, Widyapun mulai menjilati kemaluan Anjani
yg membuat Anjani semakin menggila mengoralku. Melihat kejadian ini membuatku
semakin bernapsu untuk pesta sex dgn sepupu binal ku hingga hampir meledak orgasmeku
yg pertama. Menyadari ini aqu segera menyetop Anjani dari sepongan mautnya.

Kemudian aqu pun mulai menghisap-hisap putingnya. Anjani pun tiduran terlentang di Sofa.
Aqu mulai mengerjai buah dadanya kiri dan kanan. Putingnya benar2 sempurna… mungil tapi
sangat keras dan berwarna pink muda. Buah dadanya sangat kenyal dan bahkan sedikit lebih
kencang dibanding buah dada Widya. Kemudian jilatankupun mulai bergerak ke arah pusar
dan kemaluannya. Sebelum kujilat kemaluan Anjani, sebelumnya kucium dulu bibir Widya
dgn ganas dan dia pun menyambut dgn tidak kalah liarnya.

Kemudian Widya berdiri dan melucuti semua pakaiannya. Kemudia dia berjalan ke arah
wajah Anjani dan mengangkangi Anjani hingga kemaluannya tepat berada didepan mulut
Anjani. Sementara aqu mulai mengorek2 dan menjilat2 kemaluan Anjani.

Bau kemaluan Anjani ini sungguh harum. Selain itu bulunya benar2 dicukur habis hingga
kemaluan tembem itu kelihatan begitu merah merona. Mendapat serangan dariku Anjani
semakin blingsatan, sementara Widya juga tidak kalah liar sambil terus menekan-nekan
kemaluannya ke wajah Anjani…. Aqu benar benar menikmati pesta sex dgn sepupu binal ku.
“Sssttt…. ooohhh.. Wi… lidahmu penak Wi… terus sedot itilku Wi…” erang Widya..

Kemudian aqupun meminta Anjani untuk menungging. Sementara Widya beringsut dan
berdiri dihadapan Anjani. Aqupun mulai memasukkan kemaluanku ke dalam kemaluan
Anjani yg masih sempit banget…

“Aaahhhh… Rayyy..Edaaannn, pelan-pelan Ray.. kemaluanmu gede banget..” Anjani agak
terkejut ketika kepala kemaluanku mulai memasuki liang surganya. Aqupun mulai
menggenjotnya pelan-pelan…

sakong-klik-qq-728

“ooohhh… Wii… kemaluanmu sesek banget.. hhuufffftt…ooohhh..oohhhh…”
erangku keenakan “Rayy… ooohhh penuh banget Ray…ooohh…ssstt….
genjot terus Ray…aahh…ahhh”

Aqu semakin bersemangat menggenjot Anjani, sementara Widya aqu lihat
mengocok-ngocok kemaluannya dgn jari-jarinya.
Setelah sekitar 10 menit….
“OOOhhh…Raayyyy…aqu keluaarr…. oohh….”

Anjani pun terkulai setelah mengalami orgasme yg Dahsyat. Sementara kemaluanku
seperti tersiram air hangat didalam kemaluannya…. uuhhhh nikmatnya benar2 super
duper dahsyat pesta sex dgn sepupu binal ku.

Kemudian perlahan2 aqu mencabut kemaluanku. Dan berjalan mendekati Widya yg
kelihatan telah sangat menanti kehadiran kemaluan kesaygannya ini. Widyapun
bersandar di dinding, sementara kakinya yg sebelah kanan dinaikkan ke sandaran
kursi. Aqupun sambil memeluknya lalu mulai menancapkan Kemaluanku ke kemaluan
Widya dalam keadaan berdiri.

“Ahhh… Rayy… mantep banget saygg….” erang Widya keenakan sambil mulai menggoyg
pinggulnya. Goygannya ini ternyata memiliki efek yg sangat dahsyat. Kemaluannya terasa
seperti menyedot kemaluanku semakin dalam ke dalam rongga-rongga kemaluannya.

“Ssttt…. kemaluanmu legit banget sayg… aqu pengen entotin kamu terus2an kalo begini”
ucapku sambil mengulum dan menjilat daun telinga Widya.
“Ahh… iya Ray, entotin aja aqu terus Ray…. oohhh, kapan aja kamu mau kamu tinggal
ngomong ke aqu…. oohhaahhh…sstt….oohhh”
Widya semakin menikmati genjotan-genjotanku dalam kemaluannya.

Kemudian Widya memintaqu berbaring di karpet.. Rupanya dia telah tidak sabar untuk
posisi favoritnya waktu ngentot yaitu Woman on Top. Widya pun mengangkangi
kemaluanku… kemudian menancapkan Kemaluanku ke dalam kemaluannya…
Blezzz….

“Ohhh…. Widd, anjritttt… kemaluanmu sempit bangettt” erangku keenakan.

Anjani yg telah mulai segarpun mendekati kami. Kemudian dia mencium bibirku dgn
sangat liar. Tangankupun gak mau kalah meremasi buah dada Anjani. Gak cukup dgn
itu, Anjani kemudian mencium Widya dgn sangat liar, Widya pun mengimbangi ciuman
Anjani sambil pinggulnya terus menggoyg kadang seperti goyg ngebor Inul, kadang
goyg patah2 annisa bahar, dan masih banyak lagi deh.

Tangan kiriku kumanfaatkan untuk meremas buah dada kanan Anjani, sementara
tangan kanan meremas buah dada kiri Widya. Dua wanita gila sex ini pun semakin
menggila. Kemudian Anjani memberikan buah dadanya ke mulutku minta dihisap.
Aqupun menghisap pentil merahnya itu tanpa ampun membuatnya semakin
terengah2. Sekarang tangan kiriku mulai mengocok kemaluan Anjani, sehingga posisi
kami saat itu betul2 saling memberikan kenikmatan satu sama lain. Kemaluanku
menancap di kemaluan Widya, jariku bermain di klitoris Anjani, Mulutku mengenyot
buah dada Anjani, sementara Anjani dan Widya masih terus berciuman dgn sangat liar
dan saling memberikan Rangsangan. Tiba2 Widya berteriak…

“Rayy…. aqu mau keluar Ray…. ooohhh…..”
“Aqu juga Ray…. sstt… terus Kocok Ray…… ahhh..enak banget…”
Sementara aqupun telah hampir sampai…
dan mereka berduapun akhirnya orgasme bersamaan…
“Raayyyyy…. ooohhhhhhh…” teriak mereka bersamaan…

Aqupun segera mencabut kemaluanku kemudian berdiri dihadapan mereka berdua..
Kemudian ku kocok dgn kecepatan tinggi karena aqu sendiri juga telah hampir
orgasme. Anjani dan Widya sama2 membuka mulutnya menunggu tembakan2
liar dari kemaluanku… dan…

“Aaahhhh….. ahhhh… ahhhh… aqu keluaaaaaarrr…..” erangku keenakan sambil
menembakkan pejuku ke mulut mereka berdua. Anjani dan Widya seperti tidak ada
puasnya dan seperti berlomba menelan pejuku sebanyak-banyaknya.

Kemudian mereka berdua segera menjilati dan menghisap kemaluanku secara
bergantian. Semua bagian kemaluanku mulai dari kepalanya, batangnya sampai
bijinya benar2 diusap habis dua lidah betina-betina muda dan sexy dari yogya ini.

“Heee… gila banget kamu Ray… nyesel aqu baru tau kalo kemaluan kamu segede dan
sekuat ini” kata Anjani sambil tangannya terus mengelus-elus batang dan kepala kemaluanku.
“hehehe… kamu sih gak pernah mau tanya-tanya ke aqu… hahaha” sahutku bangga.

Tak terasa ternyata saat itu telah pukul 17.30 Kemudian kami pun mandi bersama-sama
dan kembali melaqukan pesta sex yg luar biasa sampai pagi. Saat ini Anjani berumur
32 tahun, memiliki 1 orang putri namun tubuhnya masih sangat terawat dan kami
kadang2 masih melaqukan pesta sex dgn sepupu binal ku saat aqu sedang berkunjung
ke Yogya, tentu saja tanpa sepengetahuan suaminya dong.
Sementara Widya saat ini berumur 33 tahun, memiliki 2 orang anak. Widya tinggal di
Kalimantan sekarang karena ikut dgn suaminya.
END…

 

DAFTAR , DEPO , MAIN , TARIK DANA KE REKENING ANDA !! KLIK DISINI