Anies: Waspadai Pemilih dengan Surat Keterangan

58969ed4e9db7-ktp-elektronik_663_382KLIKKIU.NET – Calon gubernur nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan ikut menanggapi perihal kabar beredarnya kartu tanda penduduk (KTP) elektronik ganda yang marak di media sosial.

Menurutnya, kasus itu harus segera dilakukan penindakan dan penyidikan guna menjalankan Pilkada yang aman, sportif dan juga tidak ada kasus manipulasi data.

“Kita minta ini dituntaskan, kita sudah mendengar penjelasan dari Kemendagri dan kita ingin untuk kasus Jakarta, kita minta perhatian lebih,” kata Anies di Lebak bulus, Jakarta Selatan, Minggu 5 Februari 2017.

Meski begitu, Anies menilai, ada satu pekerjaan yang harus segera dituntaskan menjelang pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Masalah itu, kata dia, yaitu adanya pemilih yang hanya menggunakan surat keterangan.

“Terutama begini, kekhawatiran kita bukan soal manipulasi digital foto dan lain lain. Pikiran kita itu juga pada 187 ribu orang yang menggunakan surat keterangan, dan itu jadi perhatian kita juga karena proses verifikasi tidak lewat RT/RW,” ujarnya.

Sedangkan, sambung Anies, proses verifikasi seharusnya dilakukan bertahap mulai dari tingkat rusun hingga kelurahan.

“Sementara mereka (yang memiliki surat keterangan pemilih) itu kan langsung ke level kelurahan dan kita tidak tahu mereka siapa. Jadi, yang KTP ganda kita bisa cek mudah dengan data yang ada di tiap kelurahan. Tapi yang susah kan yang surat keterangan ini,” ujarnya menambahkan.

Untuk itu, Anies meminta para pendukung dan juga instansi terkait untuk segera melakukan penindakan lebih lanjut. Tujuannya, untuk menjaga kedamaian dan kecurangan dalam proses pemilihan. “Kita ingin memastikan di Pilkada besok itu kejujuran dijunjung tinggi. Dan saya rasa, jangan main main dengan Pilkada Jakarta, soalnya bukan hanya warga Jakarta yang memperhatikan tapi seluruh Indonesia juga,” tuturnya.

“Jadi, jika melakukan kecurangan apapun kebenaran tentu akan terbuka nantinya dan justru akan merusak. Makanya, kalau yang sudah berniat urungkan, yang sedang bekerja hentikan kalau terkait kecurangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta, semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada 2017 waspada akan beredarnya KTP Elektronik atau e-KTP palsu jelang pemungutan suara pada 15 Februari 2017 nanti. “Info di media sosial beredar soal e-KTP palsu, satu orang dengan foto sama tapi identitas berbeda. Ini untuk kejar jumlah dukungan,” kata Tjahjo.

Menurut Tjahjo, hal itu merupakan modus yang biasa terjadi. Umumnya saat muncul pasangan calon kepala daerah perseorangan untuk memanipulasi dukungan. Tjahjo menegaskan, e-KTP yang beredar dan menjadi perbincangan tersebut palsu, sehingga bukan milik oknum dengan data diri yang bersangkutan. Data itu milik orang lain, hanya ditempel foto orang yang sama.

“Info tim monitoring Pilkada Kemendagri dari Ditjen Dukcapil menjelaskan bahwa ketiga foto tadi palsu karena menggunakan data milik orang lain,” ungkap Tjahjo.

 

 

https://kenikmatanpria.wordpress.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s