Stress Mikirin Kekalahannya Di Pilbub Bekasi, Ahmad Dhani Malah Berkicau Seperti Ini Di Twitter

339623_620KLIKKIU.NET – Pasangan Sadudin dan musisi Ahmad Dhani Prasetyo menempati urutan ke-2 dalam Pilkada Bekasi berdasarkan hasil hitung cepat Jaringan Survei Indonesia (JSI).

Saduddin-Ahmad Dhani memperoleh 25 persen suara, jumlah ini lebih sedikit dari pasangan petahana Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmadja, yang meraup 42 persen suara.

Sehari setelah kekalahannya versi hitung cepat JSI tersebut, pentolan Dewa 19 tersebut melontarkan kicauan melalui akun jejaring sosial Twitter @AHMADDHANIPRAST.

Alih-alih bercuit tentang Pilkada Bekasi, Dhani malah berkicau tentang Pilkada Jakarta yang akan menempuh putaran ke-2 yang mempertemukan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Umat Islam menang 54% di Pilkada DKI , Buktikan sekali lagi di putaran ke 2 – ADP,” kicau @AHMADDHANIPRAST

Umat Islam menang 54% di Pilkada DKI , Buktikan sekali lagi di putaran ke 2 – ADP

Menanggapi kicauan Dhani, ada sejumlah netizen yang malah menasehati suami Mulan Jameela itu.

Salah satu netizen menyarankan Dhani untuk lebih ‘belajar’ berpolitik ke depannya dan menghilangkan kebencian.

“Selamat atas keikut sertaannya mas… mudah2an bisa lebih baik dalam berpolitik ke depannya… hilangkan kebencian,” cuit @nandaprima.

Ada yang menyarankan Dhani untuk tetap tabah, mengaku kalah dan legawa.

“Tabah ya.. yg kalah hrs legawa… Pilihan berikut nyalon Lurah aja. Gak usah yg muluk2. Insya Allah terpilih…” kicau @JFirstania.

Pun ada yang bilang kekalahan Dhani merupakan karma karena saat mencoblos surat suara di Pilkada DKI, Dhani menutup calon nomor 2.

“Pilkada DKI tidak ada 2 nya.. pilih no 1 atau no 3…ADP,” kicau @AHMADDHANIPRAST.

Padahal, nomor urut Dhani di Pilkada DKI Jakarta adalah nomor 2.

“Di bekasi dia kalah..gara2 nutup no 2 dijakarta akhirnya no 2 dibekasi ketutup..emang karma sekarang cepet..” cuit netizen dengan akun @ShintaL14060294.

@AHMADDHANIPRAST ” kalah kamu ya dhan? Kacian kacian… cup cup cup. Masih ada duit loe buat sarapan? Nih gue Kasi 5rebu….” kicau akun @manusiaBABI

@AHMADDHANIPRAST :  “specialis PECUNDANG…mencret niyee “ tulis akun @DestinoTobias

@AHMADDHANIPRAST : masih laku jualan agama mas? Pantes aja kalah di bekasi “ kicau @yudho22

‏@AHMADDHANIPRAST : “yg kalah keok mulai sok2an ngikut komen lg di pilkada dki. Urus moral mu dl mbing biar g stress, nangis deh lu “ tulis akun @si_nobi8454

@AHMADDHANIPRAST : ” isu agama udh gak mempan, silahkan rancang isu baru 😀😜
#SalamBadja ” tulis akun @rega_slank14

@AHMADDHANIPRAST “sok islam loe botak. Tuh di indigo production banyak footage loe lagi minum alkohol. Di majalah Hai juga loe minum sake “ kicau akun @dagadgetboi

@AHMADDHANIPRAST ” umat yg mana. Anda kalah di kab bekasi. pasangan anda konon org yg mengerti agama tapi kalah “ tulis akun @HartonyWidjojo

Dhani keok

Lembaga survei dari Jaringan Survei Indonesia (JSI) menyatakan bahwa calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmadja, mengungguli empat pasangan calon lainnya dalam Pilkada Bekasi 2017.

Hasil quick count lembaga tersebut menunjukkan, pasangan nomor urut 5 ini memperoleh 42 persen suara.tumblr_oc5fs6cgdg1sfrezlo1_500

Menurut survei JSI, pasangan Saduddin-Ahmad Dhani sementara memperoleh 25 persen suara, pasangan independen Obon Tabroni-Bambang Sumaryana dengan perolehan 15 persen.

Kemudian Meliana Kartika Kadir-Abdul Kholik sebesar 9 persen dan pasangan Iin Farihin-KH Mahmud sebesar 6 persen.

Supervisor JSI, Adiyaksa Norman mengatakan, kemenangan Neneng berdasarkan sampling terhadap 230 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Adapun metode yang digunakan adalah sampling random atau sampel acak.

“Tingkat margin error atau kesalahannya plus minus 1 persen dalam penghitungan ini,” kata Norman.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Bekasi, Idham Kholik, enggan mengomentari soal pernyataan sebuah hasil quick count yang menyatakan pasangan Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmadja mengungguli Pilkada Bekasi kali ini.

Menurut Idham, itu merupakan hak pasangan calon dan bukan menjadi tanggung jawabnya.

“Menggunakan quick count dari lembaga survei merupakan hak politik para calon sehingga kami tidak bisa melarangnya,” kata Idham, Rabu (15/2/2017).

Meski demikian, Idham tidak memungkiri bahwa lembaga survei pada umumnya memiliki metodologi dalam mengumpulkan sebuah data.

Namun data yang dirilis mereka, lanjut Idham, merupakan tanggung jawab perusahaan tersebut.

“Kami KPUD tidak bisa bertanggung jawab terhadap hasil penghitungan cepat mereka,” ungkapnya.

Hingga saat ini, lanjut Idham, lembaganya masih mengumpulkan formulir surat suara yang diisi oleh warga dari seluruh tempat pemungutan suara (TPS). Dia mencatat, ada 3.984 TPS yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

“Surat suaranya belum terkumpul semua, sehingga kami belum bisa merilis. Termasuk jumlah partisipasi masyarakat di wilayah setempat, kami belum bisa merilisnya,” ujar Idham.

DAFTAR , DEPO , MAIN , TARIK DANA KE REKENING ANDA !! KLIK DISINI 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s