Kasus E-KTP, KPK Terus Kembangkan ke Pihak Lain

58bffc186edea-gedung-kpk_663_382KLIKDOMINO.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengembangkan kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Utamanya kepada oknum-oknum yang terindikasi menjadi inisiator korupsi yang menyebabkan negara mengalami kerugian mencapai Rp2,3 triliun tersebut.

“Jadi sampai saat ini kami masih kembangkan ke pihak-pihak lain. Termasuk siapa yang disebutkan (dalam dakwaan) yang memiliki indikasi paling bisa dimintai pertanggungjawaban hukum,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Rabu 15 Maret 2017.

Merujuk dakwaan tim jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi kepada terdakwa Sugiharto dan Irman, keduanya diduga melakukan korupsi pada proyek senilai Rp5,3 triliun itu bersama-sama dengan, di antaranya, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar yang kini menjabat Ketua DPR, Setya Novanto, Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri, Diah Anggraini.

Disinggung peran Andi, yang mengalirkan uang-uang suap dan korupsi terkait e-KTP ke sejumlah pihak itu, sebagaimana dakwaan dipaparkan tim jaksa, Febri belum mau berspekulasi lebih jauh. Yang jelas, kata Febri, semua bukti-bukti mengenainya sudah dikantongi KPK.

“Semua sudah diuraikan dalam dakwaan, sehingga akan dibuktikan juga di persidangan,” kata Febri.

sakong-klik-qq-728

Bukti Kuat

Begitu juga saat ditanya soal Diah dan Setya, Febri mengatakan dakwaan KPK disusun atas dasar bukti yang kuat. Sehingga bila hal ini terbukti di persidangan, institusinya langsung menindaklanjuti sebagai penguat untuk jerat tersangka lainnya.

“KPK akan maksimal usut kasus ini, dan pada dakwaan juga kami sudah uraikan pihak-pihak diduga melakukan tindak pidana korupsi mulai pembahasan anggaran sampai pengadaan?. Kami tak mau berandai-andai, tim akan buktikan dalam persidangan,” kata Febri.

Kasus korupsi e-KTP sudah masuk ke persidangan pada 9 Maret lalu. Sejauh ini, mereka yang menjadi tersangka dan kemudian terdakwa adalah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipi Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Sugiharto. Mereka dituduh telah memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, yang membuat negara rugi lebih dari Rp2,3 triliun terkait proyek tahun 2011-2013 tersebut.
DAFTAR , DEPO , MAIN , TARIK DANA KE REKENING ANDA !! KLIK DISINI

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s