Category Archives: Berita Kriminal

Begini Kondisi Jasad Bintang Reality Show AS Saat Ditemukan

585a6418444a5-lisa-marie-naegle_663_382KLIKKIU.NET – Kematian tragis, Lisa Marie Naegle mengejutkan keluarga dan juga kerabatnya. Bintang reality show Amerika Serikat ini, tewas dibunuh rekannya sendiri, Jackie Jerome Rogers. Jackie membunuh Lisa secara kejam.

Keluarga hilang kontak dengan Lisa sejak 18 Desember 2016. Pada saat itu, Lisa menghadiri acara ulang tahun temannya di sebuah restoran di California, Amerika Serikat.

Dua hari setelah hilangnya Lisa, pria bernama Jackie mengaku telah membunuh wanita berusia 36 tahun tersebut. Jackie membunuh Lisa dengan cara memukul kepalanya dengan palu sebanyak tujuh kali.

Setelah itu, polisi menemukan jasad Lisa yang dikubur di kediaman Jackie. Ia dikubur di halaman belakang rumah pelaku.

Seperti dilansir dari The Sun, jasad bintang reality show, Bridalplastyitu dikubur tanpa busana. Kuburan Lisa juga dibuat tidak dalam. Wajahnya menghadap ke bawah tanah saat kuburan dibongkar..

Motif Jackie membunuh Lisa karena sakit hati. Lisa memintanya mengakhiri hubungan terlarang mereka. Lisa yang sudah bersuami memutuskan untuk kembali ke pelukan pasangan hidupnya.

Lisa berjanji untuk setia dengan sang suami, Derek Harryman. Mendengar pengakuan Lisa, Jackie tak terima. Ia marah dan cemburu. Jackie yang naik pitam merencanakan hal jahat dan upaya balas dendam karena dicampakkan Lisa.

Jackie telah ditetapkan sebagai tersangka karena kasus pembunuhan tersebut.

Lamaran Ditolak, Dayat Ancam Ledakan Diri di Rumah Kekasih

585b4a641274c-bom-buatan-dayat-untuk-ledakan-diri-di-rumah-kekasih_663_382KLIKKIU.NET – Diduga kesal lantaran lamarannya ditolak sang pujaan hati, seorang pria di Depok Jawa Barat, mengancam akan melakukan aksi bunuh diri dengan sebuah bom, Rabu, 21 Desember 2016. Pelaku mengancam akan meledakan diri bersama korban, yang tak lain adalah wanita yang dicintainya.

Aksi nekat itu dilakukan Hidayat alias Dayat (47), warga Sukahati, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Kejadian bermula ketika Dayat mendatangi kediaman korban, Dewi Suryandari (44) warga Rangkapan Jaya Baru, Kecamata Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, sekira pukul 16:00 WIB. Saat itu Dayat hendak meminang Dewi. Namun apes baginya, Dewi (korban) menolak lamaran tersebut.

Dayat yang putus asa kemudian mengeluarkan sebuah benda yang disebutnya adalah bom. Benda tersebut berbentuk silinder dengan panjang tak lebih dari 15 cm berlapis lakban coklat yang dililit menggunakan lakban hitam lengkap dengan sebuah tabung kecil dan kabel.

“Kemudian yang bersangkutan mengancam akan meledakan benda itu di rumah korban, dengan ancaman ingin mati bersama. Korban yang panik sempat berteriak minta tolong,” kata Kasubag Humas Polresta Depok, Ajun Komisaris Polisi Firdaus pada wartawan, Kamis, 22 Desember 2016.

Sejumlah warga yang mendengar teriakan korban langsung berhamburan. Beruntung, benda tersebut belum sempat diledakan lantaran Dayat berhasil diringkus warga dan keluarga korban.

“Saat ini yang bersangkutan sudah kami amankan berikut barang bukti. Belum sempat diledakan,” katanya.

Dan dari hasil pemeriksaan diketahui, benda yang disebut bom itu ternyata hanyalah petasan. Berikut rincian barang bukti yang diamankan polisi dari tangan pelaku, satu buah benda diduga petasan yang terdiri dari sebuah pipa peralon, yang dilengkapi sumbu dan korek api. Kemudian satu buah hand phone merk Cross warna hitam serta identitas KTP Pelaku.

“Pengakuan semmentara motifnya karena kesal, korban tidak mau dinikahi. Saat ini kasusnya sedang kami selidiki lebih dalam,” ujar Firdaus.

Ada Penggerebekan Narkoba, Bocah 3 Tahun Kena Peluru Nyasar

57c1a19dae9dd-ilustrasi-garis-polisi_663_382KLIKKIU.NET – Seorang bocah berusia 3 tahun, Rafael, terkena peluru nyasar, Sabtu malam, 10 Desember 2016. Ini terjadi saat ada penggerebekan seorang bandar narkoba di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lorong, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Belum diketahui jenis peluru yang bersarang di kaki bocah tersebut. Sebab dari pengakuan polisi, saat penggerebekan bandar narkoba bernama CE, sempat ada massa yang mengeluarkan senjata api rakitan dan menembaki polisi.

“Ada massa yang mengeluarkan senpi (senjata api) rakitan,” kata Kapolresta Palembang, AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono.

Sejauh ini, korban telah dilarikan ke rumah sakit setempat untuk menjalani perawatan. Proyektil peluru yang bersarang di kaki Rafael akan dikeluarkan untuk dibawa ke Laboratorium Forensik guna diselidiki asalnya.

“Nanti dari hasil Labfor, bisa diketahui, apakah itu peluru dari polisi atau bukan,” ujarnya.

Uang Tak Dapat, Kawanan Rampok di Yogya Minta Cokelat

57c1a19dae9dd-ilustrasi-garis-polisi_663_382KLIKKIU.NET – Sebuah aksi perampokan minimarket terjadi di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, Jumat dinihari, 9 Desember 2016, sekira pukul 03.35 WIB. Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV), setidaknya ada tiga orang pelaku. Mereka menggunakan sebuah mobil.

Joko Nugroho, penjaga minimarket yang beroperasi 24 jam itu mengaku, kawanan rampok itu membawa senjata tajam dan sebuah benda mirip pistol. “Mereka masuk toko, langsung menodongkan senjata tajam,” kata Joko.

Ketiga pelaku yang menggunakan penutup muka itu, lanjut Joko, langsung memintanya untuk menunjukkan brankas uang. Namun lantaran tempat uang terkunci. Kawanan rampok ini pun langsung meminta rokok, dan cokelat.

“Saya ditodong senjata, dan meminta saya menunjukkan brankas. Namun saya katakan dikunci dan dibawa kepala toko. Salah satu pelaku langsung mengambil rokok-rokok, permen dan cokelat,” kata Joko.

Tak berselang lama, para pelaku pun langsung meninggalkan lokasi dengan sebelumnya melempar mesin uang portable ke kepala Joko. Baru setelah itu, Joko pun melapor ke kepolisian.

Menurut Kapolsek Patuk Kompol Mugiman  sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus ini. Termasuk menyelidiki senjata yang digunakan apakah senjata api atau hanya mainan.

“Kita berkoordinasi dengan  Satreskrim polres untuk menyelidiki kasus ini,” katanya

Ia pun mengimbau kepada pemilik toko yang beroperasi 24 jam untuk melengkapi usahanya dengan petugas keamanan. “Sebaiknya toko menggunakan petugas keamanan,” katanya.

Tak Tahan Nafsu, Menantu Perkosa Mertua

584633aacd55b-pelaku-pemerkosaan_663_382KLIKKIU.NET – Entah setan apa yang merasuki pikiran Heru. Bagaimana tidak, pria berusia 27 tahun ini nekat memperkosa ibu dari istrinya sendiri, MT (53).

Akibat itu, ibu mertua dari Heru tersebut mengalami trauma. Heru pun dicokok usai MT melaporkan perbuatan bejat menantunya tersebut ke polisi.

Menurut Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, Ajun Komisaris Resky Maulana. Kejadian memalukan itu terjadi di kediaman MT. Saat rumah sedang dalam keadaan kosong.

Saat itulah, Heru nekat beraksi. “Kejadian pada Rabu (30/11/2016) lalu. Pelaku terdorong oleh nafsu melakukan pemerkosaan. Apalagi kondisi rumah pada siang waktu kejadian hanya dirinya dan korban saja,” kata Resky, Selasa, 6 Desember 2016.

Heru yang sudah diliputi nafsu, kemudian memaksa korban dan memperkosanya dan mengancam MT agar tak membuka mulut.

“Kejadian hanya dilakukan satu kali. Setelah mendapat laporan keluarga, polisi langsung menangkap Heru di kediamannya,” kata Resky.

Berdasarkan hasil visum yang dilakukan terdapat luka akibat benda tumpul di alat vital MT. Untuk pembuktian lainnya polisi juga mengamankan barang bukti pakaian dalam, celana, dan pakaian pelaku.

“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut (terhadap pelaku). Heru kita kenakan Pasal 284 dan 285 dengan ancaman 12 tahun penjara,” katanya.

Sementara Heru, berdalih jika perbuatan tak pantas itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Ia membantah bila telah memperkosa mertuanya sendiri.

“Kita suka sama suka. Memang pada saat kejadian saya terdorong nafsu. Tapi saya tidak memaksa karena dia (MT) juga suka, jadi kejadiannya begitu saja,” kata warga Bukit Rejo Kecamatan Anak Tuha Lampung tersebut.

Kasus Paedofilia Klub Sepakbola Inggris Sangat Mengerikan

5839434d48594-mantan-pelatih-crewe-alexandra-barry-bennell_663_382KLIKKIU.NET – Mencuatnya skandal kejahatan seksual terhadap anak-anak di sepakbola Inggris, semakin memanas dengan banyak pihak mulai berani berbicara. Mantan pemain Crewe Alexandra, Robbie Savage, menuntut adanya penyelidikan menyeluruh, karena khawatir ada ratusan anak yang menjadi korban.

Dilansir dari Mirror, Sabtu 26 November 2016, Savage mengaku bakatnya pertama kali terlihat pada usia 11 tahun. Dia berkembang hingga menjadi seorang pesepakbola profesonal, bahkan melalui pelatih Barry Bennell, yang sudah tiga kali dipenjara karena kasus paedofilia.

Barry Bennell yang pertama menemukan potensi saya, dan mengirim saya untuk uji coba di Crewe. Tapi, saya seorang yang cukup beruntung, tidak menjadi korbannya. Semua orang di sepakbola sekarang harus menghadapi apa yang terjadi. Penyelidikan penuh harus dilakukan,” ujar Savage.

Dia menuntut adanya transparansi total, karena sudah diketahui bukan cuma Bennell pelakunya. “Kita perlu tahu, ada berapa banyak lagi yang seperti Bennell di luar sana, dan berapa banyak korban yang masih menderita karena apa yang terjadi pada mereka,” katanya.

Beberapa yang telah berbicara di depan publik, adalah mantan rekan setim Savage, Andy Woodward dan Steve Walters. Skandal mulai mencuat setelah Paul Stewart menjadi orang pertama yang berani mengungkapkan kasus. Dia menjadi korban pelecehan pelatih lain yang mengenal Bennell.

Pengakuan Steward telah mengungkap kemungkinan, adanya jaringan paedofilia yang beroperasi secara tertutup, memanfaatkan anak-anak yang belajar di akademi-akademi sepakbola.

Polisi Tangkap 5 Anggota Geng Motor yang Bacok Warga Sukmajaya Depok

279647db788146ffbac78322baad2822KLIKKIU.NET – Polsek Sukmajaya Depok menangkap 5 remaja pelaku pengeroyokan dan perampasan ponsel di Kampung Sugutamu, Sukmajaya, Kota Depok. Mereka ditangkap di rumah salah satu pelaku.

“Ada 5 orang yang sudah ditangkap dari kelimpok penyerang. Juga dalat tiga senjata tajam celurit,” ujar Kapolsek Sukmajaya, Kompol Supriyadi, saat diwawancara, Selasa (15/11/2016).

Kelima pelaku ini adalah DC (18), PAR (18), FAT (17), MTR (16), dan K (15). “Pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun,” ujar Supiyadi.

Penyerangan tersebut terjadi pada Minggu (13/11). Lima remaja bersepeda motor ini menyerang sejumlah remaja dengan menggunakan celurit di Sukmajaya.

Akibat penyerangan ini, dua remaja yaitu Zakaria Firmansyah (17) dan Fikri (17), serta seorang warga Royani yang mencoba mengusir geng motor remaja ini, jadi korban tebasan celurit di bagian tubuhnya.

Sedangkan Royani, mengaku tidak tahu mengapa warga di kampungnya diserang. “Saya yang coba melerai dan mengusir yang nyerang juga jadi diserang dan dibacok dengan celurit,” ujar Royani saat diperiksa di Mapolsek Sukmajaya.

 

https://kenikmatanpria.wordpress.com/

Pembunuh Sopir Taksi Online di Tol Jatiwaringin Ditangkap

185329_tiga-pelaku-pembunuhan-di-ciputat_663_382KLIKKIU.NET – Aparat Polres Metro Bekasi Kota, menangkap tiga dari empat pelaku yang membunuh sopir taksi online yang ditemukan tewas di Jalan Tol Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. Pelaku bernama HE, JCS, dan BR ditangkap di tempat berbeda.

“Pelaku ditangkap pada Jumat 18 November 2016,” kata Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Umar Fana dalam keterangannya, Sabtu 19 November 2016.

Umar menjelaskan, kronologis kejadian kasus ini bermula pada Rabu 16 November 2016, sekitar pukul 01.00 WIB, pelaku BR memesan salah satu taksi online dari Jalan Azimar III Bogor dengan tujuan Pondok Gede.

“Sewaktu memesan taksi online, tersangka meminjam handphone saksi bernama Riswan, alias Rifan,” kata Umar.

Setelah memesan, tidak lama kemudian korban datang dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia warna putih dan tersangka langsung naik ke mobil milik korban tersebut.

“Sekira pukul 02.00 WIB, korban dan tersangka BR tiba di Tiptop Pondok Gede. Namun, tersangka tidak mau membayar argomya sebesar Rp130 ribu dan terjadi percekcokan antara korban dan tersangka BR,” ucapnya.

Bersamaan itu, tersangka HE, JCS, dan IK (DPO) yang saat itu sedang minum-minum di tempat kejadian datang menghampiri korban dan mengeroyok korban yang mengakibatkan korban meninggal.

“Tersangka HE menusuk dada korban dan punggung korban sebanyak sekali menggunakan obeng kembang dan korban dipukuli, serta diinjak injak oleh tersangka HE, JCS, dan IK,” ujarnya.

Setelah itu korban dimasukkan ke dalam mobil dan pakaian korban dilucuti, serta handphone milik korban dibuang ke Sungai Jatiasih Kota Bekasi.

“Sedangkan mobil korban dibawa oleh HE ke dalam tol sekira jam 04.00 Wib, Tersangka HE memberhentikan dan meninggalkan mobil tersebut, beserta korban dalam keadaan meninggal di pinggir pintu keluar tol Jatiwaringin Pondok Gede, Kota Bekasi,” katanya.

Setelah melakukan penyelidikan, pada Jumat 18 November 2016, sekitar pukul 01.00 WIB, polisi menangkap pelaku BR di Pasar Rawa Bugel, Kelurahan Harapan Jaya Bekasi Utara, Kota Bekasi. Kemudian, dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka HE dan JCS.

“Satu orang masih DPO (Daftar Pencarian Orang) bernama IK,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia warna putih dan satu buah obeng kembang.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 20 tahun penjara.

 

https://kenikmatanpria.wordpress.com/