Category Archives: Bulu Tangkis

Tommy Sugiarto Bertekad Rebut Gelar Juara Thailand Masters

12033049_644441515697296_5459327540978249117_nKLIKKIU.NET – Pertandingan semifinal Thailand Masters mempertemukan dua tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto dan Anthony Sinisuka Ginting. Melalui 68 menit pertandingan, akhirnya Tommy memastikan diri ke final usai menang 16-21, 21-18, dan 21-14.

Meski berstatus sebagai junior, namun Anthony tak menunjukkan rasa gentar. Dia mencoba memberi perlawanan di game pertama. Tommy yang kenyang pengalaman sempat kewalahan, sampai pada akhirnya mampu menguasai jalannya pertandingan.

Tommy sendiri mengakui, juniornya tersebut memiliki keunggulan tersendiri. Akurasi pukulan Anthony membuat anak dari legenda bulutangkis Indonesia, Icuk Sugiarto tersebut sulit mengembangkan permainan.

“Pada saat interval game kedua, saya masih ketinggalan terus dari Anthony. Saya akui kalau akurasi Anthony sangat baik, saya jadi tidak bisa mengembangkan pola permainan saya,” tutur Tommy, seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

Beruntung, pada game kedua Anthony mulai kehilangan konsentrasinya sehingga bisa dimanfaatkan oleh Tommy. Dan di game ketiga, giliran kondisi fisik yang menjadi penghambat pebulutangkis berusia 20 tahun tersebut.

Inilah momen saya mengembalikan keadaan, saya tak mau bermain di pola Anthony. Kemudian di game ketiga, kelihatan stamina Anthony terkuras habis dibanding saya,” jelas Tommy.

Di partai final nanti, pebulutangkis tuan rumah, Kantaphon Wangcharoen akan menjadi lawan Tommy. Dia mengaku sama sekali tidak gentar dan akan mencoba bermain semaksimal mungkin guna membawa pulang gelar juara.

“Semuanya kalau sudah terjun di turnamen senior, dianggap satu level. Pemain muda bisa menang, saya pun yang pemain senior juga bisa menang, yang penting fokus dan siap untuk fight,” tegas pria berusia 28 tahun tersebut.

 

https://kenikmatanpria.wordpress.com/

Mengejutkan, Pebulutangkis Tunggal Putri Indonesia Pensiun

585c55028c8d7-pebulutangkis-tunggal-putri-indonesia-lindawedni-fanetri_663_382KLIKKIU.NET – Kabar mengejutkan datang dari dunia bulutangkis Indonesia. Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Lindaweni Fanetri, memutuskan untuk pensiun. Keputusan diambil Lindaweni cukup mencengangkan lantaran ia masih berusia 26 tahun.

Dilansir Badmintonindonesia.org, Lindaweni mengungkap alasannya memilih mundur dari olahraga yang telah membesarkan namanya.

Menurut dia, karier selama kurang lebih 15 tahun dirasa cukup maksimal baginya. Selain itu, peraih peringkat ketiga Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 ini, ingin mengalihkan fokus dalam pendidikan. Seperti diketahui, Lindaweni saat ini tercatat sebagai mahasiswi S1 jurusan akuntansi di salah satu universitas di Jakarta.

“Saya merasa sudah maksimal dan ini sudah saya rembukan dengan keluarga dan orang terdekat saya untuk mengambil suatu keputusan yang besar, saya retired bukan keluar. Sudah matang dan Insya Allah yang terbaik. Keluarga juga Alhamdulillah mengerti dan ternyata mereka lebih mengerti saya,” ujar Linda dikutip badmintonindonesia.org.

“Setelah ini saya fokus dengan kuliah ekstensi saya dan rencananya sambil meneruskan bisnis keluarga. Tapi, tetap akan olahraga karena keluarga saya pencinta olahraga juga,” ucap dara kelahiran 18 Januari 1990 ini.

Selama kariernya, Lindaweni sempat menorehkan beberapa prestasi, di antaranya adalah juara India Open Grand Prix 2012. Tahun 2011, Lindaweni juga sukses meraih medali perak di ajang SEA Games.

Lakoni Duel ‘Perang Saudara’, Owi/Butet Tetap Tampil All Out

57b27169680a8-pasangan-ganda-campuran-indonesia-tontowi-ahmad-liliyana-natsir_663_382KLIKKIU.NET – Satu gelar juara dipastikan akan diboyong oleh tim bulutangkis Indonesia yang berlaga di ajang Hong Kong Open Superseries 2016. Sektor ganda campuran sukses memperpanjang torehan gemilangnya dengan mampu meloloskan dua wakilnya ke partai puncak, Minggu 27 November 2016 di arena Hong Kong Coliseum.

Dua pilar andalan Merah Putih, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto akan terlibat “perang saudara”. Terlebih lagi, ajang ini merupakan gelar Superseries reguler terakhir tahun ini sebelum berlangsungnya Finals Masters pertengahan Desember nanti.

Owi/Butet yang pekan lalu baru saja naik podium tertinggi di turnamen China Open Superseries Premier 2016 tentunya juga tak mau melewatkan kesempatan menambah pundi-pundi poin dan prize money mereka tahun ini.

Sementara itu, Praveen/Debby tentunya juga berambisi menambah raihan gelarnya tahun ini yang baru mengemas satu trofi bergengsi dari kancah All England 2016 pada bulan Maret lalu.

“Satu gelar sudah pasti buat Indonesia. Ini merupakan prestasi yang menggembirakan buat ganda campuran di Hong Kong Open,” ujar Liliyana, dilansir Badminton Indonesia.

“Yang penting sama-sama Indonesia dan kami bermain maksimal aja. All out dan tetap enjoy di lapangan,” tambah Tontowi. Rangkaian pertandingan final Hong Kong Open Superseries 2016 akan mulai berlangsung pada pukul 13.00 WIB.

Di laga-laga final lainnya, India dan Denmark juga sukses mengirim dua wakilnya di partai puncak sedangkan Taiwan, China dan tuan rumah Hong Kong masing-masing hanya diwakili oleh satu pilar andalannya.

Berikut jadwal lengkap laga final Hong Kong Open Superseries 2016 :

Jadwal lengkap laga final Hong Kong Open Superseries 2016

Langkah Ahsan/Rian Terhenti di Semifinal

317771_ganda-putra-indonesia-mohammad-ahsan-hendra-setiawan-gagal-ke-final_663_382KLIKKIU.NET – Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro gagal mencapai final sektor ganda putra ajang Hong Kong Open Superseries 2016. Langkah mereka harus terhenti di semifinal usai tumbang dari wakil Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Tampil di Arena Hong Kong Coliseum, Sabtu, 26 November 2016, Ahsan/Rian takluk 18-21 dan 11-21. Mereka sempat menjalani pertarungan 37 menit.

Pada gim pertama, duel berjalan ketat di awal. Kejar-kejaran poin terjadi hingga kedudukan 6-6. Sayangnya setelah itu Boe/Mogensen langsung melesat, mereka terus unggul dan tidak terkejar lagi sampai menyudahi gim ini dengan 21-18.

Di gim kedua, Boe/Mogensen semakin mendominasi. Mereka langsung meraih keunggulan 15-7.

Meski berjuang keras untuk bangkit, tapi Ahsan/Rian mentok hanya menghasilkan 11 poin. Sementara sang lawan tak terbendung hingga akhirnya menutup duel dengan kemenangan.

Dengan gugurnya Ahsan/Rian, Indonesia dipastikan hanya membawa pulang satu gelar di turnamen ini. Dari ganda campuran, dua pasangan tanah air, Praveen Jordan/Debby Susanto akan berhadapan dengan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Sementara untuk Boe/Mogensen, mereka akan bertemu wakil Jepang, Takeshi Kamu/Keigo Sonoda yang sudah lebih dulu melaju usai mengalahkan Chai Biao/Hong Wei, 21-15, 14-21, 21-16.

Tontowi/Liliyana Tidak Menyangka Lolos Semifinal

57b502b9372c3-ganda-campuran-tontowi-ahmad-liliyana-natsir_663_382KLIKKIU.NET -Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terus melesat ke babak semifinal Hong Kong Open Super Series 2016. Mereka mudah saja mengamankan kemenangannya kali ini, atas Liu Cheng/Li Yihui, Tiongkok, dalam dua game langsung 21-13 dan 21-14, Jumat kemarin.

“Lawan sepertinya dalam kondisi tidak yakin saat bermain. Karena dari awal mereka seperti terus mengincar saya, tapi di sisi lain pukulan-pukulan mereka banyak yang bisa ditebak,” kata Liliyana dikutip dari badmitonindonesia.org, Sabtu 26 November 2016.

“Ujung-ujungnya malah mereka yang nggak percaya diri dan bingung di lapangan. Terus dari Tontowi juga mainnya tenang. Bola belakangnya dia rapi dan jarang mati sendiri. Itu juga yang bikin kami percaya diri,” jelas Liliyana.

Tontowi/Liliyana mengaku tak menyangka bisa terus melaju hingga babak semifinal. Pasalnya, pasangan Indonesia ini turun tidak dalam kondisi yang maksimal, dengan lutut Liliyana yang sakit sejak pekan lalu di China Open 2016. Namun mereka berharap di empat besar nanti masih bisa memberikan penampilan terbaiknya.

“Kami hanya berusaha memberikan yang terbaik aja, semampu saya. Kalau dirasa berat mungkin akan mundur. Cuma saya lihat tadi banyak bola yang nggak bahaya dan kami gampang dapat poin juga,” ujar Liliyana.

Di babak semifinal mereka sudah ditunggu oleh pasangan Tang Chun Man/Tse Ying Suet dari Hong Kong. Kedua pasangan ini tercatat belum pernah beradu di lapangan.

“Sama aja dengan hari ini. Main sebaik mungkin, semaksimal mungkin. Tidak ada beban target, kami hanya berusaha yang terbaik aja,” tutur Liliyana.

Mengharumkan Nama Bangsa, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir Juara China Open

1926385tonto780x390KLIKKIU.NET – Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menundukkan pasangan tuan rumah yang belum lama dibentuk, Zhang Nan/Li Yinhui, dengan 21-13, 22-24, 21-16 pada laga final China Open Super Series Premier, Minggu (20/11/2016).

Gim pertama sepenuhnya jadi milik Tontowi/Liliyana. Mereka unggul 3-0 pada awal lalu melaju cepat tanpa bisa dibendung hingga gim berakhir.

Gim kedua berjalan berbeda dengan Zhang/Li langsung membuka keunggulan. Tontowi/Liliyana baru bisa menyamakan kedudukan pada 8-8, tetapi kembali tertinggal.

Keunggulan pasangan China terhenti pada poin 10-10. Tontowi/Liliyana selalu berhasil menempel hingga kedudukan imbang 13-13.

Pasangan China mulai membuka jarak dengan raihan dua poin beruntun. Mereka terus melaju hingga 19-15.

Tontowi/Liliyana bermain tenang. Mereka mencatat lima angka beruntun dan mendapatkan match point pada kedudukan 20-19.

Zhang/Li berhasil menyamakan kedudukan. Servis Zhang yang terlalu pendek memberi Tontowi/Lilyana match point kedua. Namun, smes keras Zhang kembali mengubah kedudukan menjadi imbang, 21-21.

Zhang/Li sempat unggul 22-21 sebelum pukulan backhand cantik Tontowi mengantar kok jatuh di ruang kosong lawan. Kedudukan pun sekali lagi imbang, 22-22.

Persaingan gim ini berakhir setelah smes keras Zhang tak bisa diantisipasi Tontowi/Liliyana. Laga berlanjut ke gim ketiga.

Tontowi/Liliyana membuka gim ketiga dengan cemerlang. Mereka langsung unggul 6-0 dan menutup interval dengan keunggulan 11-7.

Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 tersebut terus memberikan tekanan bagi pasangan tuan rumah. Kesalahan yang dilakukan Li saat menerima servis memastikan laga ini berakhir dalam 1 jam 13 menit untuk kemenangan Tontowi/Liliyana.

Indonesia sebelumnya sudah mengantongi satu gelar lewat pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang menundukkan wakil Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Sementara itu, untuk kali pertama sepanjang sejarah turnamen ini, China tidak mendapatkan gelar satu pun. Sebelumnya, mereka minimal mendapatkan dua gelar dari lima nomor yang dipertandingkan.

Tiga gelar lainnya pada tahun ini masing-masing tajuh ke tangan Denmark (Jan O Jorgensen), India (Pusarla Venkata Sindhu), dan Korea Selatan

Kalahkan Wakil Denmark, Markus/Kevin Juara China Open

300205_markus-fernaldi-gideon-kevin-sanjaya-sukamuljo_663_382KLIKKIU.NET – Indonesia berhasil meraih gelar juara di nomor ganda putra lewat pasangan Markus Gideon/Kevin Sanjaya di China Open Series Premier 2016, Minggu 20 November 2016. Keduanya mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen asal Denmark.

Dalam pertandingan di Haixia Olympic Sports Center, Markus/Kevin mengawali pertandingan dengan cukup baik, di mana sempat unggul 7-4. Mathias/Carsten memberikan perlawanan dan membuat laga semakin ketat hingga 17-17.

Markus/Kevin yang menjadi unggulan ketujuh pada ajang ini, akhirnya bisa mengemas kemenangan di set pertama dengan 21-18. Di set kedua,  mereka tampil makin impresif dan sukses menaklukkan perlawanan Mathias/Carsten dengan 22-20.

Indonesia masih berpeluang mendapatkan gelar juara di nomor ganda campuran. Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, di mana keduanya akan melawan Zhang Nan/Li Yinhui asal China

https://kenikmatanpria.wordpress.com/

Hadapi Pasangan Baru, Owi/Butet Enggan ‘Tepuk Dada’

583028b970997-tontowi-ahmad-dan-liliyana-natsir-di-china-open-2016_663_382KLIKKIU.NET – Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, bakal tampil dalam final China Open, Minggu 20 November 2016. Di partai puncak, Owi/Butet akan berduel dengan pasangan baru China, Zhang Nan/Li Yinhui.

Menghadapi pasangan baru, tentunya Owi/Butet lebih diunggulkan. Kolaborasi Owi/Butet tentunya lebih matang ketimbang Zhang/Li.

Meski begitu, keduanya enggan meremehkan pasangan Zhang/Li. Butet memprediksi pasangan baru tersebut bisa saja membuat kejutan di final nanti.

“Lawan Zhang sudah sering. Walau pasangannya baru, kami tak boleh lengah. Secara individu, mereka bagus. Jadi, kami harus fokus dan waspada,” kata Butet seperti dilansir situs resmi PBSI.

“Kami harus lebih sabar dan tenang. Intinya, kami akan berusaha mengeluarkan permainan terbaik,” lanjutnya.

Owi/Butet melaju ke final usai mengalahkan wakil Korea Selatan, Choi Solgyu/Chae Yoo Jung. Mereka menang dua set langsung, 21-17 dan 25-23.